It’s My Self
1. Author : BeeNim
2. Judul : It’s My Self-side story
3. Kategori : NC21, Yadong, Oneshoot
4. Cast :
- Kim Heechul
- Song Hyunra
FF ini asalnya dari seri It’s My Self yang dimuat di blog ourfanfictionhouse.wordpress.com. Authornya minta saya bikinin satu part yang ada adegan NC21 (bed-scene), jadi saya buatin. Sebenernya udah dibuat lama sih, dan baru sekarang kepikiran untuk dikirim ke blog lain. Semoga ga mengecewakan ya.. *bow*
Published @ http://aineino.wordpress.com & http://ourfanfictionhouse.wordpress.com
————————————————–
Kamar ini sangat harum, pikir Hyunra. Desainnya memang dimaksudkan sebagai suite bulan madu. Gadis itu melihat sekeliling kamar yang didominasi nuansa peach dan oranye. Perpaduan warna itu, ditambah kelopak bunga mawar yang bertebaran di atas ranjang, memberikan kesan hangat dan romantis. Dari jendela kaca yang besar dia bisa melihat kelap-kelip lampu kota di kejauhan.
Hati Hyunra berdegup kencang sekali. Ya ampun, dia sudah jadi istri sekarang. Dan ini malam pertamanya! Oh Tuhan, tolonglah aku, doa Hyunra mendekati kursi dan kemudian duduk untuk meredakan kakinya yang gemetaran.
Heechul, suaminya, sedang mandi. Dia sendiri sudah selesai mandi dan sedang menunggu dengan tegang. Apa yang harus dia lakukan? Menunggu di ranjang? Atau di kursi ini saja? Dia memandang berkeliling, lalu mengintip tubuhnya di balik jubah mandi besar yang tadi dikenakannya. Kulitnya terlihat putih berseri di dalam sana. Kemudian dia meraba wajahnya. Apa malam ini dia sudah cukup cantik? Atau dia perlu membubuhkan make-up?
Tunggu dulu, kalau dipikir-pikir, malam pertama itu kan ‘tidur bersama’. Coret kata bersama, tinggal kata tidur. Jadi kalau mau tidur, untuk apa memakai make-up kan? Hyunra menganggukkan kepalanya, yakin bahwa tidak memoleskan apapun adalah yang terbaik. Gadis itu kemudian meraba giginya yang dipagari kawat gigi dengan lidah. Dia tadi sudah membersihkannya dengan teliti, jadi kalau nanti Heechul menciumnya, semua akan sempurna.
Klek. Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka. Dan jantung Hyunra terlepas. Bagaimana ini? Aduh, aku belum siap! Pekik Hyunra dalam hati.
Dari dalam kamar mandi, Heechul melangkah keluar dengan hati berdegup kencang. Tadi sebelum memasuki kamar mandi, dia melihat Hyunra hanya mengenakan jubah mandi, jadi lelaki itu pun memutuskan melakukan hal yang sama. Di luar, dia melihat istrinya itu sedang duduk menantinya di kursi. Heechul bisa melihat ketegangannya dengan jelas. Membuatnya geli.
“Ahahaha! Kenapa kau?” Heechul menertawakan ketegangan Hyunra.
Istri Heechul yang sekarang ini sudah cantik tersipu malu mendengar ejekan suaminya. “Yha! Jangan tertawa! Aku sedang tegang tahu!” bentak Hyunra membuat Heechul mendesah. Istrinya itu, hanya penampilan luarnya saja yang berubah sesudah operasi plastik besar-besaran. Dalamnya tetap wanita galak yang sama sekali tidak ada feminin-femininnya.
“Kau takut?” Heechul menghampiri Hyunra sambil duduk setelah menyampirkan handuknya di sandaran kursi di hadapan kursi Hyunra.
Dibilang takut, Hyunra merasa gengsi. Bahkan kepada dirinya sendiri gadis itu tidak mau mengakui. Dia hanya gugup, gugup itu berbeda dengan takut. “Tentu saja tidak! Hanya malam pertama saja, siapa yang takut?!”
