My Only Girl
1. Author: clauhae
2. Judul: My Only Girl
3. Kategori: NC 21, Yadong, Oneshoot
4. Cast:
-Park Seo Hee
-Lee Dong Hae
Annyeong~ *bow*
Author yang suka buat FF ditengah kesibukan hadir dengan FF yang lebih Hoot lagi *btw,lagu SNSD tu yah?*
Pokoknya mohon dukungan dan buruan dibaca yah nih FF
Koment tetap ditunggu yah!
SELAMAT MEMBACA!!
Annyeong~ *bow*
CEK.. CEKIDOT KE BAWAH, YOOWWH!!!
—————————-
ATTENTION!
Sebelum membaca FF ini author akan memberitahukan sesuatu.
Donghae disini akan berperan sebagai cowok penghibur atau gigolo *author sadis, padahal suami sendiri*
Jadi buat yang baca, jangan bingung kalau Donghae bakalan ngeyadong sama banyak wanita, terutama ahjumma. Hehe…
Let’s Read!!!
——————————————————
Author POV
” Ayo! Ayo, jagiya… Terus genjot! GENJOT! Kau ini lama sekali berereksi. Kurang apa aku? Sudah aku rangsang juniormu dari tadi! Hah! Kau ini lama-lama jadi membosankan.”
Seorang ahjumma tengah membentak seseorang namja yang berusaha mengenjot juniornya di dalam liang vagina sih ahjumma yang dari tadi menggerutu terus kepada dirinya yang mulai tampak lelah dan terlihat lemah.
” Aku lelah. Bisa kita istirahat dulu? Kita sudah main sampai enam ronde. Masa kau belum puas juga??” jawab namja itu dengan keringat bercucuran diseluruh badan sixpactnya itu.
PLAK!
Sebuah tamparan tepat melayang ke wajah namja itu.
Tamparan itu tidak lain berasal dari tangan sang ahjumma yang tidak puas dengan jawaban dari namja yang tengah melayani dirinya.
” Ouh!” desah namja itu.
Tamparan ahjumma tersebut cukup kuat, sehingga menyebabkan bibir namja itu berdarah dibagian ujungnya.
” LEPASKAN JUNIOR KOTORMU DARI LIANG VAGINAKU! LEBIH BAIK AKU BUKING NAMJA YANG LEBIH KUAT DAN TAHAN LAMA DALAM MENSERVICEKU!”
Ahjumma itu membentak tepat di depan muka namja tersebut. Namja itu hanya menundukan kepalanya dan langsung melepaskan juniornya yang sudah tidak berdiri lagi itu dari liang vagina sang ahjumma.
Ahjumma itu langsung mengambil pakaiannya, dan mengambil tas. Membuka tasnya dan mengambil dompet miliknya.
Dikeluarkannya beberapa uang dari dalam dompetnya.
” INI, AMBIL UANGMU! DASAR GIGOLO AMATIRAN! CIIHHH!!!~”
Dilemparnya uang itu tepat didepan wajah namja yang bisa terbilang usianya 15 tahun lebih muda dari usia sang ahjumma.
” Tidak ada bayaran lebih. Kau tidak berereksi seperti permintaanku.” ahjumma itu memakai bra dan celana dalamnya, lalu memakai kembali pakaiannya. Setelah berpakaian rapi, ahjumma itu mencuci sejenak wajahnya. Lalu, membenarkan make-up dan rambutnya yang berantakan.
Setelah berkaca dan melihat dirinya tampak rapi seperti sedia kala. Ahjumma itu berlenggok pergi keluar kamar hotel tempat dia bercumbu dengan gigolonya itu.
” Kalau kita main lagi. Kau harus dua kali lipat lebih HOT. Awas! Kalau tidak! Aku pulang dulu, jagiya. Byeee~” pamit ahjumma sambil melayangkan kecupan diudara kepada namja yang baru saja dimaki dan ditamparnya itu.
*author nyusup tiba-tiba di tengah scene*
(Nih, ahjumma hebat banget! Udah tidurin suami gue, dan dengan tampang nggak berdosa nampar-nampar suami gue! Siapa elu? *bawa-bawa parang*)
*author ditendang keluar dari scene*
Namja itu hanya tersenyum sinis, sambil mengelap darah diujung bibirnya dengan jempolnya.
Namja itu pun langsung merebahkan dirinya keatas ranjang yang kusut sepreinya akibat permainannya tadi bersama sang ahjumma yang merupakan pelanggan tetapnya itu.
Lee Dong Hae. Adalah nama namja tersebut.
Jangan aneh kenapa dia bercinta dengan ahjumma, atau mungkin pelacur dan sederetan yeoja yang memiliki nafsu akan bercinta yang tidak wajar *ngertilah apa maksudnya*
Karena ini memang pekerjaan Donghae.
Setiap pagi Donghae akan bernampilan sebagai namja biasa, yang kuliah dan berkutat dengan mata kuliahan yang dipilihnya.
Tapi, orang tidak akan menyangka.
Demi tuntutan ekonomi, dan demi bisa menghidupkan keluarganya dan menyekolahkan sang adik. Lee Seul.
Donghae terpaksa melakukan pekerjaan kotor ini.
Karena kalau tidak begini, bagaimana dia bisa menghidupi keluarganya.
Semenjak appanya meninggal, Donghae lah yang menjadi tulang punggung keluarganya.
Dulu, Donghae adalah anak yang pintar dan selalu sukses disetiap tingkat sekolahnya. Tapi, semuanya berubah setelah appanya pergi.
Donghae terpaksa kuliah sambilan mencari kerja, dari OB Hotel, sampai pelayan Cafe tidak menghasilkan uang yang banyak.
Tidak cukup untuk biaya kuliah dan sekolah Seul.
Dan berkat tawaran teman-teman kulianya, Donghae mencoba pekerjaan ini dan menurutnya tidak terlalu sulit. Hanya dengan tidur dan bercumbu dengan setiap yeoja yang menginginkannya Donghae sudah dapat uang banyak.
Dan tanpa Donghae sadari dengan pekerjaannya ini dia mampu membantu eommanya membuka usaha dagang makanan kecil-kecilan dan menyekolahkan adiknya Seul. Dan hal ini pasti mebuat bangga eommanya.
Namun, Donghae berbohong dan bilang kalau ke eommanya kalau dia bekerja sebagai penyiar radio, bukan lelaki penghibur.
Ini semua Donghae lakukan demi keluarganya.
Rasa cinta yang begitu besar terhadap keluarganya lah yang membuatnya begini.
—————————-
Kembali ke kamar hotel dimana Donghae habis bercumbu dengan ahjumma yang tak lain adalah pelanggannya.
Donghae dengan posisi telanjang dan terlentang diatas kasur sedang membayangkan kondisi eomma dan adiknya Lee Seul.