Heechul menghentikan gerakannya yang hendak mengambil botol champagne dari dalam ember berisi es di atas meja. Itu semua servis dari hotel. Mereka memang biasa menyediakan champagne pilihan untuk pasangan manapun yang membooking suite bulan madu ini. Pandangan Heechul berubah tajam menatap Hyunra. Taruhan seluruh hartanya, Hyunra sedang ketakutan sekarang. Untuk membuktikannya, Heechul mendekati gadis itu. Matanya intens menatap Hyunra, lalu beralih ke bibirnya. Masih beberapa senti jarak bibirnya dari bibir Hyunra, gadis itu sudah memejamkan mata rapat-rapat. Bibirnya terkatup seperti Heechul hendak memaksanya minum jamu pahit.
Lelaki itu merasa menang. Dia tertawa tanpa suara sambil menuangkan champagne ke dalam dua gelas yang tersedia kemudian memegang kedua gelas tersebut di kedua tangan. Baru setelahnya dia melepaskan suara tawanya keras-keras. “AHAHAHAHAHAAHAHAAA! Kau memang ketakutan!”
Hyunra yang terkejut mendengar suara tawa Heechul segera membuka mata. “Yha! Kau mempermainkanku?!” Seru Hyunra kesal begitu menyadari tubuh Heechul ternyata tidak sedekat dugaannya, malah laki-laki itu sudah sempat menuang champagne sementara dia ketakutan tadi. Mulutnya terbuka lagi hendak melontarkan sumpah serapah, tapi keburu dibungkam oleh Heechul.
Suami Hyunra itu meletakkan satu gelas di bibirnya, sehingga Hyunra tidak bisa meneruskan kata-katanya. “Minumlah dulu. Untuk membuat kita rileks,” Heechul berkata tenang sambil kemudian menyesap gelasnya sendiri.
Hyunra menerima gelas uluran Heechul kemudian mengikuti tingkah suaminya. Selama beberapa menit mereka hanya menyesap champagne sambil memandang satu sama lain. Saat itulah Hyunra mulai merasakan lagi debar-debar di hatinya yang selalu meningkat lebih cepat jika melihat Heechul. Suaminya memang sangat tampan. Bibirnya yang tebal begitu menarik. Hidungnya lurus sempurna, kulitnya halus bagai susu, dan dengan rambutnya yang setengah basah, Hyunra mengakui dia merasa bahwa suaminya seksi—ah bukan sekedar seksi, tapi sekssseeehhh—malam ini. Karena gugup, Hyunra menelan champagnenya cepat-cepat.
Heechul memalingkan tatapannya dari Hyunra. Dia menatap ke arah jendela. Mulutnya berujar, “Santai saja, malam ini masih panjang. Kita nikmati saja pelan-pelan.” Lelaki itu menyesap champagnenya sekali, lalu berkata lagi, “Lihat, di luar sangat indah,” katanya sambil menggedikkan kepala ke pemandangan malam yang terbentang di jendela.
Hyunra mengikuti pandangannya, kemudian tersenyum. “Kau benar. Indah sekali. Aku baru sekali ini bermalam di hotel sebagus ini, jadi baru punya kesempatan menikmati pemandangan begitu.”
Heechul kembali memandang Hyunra. “O,” dia hanya menimpali singkat. Lelaki itu mengamati sosok Hyunra. Gadis itu sudah jadi gadis yang menarik sekarang, tapi toh dia bukan menikahinya untuk itu. Dia menikahinya karena hati gadis itu bisa memberi ketenangan baginya. Namun jujur saja saat Heechul memandanginya sekarang, dia hanya bisa mengatakan cantik tanpa bisa merasakan gairah, sesuatu yang seharusnya dimiliki pria manapun di malam pertama mereka. Bayangan Hangeng dan Yesung berkelebat terus-menerus menggantikan wajah Hyunra di depannya. Bagaimanapun, kedua orang itulah yang pernah dicintainya. Bukan Hyunra.
Dia memang berjanji akan belajar mencintai Hyunra. Tapi sumpah mati, itu tidak mudah. Bagaimana bisa dia mencintai seorang perempuan dalam sekejap setelah seumur hidupnya dihabiskan mencintai dua orang pria? Yah, meskipun keduanya berakhir dengan menyedihkan.
Hyunra melihat pantulan bayangan Heechul di jendela. Dia menoleh ke arah pria itu karena cara pria itu menatapnya sangat aneh. Begitu dia menoleh, pandangannya langsung menangkap pandangan Heechul yang sendu.
“Hyunra…” panggil Heechul lirih.
Hyunra melebarkan matanya mendengar nada suara Heechul. Apakah sekarang akan dimulai? Bagaimana ini? Dia belum minum cukup alkohol untuk membuatnya rileks. Ini terlalu cepat!
Heechul membunuh bayangan Hangeng dan Yesung dengan kejam. Yang ada di hadapannya saat ini adalah Hyunra. Gadis itu sudah mau menemaninya seumur hidup, jadi mengapa dia tidak bisa mengorbankan sedikit perasaannya?
Diletakkannya gelas di tangannya ke atas meja. Kemudian dia mengambil gelas di tangan Hyunra dan menaruhnya juga di samping gelasnya. Dia berdiri sambil menarik Hyunra bersamanya. Tadi di depan altar dia sudah bisa mencium Hyunra dengan dalam. Dia yakin dia bisa melakukannya lagi sekarang.
Diciumnya bibir Hyunra. Awalnya pelan, lalu dia mulai mengulum bibir bawah gadis itu sehingga bibirnya jadi basah. Heechul bisa merasakan tubuh Hyunra mulai meleleh di tangannya. Mata gadis itu sudah terpejam dan saat Heechul mengintip mukanya, pria itu tiba-tiba menjadi tegang. Bayangan wajah Hangeng dan Yesung berkelebat lagi membuat ciumannya meragu.
Merasakan ciuman suaminya berubah aneh, Hyunra membuka matanya ingin melihat apa yang terjadi.
Heechul takut ketahuan sedang membayangkan orang lain, sehingga dia melepas bibirnya. “Yha! Jangan buka matamu!” bentaknya pada Hyunra.
Dibentak begitu Hyunra jadi sebal. “Kau ini kenapa sih?! Aku kan hanya membuka mata!” dia balas membentak Heechul.
Si suami menghela nafas. “Baiklah, kita ulangi lagi. Kali ini jangan buka matamu, mengerti?”
“Kalau begitu kau juga jangan mengawasiku terus! Kau juga harus menutup matamu!” Hyunra memberi syarat. Rasanya tidak adil sekali dia disuruh memejamkan mata sementara Heechul justru mengawasinya agar tidak membuka mata. Kok sepertinya dia ini maling.
Heechul mengangguk-angguk tidak sabar. “Baiklah, baiklah. Ayo kita mulai lagi.” Tanpa menunggu jawaban Hyunra, Heechul menyerang bibir Hyunra lagi. Kali ini pendahuluannya tidak lama-lama. Dengan cepat kecupannya berubah menjadi ciuman yang lebih dalam. Hyunra menepati janjinya untuk menutup mata, sementara Heechul tidak bisa teguh menepati perjanjian mereka. Seringkali dia membuka matanya untuk melihat Hyunra. Jujur saja dia sedang mencium Hyunra berbekal teori. Tak ada perasaan sama sekali di sana. Dia hanya berkonsentrasi untuk membuat Hyunra merasa terlena sehingga istrinya itu tidak menyadari bahwa dia tidak menggunakan perasaannya.
Hyunra merasakan gerakan bibir Heechul sangat ahli. Dengan lidahnya lelaki itu membuka mulut Hyunra kemudian membuatnya terlena dengan gairah. Yang sebenarnya, Hyunra sudah bergairah sejak bibir Heechul menyentuh bibirnya. Dia tidak bisa melakukan apapun untuk mempertahankan kewarasannya. Melihat Heechul membuat hatinya bagai diguncang gempa. Disentuh Heechul rasanya dia bagai meleleh. Sekarang pria itu menciumnya, entah bagaimana perasaannya.
Perlahan pasangan itu bergerak mendekati kasur. Tentu saja Heechul terus membuka matanya ketika mereka berjalan. Mencium Hyunra cukup mudah dilakukan. Gadis itu langsung terlena dalam pelukannya ketika dia memperdalam ciumannya. Yang sulit baginya adalah mengekang dirinya sendiri untuk tidak membayangkan selain Hyunra. Di tepi tempat tidur, kini tubuh mereka sudah berhadapan. Tubuh Hyunra begitu luwes mengikuti tubuhnya, membuat Heechul memiliki kepercayaan diri untuk memejamkan mata.