” Mianhae… Mianhae.. Eomma,.. Seul… Mianhae.. Oppa tidak bisa menjadi anak yang patut dibanggakan seperti yang kalian kira. Mianhae…” tanpa Donghae sadari air mata mulai menggenangi pelupuk matanya dan akhirnya jatuh mengalir ke wajahnya yang memerah akibat tamparan sang ahjumma tadi.
” Ah, kenapa aku jadi menangis? Harusnya aku bersemangat melakukan ini. Ingat! Ini semua demi eomma dan Seul. YA! Hwaiting!” Donghae bangkit dari posisinya dan menyemangati dirinya sendiri.
Donghae tersenyum dan segera bangun dari duduknya pergi mandi ke kamar mandi.
—————————-
Seohee POV
” Permisi! Permisi! Ya! Ya! Permisi!” aku berteriak sambil mengendalikan skuter motor yang aku naiki di tengah keramaian.
Susah memang kalau kau bekerja menjadi tukang pengantar koran. Tidak hanya butuh kesabaran, tapi juga butuh ketegaran dan ketenangan.
Beginilah nasib gadis berusia 18 tahun sepertiku, bekerja sambilan sebagai tukang koran memang sudah menjadi kewajibkanku.
Ini aku lakukan demi memenuhi biaya kuliahku dan membantu kehidupan appaku yang sudah menjadi single parents dan hanya bekerja sebagai tukang penjual kimbab beraneka isi di rumah sederhana kami yang terletak di pinggiran jalan, kecil dan sempit.
Sungguh benar-benar hidup yang menyusahkan.
Terkadang aku iri dengan anak orang kaya. Ketika aku melewati rumah mewah mereka untuk mengantarkan koran, aku hanya bisa menatap mereka seperti orang bodoh. Melihat mereka keluar dengan pakaian yang berbeda setiap harinya, perhiasan yang begemilang, dan mobil-mobil mewah yang siap mengantar mereka kemana pun.
Berbanding terbalik denganku yang hanya menjadi tukang koran keliling, dengan pakaian yang sama selama 1-2 hari, tidak ada perhiasan mewah selain kalung warisan eommaku yang meninggal 16 tahun lalu. Dan hanya skuter motor butut biasa milik appa waktu muda dulu yang setia menemaniku kemana saja.
Tapi, paling tidak aku bersyukur karena masih bisa bekerja secara halal demi menghidupi keluarga kecilku, yaitu aku dan appaku yang baik dan pekerja keras.
Aku tidak sadar kalau aku melamun sepanjang perjalanan. Dan tiba-tiba….
” KYAAAAA!!!”
BRUK! BRAK! BRENG!!!
*suara gaje buatan author nih kayaknya*
” Auh!” dan tampaknya skuter motorku terbalik, membuat semua koran yang belum sempat aku antar ke rumah pemiliknya. Dan yang paling parah, aku juga ikut-ikutan terjatuh.
” Aish!”
Dapat aku dengar suara seorang namja tengah mendengus kesal. Hey! Seharusnya aku yang kesal!
Aku bangkit dari posisi jatuhku, dan kudapati memar di sikutku dan lututku yang lecet dan berdarah.
” Ya! Hati-hati kalau berjalan. Masa ada orang naik skuter masih diterabas?” bentakku sambil membersikan debu dan kotoran yang menempel di bajuku, dan mengusap lututku yang luka dan meniup sikutku yang memar.
” Hey! Seharusnya kau yang minta maaf! Karena kau yang telah ceroboh membawa skutermu. Bukannya memperhatikan jalan malahan ngelamun.” namja itu mebentakku sejenak dan berbicara dengan santai untuk selanjutnya.
” Hah? Kau tidak salah? Tidak mau meralat kata-katamu? HEY! KAU YANG JELAS-JELAS SALAH MENGHALANGI JALANKU! KAU MALAH BILANG AKU YANG SALAH? TIDAK SALAH KAU, HAH!” aku mencoba bertanya dan akhirnya membentaknya dan yang dibentak hanya menatapku cuek.
” Ne. Kau yang salah, bawa skuter mata di dengkul.” jawabnya santai.
BUK!!!
Ku layangkan tinjuku tepat ke muka namja itu. Sampai membuatnya oleng dan jatuh terduduk.
” YA! APA YANG KAU LAKUKAN?” bentaknya.
” Menghajar orang yang tidak tau ATTITUDE!” jawabku lantang.
Namja itu bangkit berdiri dan wajahnya tampak mulai kesal, dapat ku lihat ada sedikit luka diujung bibirnya dan bekas kemerahan di pipinya.
Apakah pukulan terlalu keras??? Sehingga menyebabkan wajahnya terluka.
Di dekatinya diriku yang mantap diposisiku itu, dan di dekatinya wajahnya yang tampak lelah namun terlihat sinis dan kejam menatap wajahku dan jarak wajah kami hanya 2 cm.
Dapat aku rasakan deru nafasnya di depan wajahku.
Aku memundurkan sedikit langkahku, menjaga jarak darinya. Dan dia semakin mendekatkan dirinya kearahku.
” APA! Apa yang mau kau lakukan?!” aku menyiapkan kepalan tinju ditanganku.
Siap menghantam wajahnya, kalau dia berani macam-macam kepadaku.
” DASAR! Yeoja galak. Hehehehe… ” ucap namja itu sambil terkekeh, dan memundurkan wajah dan langkahnya yang tadinya cukup dekat denganku.
Dia berbalik hendak pergi meninggalkanku.
” Hey! Namja aneh! Hey, mau kemana kau! Urusan kita belum selesai.” aku memanggilnya.
Dia menghentikan langkahnya dan berbalik menatap wajahku. Lalu, namja itu mengeluarkan dompetnya, membukanya dan mengeluarkan beberapa lembar uang yang terbilang cukup banyak juga.
Lumayan buat ganti rugi, pikirku.
” Hah? Segini mah mana cukup! Kau tidak lihat memar di lututku dan sikutku? Masa cuma segini?” bentaku pada namja di hadapanku ini.
” Dasar! Kau yeoja manis-manis tapi tukang palak dan mata duitan juga.” selorohnya membuatku membelakan mataku.
” MWO? YA! PABO NAMJA! Kau yang jelas-jelas berdosa. Sudah buatku bengor begini. Untung koran pesanan orang itu tidak hancur, ataupun lecek. Kalau tidak.. Kau ganti dua kali lipat ini.” aku mengomel.
” Ne. Gwenchana!” jawab namja itu tampak pasrah. Dan mengeluarkan beberapa lembarn Won lagi dari dalam dompetnya.
” Nih.. Cukup kan buat kau berobat. Lagi pula otopetmu itu memang sudah butut. Wajar kalau kelihatan rusak dan rongsokan.” namja itu melanjutkan omongannya, dan menurutku omonganya itu patut di R-A-L-A-T.