Keputusan yang salah. Ketika dia melakukannya, dia teringat Hangeng. Serta-merta Heechul membuka matanya lagi. Dan di depan matanya tampak wajah Yesung menggantikan wajah Hyunra. Sontak Heechul melepaskan ciumannya. Ternyata kebenciannya pada Yesung tidak cukup untuk menyingkirkan kenangan pria itu dari benaknya.
Terkejut Hyunra membuka matanya. Dia tidak begitu menyadari apa yang terjadi kecuali bahwa dia kehilangan bibir Heechul. Setelah beberapa detik baru dia terbangun dari kabut yang menyelimutinya dan bingung menatap Heechul yang membelalak di depannya. “Kau—“ suara Hyunra tercekat. Dia memuluskan kerongkongannya dengan menelan ludah lalu mencoba bicara lagi. “Kau kenapa?” akhirnya dia bisa bersuara. Meskipun suaranya terdengar aneh.
Heechul menggeleng kuat-kuat untuk mengusir bayangan dua setan dalam kepalanya. Hyunra mengartikan gelengannya sebagai ganti jawaban “tidak apa-apa”. Kemudian secara mengejutkan Heechul mendorong Hyunra agar tertidur di kasur. Kasar dibukanya jubah mandi Hyunra sehingga sekarang dada istrinya itu terbuka lebar.
Nafas Heechul tersengal-sengal. Bukan karena menahan nafsu, tapi karena berusaha keras mensugesti dirinya bahwa tubuh istrinya bisa membangkitkan gairahnya. Dia sama sekali tidak memperhatikan wajah Hyunra yang memerah malu karena dipandangi begitu. Heechul memindahkan tubuhnya ke atas tubuh Hyunra lalu dengan keras dan berkonsentrasi, dia meremas dada Hyunra.
Gadis itu menggigit bibirnya menahan erangan yang hendak keluar. Erangan karena sakit. Heechul meremas dadanya keras sekali. Untungnya kesakitannya dengan cepat tergantikan oleh rasa deg-degan yang kuat karena Heechul kini sedang mengarahkan mulutnya ke dadanya.
Mata terpicing Heechul terus mengamati dada Hyunra sementara bibirnya mulai mengecupi permukaannya. Aku harus berkonsentrasi, harus berkonsentrasi, tekad Heechul. Tangannya mulai berkeringat. Setelah beberapa saat mengecupi dada Hyunra, Heechul mulai kehilangan inspirasi. Apa yang harus dilakukannya? Haruskah dia memasuki Hyunra sekarang? Dia memang merasakan tubuhnya mulai mengeras, tapi tidak ada perkembangan lebih. Atau memang dia bisa memasuki Hyunra dengan kondisi setengah-setengah begini? Ah, rasanya kok tidak.
Dengan putus asa Heechul mengerang dan menjatuhkan tubuhnya ke samping tubuh Hyunra. Istrinya itu hanya bisa melongo terkejut. Setelah beberapa menit, Hyunra menemukan suaranya kembali. “Hee, Heechul-ra…?”
Heechul mengusap wajahnya dengan gemas. Dia kesal. Pada godaan setan yang menghantuinya dari tadi. “YHA! Kau ini kaku sekali sih?! Mana bukti kata-katamu di altar tadi? Katanya kau akan lebih ganas dariku?! Kau pikir enak melakukannya dengan orang kaku sepertimu?!” Ya Tuhan, masukkan saja aku ke neraka sekarang… Heechul menyesali setiap kata-kata yang dikeluarkannya. Dia kesal pada dirinya sendiri, tapi mengapa dia memarahi Hyunra?!
Wajah Hyunra pias dicaci begitu oleh Heechul. Tidak menyangka akan dihina seperti itu oleh suaminya sendiri. Dia tahu dia memang tidak punya pengalaman, tapi bukan berarti dia tidak punya insting, kan? Pelan-pelan kemarahan menggelegak di dadanya.
Dengan nafas menderu akibat kemarahan, Hyunra bangun dan melepas jubah mandinya. Memperlihatkan tubuh polosnya di hadapan Heechul. Pria itu terkejut dan pias melihat tubuh Hyunra serta wajahnya yang mengeras. Tapi Hyunra tidak menunggu apapun. Tangannya dengan geram membuka jubah mandi Heechul. Kalau kain itu berkancing, pasti sudah robek karena Hyunra mengerahkan seluruh tenaganya untuk melakukan itu.