” Ya! Namppyeon Namja! Berani sekali kau bilang motor skuterku ini butut? Jelas-jelas ini tahan banting. Lihat, walaupun sudah terlihat rapuh. Dia tidak menunjukan tanda-tanda kerusakan di dalam mesinnya. Skuter ini kan barang lama, yang menggunakan teknologi mesin lama yang sepuluh kali lebih kuat dari mesin motor modern zaman sekarang. Ingat itu!” aku menjelaskan keunggulan skuter motorku kepadanya yang hanya menganggukan kepalanya saja sambil tersenyum.
” Benarkah? Baiklah. Kalau begitu, aku tinggal dulu. Byeee~ yeoja galak.” ucap namja itu sambil berlenggang pergi dan melambaikan tangannya sekilas ke arahku.
” Huh! Pabo namja yaaa?” gerutuku sambil mengangkat motor skuterku berdiri.
BRANG! PRANG!
” YAAA!!!”
Aku terkejut ketika ku berdirikan motor skuterku, kaca spion sebelah kanan skuter motorku lepas dari posisinya. Dan yang terburuk, kaca spionnya pecah.
” HYAAAAA!! Bagaimana ini?? GAWAT! Bisa kena marah appa nih. Haduh,.. Eh? Mana namja aneh tadi??” Aku celingukan mencari sosok namja aneh tadi, namun sosok yang dicari sudah menghilang.
” Waa! Gawat ini. Aduh? Bagaimana ini? Kira-kira mahal tidak yah pasang spion baru? Cukup nggak yah uang dari tu namja?” tanyaku penuh kegelisahan dan kegalauan.
Aku menghitung uang pemberian namja aneh tadi, dan….
Ah, sepertinya cukup kalau hanya sekedar ganti spion yang lepas dan pecah.
Tiba-tibaaa……
BRENG!
Penutup mesin skuter motorku yang sebelah kanan ikut-ikutan lepas dari skuternya.
Bagaikan kiamat menerjang otakku.
Aku amati baik-baik uang pemberian namja aneh itu. Dan ku hitung dengan sabar satu-persatu uang Won pemberiannya tadi.
Aku kaget, di tengah pehitunganku.
Aku menemukan sebuah kartu nama. Dan tampaknya kartu nama itu adalah kartu nama sebuah bengkel.
Dan ketika ku pasati lebih jelas. Dapat aku lihat alamat yang tertera disana berada tidak jauh dari tempat kejadian perkara a.k.a TKP aku nyaris menumbur namja aneh tadi.
” Loh, perasaan aku tidak pernah mengoleksi kartu nama orang atau perusahaan yang tak aku kenal.” ucapku pelan, sambil mengamati kartu nama milik sebuah bengkel yang berada tak jauh dari TKP ku.
” Hmhm.. Apa salahnya mencoba ngecek.” Aku mengangkat spion dan penutup mesin skuter motorku dan memasukannya ke dalam keranjang penuh koran pelanggan yang belum sempat aku antar.
Aku menggerek skuter motorku menuju alamat bengkel yang tertera di kartu nama ‘ajaib’ tersebut.
Sepertinya Dewi Fortuna berpihak kepadaku.
—————————-
Donghae POV
” Nanti, kalau ada yeoja galak yang menggerek otopet butut kesini. Kau bantu dia perbaiki yah. Akan aku bayar semua biaya perbaikannya.”
Aku menumpahkan soju ke cawan tempat aku meminum sojuku.
” Sip.. Boss! Hmhm… Mr. Lee? Donghae… Hahahaha…” jawab seorang namja yang merupakan manager pemilik bengkel mewah dan besar tersebut.
” Hah? Yayayaaa.. Begitu lah. Dia benar-benar yeoja yang menyeramkan. Jadi aku takut dia akan mengutukku.” ucapku yang sudah mulai mabuk, sambil kembali menumpahkan soju ke cawan dan menegaknya sampai habis.
DUK! DUK! DUK!
” Hmhm… Bos, ada seorang anak perempuan datang kesini. Dia ingin meminta tolong, kita memperbaikki skuter motornya.” seorang karyawan dari manager pemilik bengkel itu naik ke lantai 2 dimana aku dan sahabat lamaku, Kim Ki Bum (manager pemilik bengkel) tengah berbincang-bincang tentang yeoja ganas yang aku temui tadi.
” Oh.. Ne, layani dia dengan baik.” ucap Kibum. Sambil membantuku menuangkan soju ke cawanku.
” Kamsha.” jawabku, dan kembali menegak habis soju itu.
” Jangan terlalu banyak minum. Nanti, kau mabuk. Dan itu akan merepotkanmu untuk berkerja nanti. Bukan kah, sehabis ini kau akan ke club? Dan menjadi striptis disana?” tanya Kibum, sambil menegak soju miliknya.
” Yah, sedikit sensasi mabuk dan hangat di tubuh itu baik.” jawabku singkat, dan untuk kesekian kalinya menumpahkan soju ke cawan dan menegaknya lagi.
” Hahahaa.. Kau memang SUPER!” jawab Kibum sambil tertawa.
” Aniii.. Aku ini masih JUNIOR.” jawabku asal.
” Biar adil, kau itu… SUPER JUNIOR.” Kibum melanjutkan.
” Hahaha, seperti nama boyband terkenal se-asia bahkan sedunia itu saja.” jawabku ngasal.
” Yah.. Aku tau. Kau mirip dengan mereka.” ucap Kibum sambil menegak kembali sojunya.
” Mirip apanya?”. tanyaku. Sambil kembali menumpahkan soju ke dalam cawanku.
” Mirip, sama salah satu anggotanya juga. Nama kalian juga sama.” jawab Kibum.
” Oh, yah? Lupakan. Sekarang kau ingat tugasmu? Layani gadis setengah harimau itu.” lanjutku sambil meneguk soju, dan mungkin ini yang terakhir karena isi di botol sojuku itu sudah habis.
” Apakah kau sudah mau cabut ke tempat kerjamu?” tanya Kibum. Meletakan cawannya.
” Ne. Aku sepertinya sudah sedikit hangat dan menggugah selera, para yeoja di clubku.” jawabku sambil bangkit berdiri, dan mengambil kacamata milik Kibum.
” Aku pinjam ini.” lanjutku sambil memakai kacamata hitam berbingkai silver milik Kibum yang tergeletak tak jauh dari jangkauanku.
” Penyamaran yah? Supaya nanti yeoja setengah harimau itu tidak menerkammu.” ucap Kibum dan memberi agukan tanda ” SETUJU “.
” Hahaha.. Kau ini. Tau saja apa keinginanku.” ucapku sambil melangkah pergi meninggalkan Kibum yang hanya tersenyum dengan Killer-Smile nya yang menggugah hati kaum Hawa.
Aku tertawa, dan segera turun dari ruangan itu, dan kemungkinan bertemu dengan yeoja setengah harimau itu.
—————————-
Author POV
Donghae turun dari ruanganya Kibum. Dan sepertinya dia siap bertemu dengan yeoja setengah harimau itu (Seohee).
” Apakah mahal yah? Aku takut uang ini tidak cukup untuk membayar serviceanmu ini.” Seohee menyodorkan beberapa lembar uang yang tadi Donghae berikan kepadanya.
Anak buah Kibum Si Pemilik Bengkel itu hanya menatap penuh keironisan *apa maksudmu thor?* di wajahnya, yang dekil karena asap dan oli.
” Hemh.. Entahlah. Aku tidak tau. Sebaiknya, kau tanya langsung dengan bos kami. Sebentar, akan aku panggilkan nona muda.” ucap pegawai itu dan berbalik hendak naik ke ruangan Kibum. Tapi, langkahnya terhenti saat dia melihat Donghae dengan kacamat hitam berbingkai silver menutupi kedua matanya yang indah dan menawan *authornya ngelebe(?)*
” Ah, Tuan Lee….” ucapan pegawai itu terhenti saat Donghae langsung menutup mulut pegawai Kibum itu dengan telapak tangannya.
” Ssstttttt~” Donghae meletakan jari telunjuknya didepan bibir tipisnya itu.
” Nanti saja.” ucap Donghae sambil tersenyum dan melepaskan telapak tangannya yang membekap mulut pegawai Kibum itu.
Pegawai Kibum itu hanya bengong. Dan mengangguk tanda mengerti, walaupun sebenarnya dia tidak mengerti.
Donghae tertawa, dan melanjutkan langkahnya berjalan keluar menuju tempat Seohee mengamati skuter motornya yang sudah setengah hidup.
Melihat Seohee ” Yeoja Setengah Harimau ” itu sibuk menatap skuter motornya, Donghae langsung berjalan cepat-cepat melewati Seohee.
Dan untungnya sampai di pintu depan, Seohee tidak memperhatikan Donghae sama sekali.
Namun, siapa sangka Seohee iseng-iseng menerbangkan pandanganya ke seluruh bengkel termasuk pintu depan tempat Donghae hendak keluar, daaannn……
” Ya!” Seohee berteriak.
Dan Donghae yang baru membuka pintu keluar dalam sekejap menghentikan langkahnya.
” Namja, ehm.. Namja yang ada di depan sana. Apakah, kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya Seohee.
Namun, Donghae berusaha semaksimal mungkin untuk tidak menoleh dan menjawab pertanyaan Seohee.
” Ehm, permisi nona muda. Ada perlu apa kau ingin bertemu denganku?” suara Kibum memecah kecurigaan Seohee terhadap namja misterius tadi.
Donghae seperti mendapat CLUE. Dia segera membuka pintu dan berlari keluar dari bengkel tersebut.
Sedangkan, Seohee hanya kebingungan harus mengutamakan yang mana.
” Aaa, aku hanya ingin memperbaikki spion dan penutup mesin skuter motorku.” jawab Seohee. Sambil matanya menatap gelisah ke pintu depan dimana namja yang familiar menurutnya itu keluar, pergi, dan menghilang.
” Ah, pokoknya Tuan tolong perbaikki dulu. Kalau sudah nanti aku ambil kembali kesini, sekarang aku sedang buru-buru.” sambung Seohee.
Maklum, sejak keci Seohee memang memiliki rasa keingintahuan yang besar.
Seohee ingin segala sesuatu yang berhubungan dengan dirinya dan kehidupannya dapat dia kendalikan dengan baik.
Jadi jangan salah, kalau saat ini Seohee lebih memilih meninggalkan skuter motornya dibengket tersebut, tanpa melakukan negosiasi harga demi mengejar dan memastikan sosok namja tadi.
Seohee, sangat ingat. Ketika dia melihat ada sebuah tahi lalat di leher sebelah kiri namja aneh yang ditemuinya tadi pagi, waktu kecelakaan sangat sama persis dengan yang ada di leher namja misterius tadi.
” Aku yakin itu pasti namja yang sama. Tidak mungkin seseorang yang lahir dari keturunan gen, kromosom, dan DNA yang berbeda dapat memiliki bentuk dan tanda lahir yang sama. Kecuali memang kebetulan, atau mereka kembar.” pikiran Seohee melayang jauh kebiologisan.
” Aku permisi dulu yah, tuan-tuan. Annyeong” pamit Seohee sebelum dia mengambil langkah 1000 mengejar sosok namja misterius yang tak lain adalah LEE DONGHAE.
—————————-
Donghae POV
Aku berlari secepat kilat seperti orang bodoh sebelum yeoja setengah harimau itu bertemu muka denganku dan menerkamku habis-habisan.
Aku mengatur sejenak nafasku. Dan sesekali aku menolehkan kepalaku ke belakang memastikan bahwa yeoja setengah harimau itu tidak mengejarku.
Dan sepertinya aku aman, karena tidak ada tanda-tanda keberadaan yeoja itu.
Aku berjalan santai, dan berhenti di depan sebuah club malam tempat aku berkerja.
Dan club ini belum buka, biasa buka jam 10 keatas.
Aku pun terpaksa harus masuk lewat pintu samping.
—————————-
Author POV
Donghae merasa dirinya aman dan bebas dari kejaran yeoja setengah harimau yang tak lain adalah Seohee. Dan masuk ke club tempatnya berkerja dengan tenang.
Tapi ternyata persepsi Donghae salah.
Seohee berhasil mengejar Donghae dan berhasil mengikuti Donghae sampai ke tempat kerjanya.
” Jadi namja aneh berkerja disini. Hmhm.. Setahuku club ini buka jam sepuluh keatas, dan ini baru jam enam sore. Hah! Waktu cepat berlalu memang.” Seohee mendumel sendiri.
Seohee pun memutuskan untuk menunggu sampai club itu buka. Dan Seohee lebih memilih duduk dan bersantai sejenak di sebuah kedai masakan tradisional yang lokasinya yah cukup jauh juga dari club itu.
Seohee masuk ke kedai sederhana itu, dan memesan sebuah Kimchi dan Ddeobokki kepada seorang anak kecil berusia kira-kira 10-12 tahun.
” Sunbae, mau pesan apa?” tanya anak itu.
” Hmhm, Kimchi dan Ddeobokki saja yah.” jawab Seohee sambil tersenyum.
” Akan segera diantarkan. Permisi.” anak kecil itu berlari ke dapur untuk memberi pesanan kepada seorang ahjumma yang sedang sibuk memasak.
” Eomma.. Eomma, ada pesanan dari sunbae disana itu.” anak kecil itu menunjuk Seohee yang sedang sibuk mengamati kedai mereka.
” Dia pesan apa? Seul.” tanya eommanya.
” Kimchi dan Topokki (Ddeobokki)” jawab anak kecil bernama Seul.
” Ne. Minumnya?” tanya eommanya lagi.
” A! Mianhae, eomma. Aku lupa tanya.” Seul langsung berlari keluar dan menyamper meja Seohee.
” Annyeong, sunbae mau pesan minuman apa?” tanya Seul cengar-cengir
” Hmhm, mukin jus jeruk enak juga. Jus jeruk saja yah.” Seohee tersenyum lagi, membuat Seul kagum dan tersipu malu.
” Ah, sunbae? Kenapa tersenyum terus? Kan Seul jadi malu.” Seul keceplosan *namanya juga anak kecil*
” Karena kau manis.” jawab Seohee, dan itu langsung membuat Seul berlari ke dapur. Dan menggadu semuanya kepada eommanya.
—————————-
Seohee POV
Anak kecil yang lucu pikirku.
Setelah menunggu hampir 15 menit, anak kecil itu datang dengan hidangan pesananku di nampannya.
” Ini sunbae, Jus Jeruk. Kimchi, dan Topokki. Selamat menikmati.” jawabnya sambil berbalik hendak pergi.
Tapi aku mencegahnya.
” Eh, dongsaeng yang manis. Siapa namamu? Bolehkah kita berkenalan dan berbicara sejenak?” panggilku, dan jelas itu membuatnya tersipu.
” Ne. Boleh. Kebetulan kedai sudah tidak ada tamu dan mau tutup. Hanya tinggal sunbae dan ahjusshi-ahjusshi disana itu.” tunjuknya kearah segerombolan ahjusshi yang sedang sibuk makan atau minum dan merokok serta berbincang satu dan yang lain.
” Namaku, Lee Seul imnida. Aku tidak punya ayah lagi, dan hanya tinggal dengan eomma dan oppaku.” jawabnya penuh kepolosan.
” Kau punya, oppa?” tanyaku.
” Ne.. Ne.. Oppa adalah orang yang baik, dan dia adalah pekerja keras yang baik. Dia juga seorang penyiar radio terkenal di Seoul. Dia tampan, dan bijaksana dalam segala hal.” Seul menceritakan sosok sang oppa yang penuh kharisma.
” Waaa? Oppamu hebat yah. Boleh aku tau namanya?” tanyaku.
” Ne. Gomawo. Namanya, Lee Donghae. Oh, aku ada fotonya. Sunbae mau lihat?” tanya Seul
” Ehm, boleh.” jawabku.
Seul turun dari kursinya, dan berlari masuk ke dalam.
5 menit kemudian dia keluar dengan sebuah foto seorang namja.
Dan ketika aku melihat sosoknya di dalam foto itu.
Aku terkejut, dan tampaknya ada kilat menyambar di atas kepalaku.
” Ini kan si namja aneh.” bisikku.
” Mwo? Sunbae?” tanya Seul.
” Hmhm, apa dia bilang pekerjaan sebagai penyiar radio?” tanyaku pelan.
” Yup! Penyiar radio yang sukses.” jawab Seul penuh senyuman kebanggaan di wajahnya.
Aku terdiam, jadi namja aneh itu bernama Lee Donghae.
Dan tampaknya aku tidak yakin dia berkerja sebagai penyiar radio, jelas-jelas dia masuk club tadi.
Aku pun meluruskan semuanya.
Dan dengan cepat aku mendapat intinya bahwa:
1. Donghae berbohong kepada dongsaeng dan eommanya akan perkerjaannya
2. Donghae melakukan perkerjaan haram itu demi keluarganya
3. Donghae itu adalah orang baik. Dan aku telah salah menilainya atas kecelakaanku tadi.
Ah, aku jadi merasa bersalah dengan Donghae.
” Sunbae? Kau melamun.” Seul menyadarkanku.
” Ah, mianhae. Aku harus pergi dulu yah? Buru-buru ada urusan mendadak. Ini uangnya, ambil kembaliannya. Aku pergi dulu yah! Seul dan ahjumma. Annyeong. Eh, gomawo atas kimchi, Topuki, dan jeruknya *sampai salah ngomong*.” aku langsung berlari secepat mungkin menuju club malam tempat namja aneh yang tak lain adalah Lee Donghae.
—————————-
Author POV
Seohee berlari extra ngebut. Dan akhirnya dia sampai di club dengan nafas tersengal-sengal.
Seohee melihat club itu belum buka, Seohee pun masuk lewat pintu samping.
Seohee berhasil menerobos masuk pintu samping, dan langsung berlari masuk.
Di dalam club itu ternyata ada kamar-kamar untuk orang yang mungkin sesudah pesta pora *bahase author jadul yee* langsung bersex ria di kamar-kamar yang disediakan.
Seohee berjalan penuh kemerindingan akut, karena dia belum pernah bermain di tempat seperti ini.
Seohee sebenarnya juga bingung Donghae ada dimana.
Karena, dia tidak tau kamar mana yang Donghae gunakan.
” Ya! Kau, yeoja yang disana?” Seohee terkejut bukan main ketika ada suara seseorang yang tampaknya memanggil dirinya.
” Apa yang kau lakukan disini?” tanya seorang namja besar, tinggi, tegap, kekar, dan ototnya gede kayak Ade Rai (?)
” Ehm, anu..anu..akuu..” Seohee gelagapan.
” MWO?!” bentak namja raksasa itu.
” Ingin mencari Lee Donghae, karena aku ingin tidur dengannya.” Seohee keceplosan.
” Oh, baiklah. Ku pikir kau penguntit. Donghae ada di kamar nomor sembilan.” jawab namja itu dan berbalik pergi.
Seohee menghela nafas dan mengelus dadanya.
” Untung, Tuhan memberkatiku.” bisik Seohee.
” Humh, kamar nomer sembilan? Oke!” Seohee berjalan perlahan mendekati kamar dengan angka 9 tergantung di depan pintunya.
Seohee hendak mengetuk pintu itu namun, Seohee terkejut karena pintu itu ternyata tidak di kunci.
Seohee masuk dengan perlahan ke kamar itu.
Dan di dapatinya kosong tidak ada orang.
Seohee melangkah masuk lebih dalam lagi dan berjalan mendekati ranjang.
Dilihatnya ranjang itu sepreinya kusut dan terdapat baju yang tadi Donghae pakai bertebaran dimana-mana. Termasuk underwearnya.
” Sepertinya habis pesta hot nih.” Seohee tertawa mengejek.
” Kalau bukan karena kasihan, tidak sudi aku begini.” Seohee melihat kesekeliling kamar.
Tiba-tiba…
BRAK!
Seohee terlonjak kaget, dan langsung menolehkan kepalanya ke sumber suara.
Seohee tidak sadar, bahwa ada kamar mandi yang terletak tidak jauh dari pintu masuk kamar.
” Kau?” Donghae yang baru habis mandi tampak terkejut melihat Seohee sedang berdiri di dekat pakaiannya yang berserakan.
” Kau? KYAAA!!!” Seohee juga kaget, dan langsung menutup matanya.
Patut disadari Donghae saat itu telanjang dan juniornya terekspos dengan jelas.
Mendengar Seohee berteriak, Donghae buru-buru memakai baju mandinya.
” Apa yang kau lakukan disini?” Donghae bertanya setengah membentak.
” Menyelamatkanmu.” jawab Seohee.
” Untuk apa? Hey, buka matamu. Aku tidak telanjang lagi.” Donghae bertanya.
Seohee membuka matanya, dan menatap Donghae yang sudah tidak naked lagi.
” Aku tau apa yang kau lakukan. Aku tau siapa eomma dan dongsaengmu. Aku tau statusmu.” Seohee menjawab dengan nada penuh kekesalan.
” Oh, mau jadi pahlawan rupanya? Sekarang apa urusanmu terhadapku? Apa hubunganmu denganku. Dan yang terpenting, APA PEDULIMU KEPADAKU?” Donghae berjalan mendekati Seohee dan Seohee hanya memundurkan langkahnya.
” Aku kasihan, kasihan dengan eomma dan dongsaengmu.” Seohee mulai siap dengan tinjunya.
” Katakan padaku, ada alasan lain kau melakukan ini padaku?” tanya Donghae.
” Aniyo.”
” Benarkah?”
” Ne, memang kenapa?” Seohee terus mundur sampai tubuhnya tertahan oleh dinding.
Dan Donghae terus mendekati Seohee, lalu menghimpitnya.
Seohee tidak dapat melayangkan tinjunya, karena Donghae menggenggam tangannya.
Donghae lalu mendekati bibirnya ke telinga Seohee.
” Mungkin, aku sudah suka kepadamu. Saat kita bertemu tadi siang. Dan aku senang, kau menjawab dengan rasa pedulimu terhadapku.”
Donghae mengecup lembu telinga Seohee, membuat Seohee merasa kegelian. Namun, Seohee langsung mendorong Donghae.
” Apa yang kau lakukan?” Seohee menyiapkan tinjunya.
Donghae menjauh, dan merentangkan tangannya.
” Pukul aku, apapun yang kau ingin lakukan pukul aku.” Donghae tersenyum dan tampak pasrah.
Seohee menurunkan tinjunya, dan berdiri kaku.
” Aku… Mungkin, ehm.. Sepertinya… Atau.. Ah! Pokoknya aku tidak mau menghajarmu. Aku tidak minat!” jawab Seohee ketus.
Donghae tertawa. ” Aku tau kau mau itu.”
” Mau apa?” tanya Seohee.
Bukannya menjawab Donghae langsung mendekap Seohee dan membantik tubuh Seohee ke atas ranjang. Lalu, Donghae menindih Seohee.
” Tidurlah, untuk sekali ini saja. Denganku.”
Donghae langsung mencium bibir Seohee, Seohee hanya diam dan memejamkan matanya.
” Buka mulutmu, cagiya.” pinta Donghae.
Donghae pun makin panas memainkan lidahnya.
Diemutnya bibir mungil Seohee, dan digigit dan dihisapnya bibir Seohee.
Dipaksa masuk lidahnya Donghae ke dalam mulut Seohee.
Awalnya, Seohee menolak dan menutup rapat bibirnya namun seiring dengan ciuman Donghae. Seohee membuka mulutnya menikmat permainan yang baru pertama kali dia lakukan.
” Humph.. Aumh.. Humph.. Ah! Hosh.. Hosh.. Aumph! Hump!”
Mereka berciuman dan melakukan perang lidah di dalam mulut masing-masing.
Tangan Donghae mulai bergerak, membuka baju yang dikenakan oleh Seohee.
Dan dalam sekejap, bagian atas tubuh Seohee sudah terlanjang, tinggal branya saja yang masih nyangkut.
Donghae melepaskan ciumannya, dan mengubah posisinya menjadi duduk, dan Seohee duduk diatasnya.
Namun, bukan berpangkuan melainkan mereka saling berhadapan.
Sekarang buah dada Seohee yang masih tertutup bra berada tepat didepan muka Donghae.
Dan Seohee melinkarkan kakinya di pinggul Donghae.
Donghae pun langsung membabat habis leher Seohee dengan kissmarknya.
” Ouh.. Ah, Donghae? Kau benar-benar berpengalaman.” desah Seohee.
Donghae tetap fokus mencium leher Seohee.
Tapi, ada gerakan sambilan yang dilakukan Donghae yaitu, meremas bokong Seohee.
Lalu, Seohee yang bergairah dan terangsang langsung membuka sendiri kaitan branya dan menyodorkan buah dadanya untuk dimainkan oleh Donghae.
Donghae yang sudah mendapat tanda positif langsung meremas kedua buah dada Seohee dengan kedua tangannya.
Diremasnya dengan lembut dan sesekali dipilin dan dicubit putingnya.
” Ouh.. Ah! Ah! Ah… Ouh, Hae-sshi.” Seohee kembali mendesah.
” Teruslah, kau mendesah cagi.” Donghae terus memainkan payudara Seohee.
Donghae pun mengumpulkan air liurnya dimulutnya dan mengulum payudara kanan Seohee. Dan Seohee yang terangsang langsung mencubit puting Donghae. Dan meremas dada bidang Donghae.
Donghae yang kegelian jadi mengulum dan menggigit puting Seohee, membuat Seohee menekan kepala Donghae jangan sampai lepas dari payudaranya.
Tangan kiri Donghae sibuk meremas payudara Seohee yang satu lagi.
” Buka baju mandimu.” pinta Seohee, dan dalam satu gerakan. Donghae sudah telanjang total. Tinggal Seohee dengan celana jeansnya.
Donghae mendorong Seohee dan Seohee jatuh terlentang diatas ranjang.
Donghae pun membuka resliting celana Seohee, dan mengakat satu kaki kiri Seohee untuk melepaskan celananya dari tubuh sang pemilik, lalu setelah lepas dari kaki kiri. Kaki kanan Seohee diangkat dan diperlakukan hal yang sama.
Begitu juga ketika underwear Seohee dibuka.
Sekarang keduanya sama-sama telanjang.
” Kau siap, cagi?” Donghae mencium kening, mata, hidung, bibir, leher, belahan payudara, perut, pusar, dan terakhir vagina Seohee.
” Mainkan aku dulu. Buat aku keluar.” goda Seohee.
” Gwenchana.” jawab Donghae.
Donghae memulai aksinya.
Pertama Donghae memasukan jari tengahnya, lalu disusul jari telunjuk dan jari manisnya.
Dan hal itu membuat Seohee melek seketika.
Diaduk-aduk, dan dimaju-mundurkan jari Donghae didalam vagina Seohee.
Seohee bergelinjang.
Donghae pun mencubit dan kadang mensentil klotorisnya Seohee.
” Oh.. Ah.. Oh.. Ah.. Uh! Uh! Enak sekali..” desah Seohee.
Donghae merasakan ada sesuatu yang kental dan hangat aku keluar.
Dengan cepat Donghae memasang mulutnya di vagina Seohee.
” Sepertinya, aku keluar.”
CROT! Cairan cinta Seohee tumpah didalam mulut Donghae, dan dengan cepat Donghae telan, lalu dibersihkannya cairan-cairan yang menempel dirambut vagina Seohee.
Dijilatnya, dan diemutnya vagina Seohee yang mulai memerah itu.
” Gantian!” Seohee menarik kepala Donghae lepas dari vaginanya.
” Ayo! Kalau itu mau mu. Emut, lollipop ini.” Donghae menyodorkan juniornya yang sudah tegang ke dalam mulut Seohee.
Haumph!
Seohee melahapnya. Diemutnya, dan digigit ujung junior Donghae. Dihisap sesekali twinballnya Donghae, dikocoknya junior Donghae di dalam mulutnya.
Donghae menekan kepala Seohee agar semakin memperdalam emutannya.
” Aku mau keluar.”
BLUR! Cairan Donghae tumpah dimulut Seohee.
Dan Seohee sedikit tersedak.
” Uhuk.. Uhuk.. Uwek..”
Donghae duduk kembali, dan meminta Seohee duduk dipangkuannya. Seperti posisi awal mereka tadi.
Seohee kembali melingkarkan kedua kakinya di pinggul Donghae. Dan Donghae memasukan juniornya yang sudah licin ke dalam lobang vagina Seohee.
” Sempit. Ini yang pertama kan? cagi.” tanya Donghae.
” Ne. Duh? Masih sakit dan pedih.” jawab Seohee.
Donghae mendesak juniornya masuk lebih dalam ke vagina Seohee.
Dan dapat Donghae rasakan, selaput daranya Seohee sudah Donghae rebut.
Dan akhirnya dengan sekali dorongan junior Donghae mantap dilubang Seohee.
Donghae mulai memaju-mundurkan juniornya.
Demi mengurangi rasa sakit, kedua payudara Seohee sudah diremas kuat oleh Donghae.
Dan Donghae mencium secara ganas bibir Seohee secara bertubi-tubi.
Mereka melakukan hal yang sama selama 20 menit. Dan, akhirnya..
” Aku mau keluar!” teriak Seohee.
” Aku juga, kita keluarkan bersama.” jawab Donghae
PROTT!
Cairan cinta mereka saling bertemu.
Mereka melepaskan tubuh mereka. Dan berbaring tidur.
” Aku lelah.” ucap Seohee.
” Tidurlah kalau begitu.” jawab Donghae.
” Berjanjilah padaku.”
” Mwo?”
” Kembali lah menjadi apa yang diharapkan keluargamu. Jangan bohongi mereka lagi.” pinta Seohee.
” Ah, Ne.”
” Terakhir, putuskan lah ahjumma dan yeoja-yeoja pelangganmu. Dan lakukan ini hanya untukku seorang. Janji?” tanya Seohee mengulurkan kelingkingnya.
” Demi rasa cintaku padamu, Seohee. Janji. Aku berjanji. Aku akan membahagiakan keluargaku secara halal dan jujur. Lalu, menjalin cinta dengan seorang yeoja, yaitu KAU.” Donghae menyambut kelingking Seohee, dan mereka tertidur bersama.
-THE END-
Gimana?
Mian, readers kalau kepanjangan dan kurang hot??
Koment tetap ditunggu yaa~
Gomawo! Sudah mau membaca *bow*
Posted on June 13, 2011, in Oneshoot, Yadong NC 21 and tagged Donghae, NC 21, Oneshoot, Super Junior, Yadong. Bookmark the permalink. 63 Comments.






waduhhh…tengah malem dha posting’n yg bikin melek….hahahaha
dari mata 5watt smpe mlek kga mrem” nieh,
daebak chingu!!
lnjut….
chingu,
klo dha sequel’a pasti lebih seru….~~~
Daebak dah xD
Daebak thor! aku suka jalan ceritanya..
btw, koq donghe n unyuk mulu yg jdi castnya? Kyuhyun kapan thor??
auuuuw…
Donghae keren bgt.itu bkn kpanjangan tp endingx krg lama,masa dg 1ronde doank hae lgsg nurut ma tuh yeoja?haha…gmn klo smpe 5ronde,bs2 hidup hae pindah ketangan seohee..
Mr. KillerSmile cm numpang lewat doank y?haha…jdi pgn baca nc ma cwo sedingin kibum.psti keren tuh…
ayo smangat thor,bwt yg lbh byk lg yg cast suju.biar tmbh seru.
Agak sedikit kepanjangan *atau aku aja yg udah ngantuk jd bacanya pelan2 bgt hehe* tp bagus ceritanya
bagus chingu!
malem2 baca nih ff ketawa ngakak sendiri(?) XD
lanjutkan~
Waow,, respon ke4 neh…
Cerita itunya kurang panjang ching… Hehe
And kyknya dramanya kepanjangan but overall its good!!!
idenya udah bagus..
tapi feel Donghae disini kurang ._.
apa lagi pas bagian NC nya..
overall bagus kok, ditingkatin aja
ditunggu karya lainnya..
Gmn kehidupan mereka selanjutnya?
Sama2 org miskin kn tuh… Hho
kasian Hae disini kerja jdi gigolo #tuntutn peran
yeoja lgsg mau gtu, diajakin main ama Hae…
Haha
good good
ehmmm….santapan pagi *keren thor*
Ff di jadi’in chapter aja *seru* msh penasaran hae nya benaran berubah ga ?
Bagus thor. . .
Lbh bgus kalo di tambah sekuelnya. Kasian haeppa.
omona~ abang ikan yg polos dan manis jd gigolo ..
Huaa .
Bgus thor , bikin sequel nya doong ..
glek *nelen ludah* Donghae yang polos jadi gigolo?? ga ngebayang :’(
yaaaaa claudyaaaa~ Donghae si ikan mokpo kau jadikan gigolo?
mera’baaal entee.. *korban madid*
wakakakak..
ah, tapi ko akhirnya begitu siy?huhu
Alurnya dpt kok author
bice FF
Alurnya dpt kok author
nice FF
Suami kuu :’(
mbikin sekuelnya dunk chingu
Wah, baru ketemu udh langsung main? ><
wkwkwk, bener2 dh haeppa memang hbt…
H.O.T lah^^
aaaaaaaaaaaa……………..gag relaaaaaaa………suamiku kerja kyk gitu………………
gggaaaaa rellllaaaaa…….=((
bagus ceritanya thor,,, tpi mnurutku kurang panjang,,,,,ceritanya terkesan d paksakan,, tpi nc.y hot koq….hhhhe…
thoooooorrrr~~~~
KEREN BANGET DAHHHH !!
suka bgt pas bgian Kibum ama Donghae yang ‘super junior’ itu loh. Hahaha *apadeh
End.Y SOOOOOOO SSSWWWWEEEEETTTTT :*
Good job thor^.^
Ga tega liat donghae yg polos jd gigolo. Tp bgus kok, kpnjangan intronya mgkn. Jd bgian ‘itu’nya trlalu singkat
kyaaaaaaa…
Donghae jd gigolo..
Ajiiiiiiiibbb
soohee plos ato gmna sii? *ngekk
tpiiiiiii daebaaaaakk
masiiii kurang hot..tambahiiiiin
kyaaaaa…abang ikaan , waduuuhhh.. udah dapet yang enak mah mau yaa brhenti jadi gigolo , wkwkwk
Soohee pasrah amat, mentang mentang si ikan menggoda iman #plak lanjutkan thor
*apadeh?
seohee nepsong jga ternyata!! kasian bgt si hae di tampar ma tu ajjuhma!!! -.- sequelx dong thor!!!!
Wkwkwkwk ikan laknaaaaaaaaaat, masa kalah sama ahjumma wkwkwk
bikin sequelnya dong
Wkwkwk ikan laknat masa kalah sama ahjumma super wkwkwk bikin sequelnya dong author
hae jadi gigolo, tidak hae ku yg baik. . .
Kok jadi seohee y yg nafsong. . . .
Yuhuy. . .
Dasar ahjumma peot baong! Hih~ “P
Jahat! Ud bgus ampe 6 round! Eh malah nampar my baby hae! (~_~)
SEBEL bgt deh ikh~ nyebelin!
Haepa sih emank cengeng kn! Tp Daebak koq
Salut de ama perjuangan babyhae & seohee!!
Hahahahahaha~ bunyi jatoh’a aneh!
Seru deh nie ff… ada nilai moral’a jg! Bgus bgus bgus…
LANJUUUTTT~ Wajib loh *-*
rada ga tega gitu waktu baca haenya bgitu sama ahjumma.
tapi ini bagus suka
mau tau kelanjutnya, si hae berubah ga tuh haha
waw bikin deg2an thor . Sequel kyknya seru kkkk~
aigoooo..itu adjumma baong pisan nampar hae segala dasar jahat.
6 ronde kgk puas..ckkckckck
seru nih ff nya.lanjutkan ..!!
crita awalny sdkit kpnjgn, trus td kyanya bukn nampyeon namja, tp nappeun namja=nmja nakal, ltar blkg si hae uda bgus. .
cukup hot,,, dah yg terpenting ide ceritany menarik…
akhirnya donghae insyaf,, ekkekkeekek
Aku baca sambil senyum2 sendiri deh =.=”
Ide ceritanya menarik.
Tapi NC masih agak kurang deh~ #plakk
aduuh dasar anak berbakti si hae ~
bikin sekuelnya thooooor ~ >o<
hahaha keren deh
Mwo?? 6x?? Kuat bgt ajumma itu..
Kasian donghae d tampar n d maki sm ajumma itu.. Masa 6x blm puas jg..
Soehee hebat bisa menyadarkan donghae meskipun keperawanannya yg menjadi taruhannya..
lho kok jadi gini ?
hhahaah
mau deh jadi so hee
Huaa akhir.a si oppa sadar jga..
Nice epep
heh? endingnya kecepatan~~~ masa langsung sama2 jatuh cinta sih… masa cuma satu ronde sih.. *kebanyakn protes, ditendang author*
but, good story..
kurang tuh.
Ama ahjumma aja 6 ronde, masa ama pacar sndiri cuma 1? *maruk*
Bagus kok
Iwaw hot men \m/ wakaka
NCnya kurang panjang tapi-_-v hehe *mintaditabok
Alurnya jg bagus tp rada kecepetan hehe ._.
DAEBAK *lemparonewkeranjang(?)-_- #plak
Ceritanya kepanjangan di awal thor.. NC-nya jadi ga menonjol nih..
Hotnya cuma dapet setengah..
Kalo NC-nya lebih diper jelas jadi daebak deh ini FF.
Hehehee
Fighting thooorr
Hyaaaaaa
DD
DD
i really love this fic
ini cerita nya bagus banget~
ditunggu karya2 selanjutnya ya
Woo.. Dri benci jdi suka..
G
Bgs ffnya!
aku suka endingnya. .bwt sequelnya dong
Suka jalan ceritanya, thooor
Crtanya beda,donghae jdi gigolo yg sring d siksa sm ahjuma,kasian banget….
tpi lucu jga,msa bru prtma kali ktmu lngsung nc an,trus jadian jga tpi daebak lah endingx…
Pas bangrt chingu pas ,aaaaa donge tuh emang palijg the best lah ya~
y ampun hae oppa ksian bgt d-tampar sm ahjuma2 lg !!
Kyaaa >< nice NC (?) Wkwkwk
anjir panas men -___-V
kasian yang berujung puas ahahahahahaha
Yaolo..kagak donghae, kagak heeya sama2 napsu! Sama2 miskin pula.. Kalo hae stop kerja ntar mau makan apa??
Sblm pensiun layanin gw dl dunk..gw janji dah kgk maen tampar2an kyk itu ajhumma.. *super duper ngarep* /PLAKK
Wkwkwk
Btw, nice ff thor^^d
Och no !! Suami ke 2 ku (bca : donghae oppa)..
Nggak ikhlas bcanya, tapi tetep juga dibca n ngnggep cast cweknya itu saya.. Hehehe…
Ada suami prtmaku (bca : kibum oppa) juga, tapi cman nmpang lwat doank..
Pngen bca dech ff yadongnya kibum oppa, hbis aku blom prnh bca ff yadongnya suami prtmaku itu… #plak#..
Nice ff.. Selalu !!
asik! akhirnya hae insap jg..gtu dong hae
aigooo donghae kasian bnged yahh.. kerjany jadi pemuas ahjumma ahjumma.. mending sama aku aja dahh *plakk*unyukk mau dikemanain*
aigoo untung ada seohee jadinya sii donghae insyaf dahh tpii kasian seohee jdinya sama cwo yg kkyak bgtuu *dgetok sii ikan* tpii namanya juga ud cinta,, bodo amat dahh yahh
keren!!!!!!!!!!!!!!!!!
akhirnya donghae tdk jd org yg dicampakkan lg
Mantap thor! Pas Soehee mau msk ke kamar Hae rasanya aku ikut deg2an >o< tp yadongnya kurang hot ni thor
waaaaauuuwwww…