Kini tubuh Heechul juga terpampang polos di hadapan Hyunra. Meski Hyunra merasakan malu menjalarinya, tapi kemarahannya lebih besar. Dengan segera dia menaiki tubuh Heechul dan menduduki pinggangnya. Kemudian dia menunduk dan mulai menciumi Heechul seagresif yang dia bisa.
Karena tidak cukup berpengalaman, ciumannya kasar dan tidak enak sama sekali. Heechul berusaha menghentikannya, tapi Hyunra rupanya sudah kemasukan setan entah dari mana sebab dia kini bisa menahan wajah Heechul dan menyerang leher pria itu. Awalnya hanya dengan bibir, tapi lalu lidahnya mulai beraksi, membuat Heechul jijik. Tubuhnya merinding merasakan serangan Hyunra. “Hentikan! Hentikan, Hyunra-ya!”
Hyunra tidak mau mendengar. Dia mencengkeram tangan heechul dan membimbingnya ke dadanya. Memaksa tangan itu meremas dadanya sementara bibirnya bergerak semakin ke bawah, ke arah dada Heechul.
“Hyunra~” Heechul memohon. Permohonan yang sia-sia. Hyunra tahu dimana tubuh pria dan wanita harus bersatu. Dia memundurkan duduknya, dan ketika pusat tubuhnya merasakan tubuh Heechul yang agak keras, dia menempatkan diri di atasnya. Dia sebenarnya tidak tahu ada yang harus dimasukkan, tapi untuk sampai tahap ini saja dia sudah menguras hampir semua keberaniannya, jadi dia berhenti sesaat dan membenamkan wajahnya di dada Heechul sebelum melanjutkan apapun yang instingnya suruh.
Di bawahnya, wajah Heechul benar-benar pias. Peristiwa yang menyebabkannya membenci wanita terbayang lagi. Waktu itu dia juga dipaksa seperti ini. Dia tidak punya kesempatan sama sekali untuk meloloskan diri. Kini, dia dipaksa oleh istrinya sendiri, seseorang yang akan mendampinginya seumur hidup. Apakah pemaksaan seperti ini akan dialaminya sepanjang sisa hidupnya?
Campuran rasa takut dan perasaan bersalah karena tidak mampu tertarik pada Hyunra membuat Heechul berputar-putar dalam emosinya. Yang dia tahu selanjutnya adalah dia tidak merasakan apapun.
Hyunra mengangkat wajahnya setelah mendapatkan keberaniannya kembali. Sebelum melanjutkan, dia melihat ke arah Heechul dengan pandangan ganas untuk membuktikan pada pria itu bahwa dia masih seagresif tadi.
Tapi dia terkejut melihat mata Heechul terpejam. Langsung dia merasakan ada yang salah. Wajah Heechul sangat pucat. Tubuhnya melemas dan—sekarang Hyunra baru merasakannya—sangat dingin. Gadis itu memukul pipi Heechul pelan, “Yha, kau kenapa?”
Heechul tidak bereaksi. Perasaan Hyunra mendadak diliputi kecemasan yang jauh lebih parah dari sebelumnya. “Yha! Heechul-ra!” kini tangannya menepuk pipi Heechul lebih keras.
Melihat masih tidak ada reaksi, Hyunra turun dari tubuh suaminya dengan panik. Heechul seperti orang mati. Tidak! Tidak boleh! Heechul tidak boleh mati! Mereka baru menikah! Air mata ketakutan mulai merebak di mata Hyunra. “Heechul-ra~” kini dia menggoyang-goyang tubuh Heechul. “Heechul-ra, bangunlah. Maafkan aku. Maafkan aku. Aku hanya bercanda. Kumohon bangunlah…!” Hyunra memanggil-manggil Heechul dengan panik.
“Aku tidak akan melakukannya lagi, yaksok. Jadi bangunlah, Heechul-ra~” kini air mata Hyunra sudah deras menuruni pipinya. Heechul tidak boleh mati, kumohon Tuhan… pinta gadis itu sungguh-sungguh. Apakah Heechul kena serangan jantung karena terkejut? Andwae. Kumohon, jangan. Jangan…
Dia memperhatikan wajah Heechul dengan kalut kemudian tangannya diletakkan di depan hidung Heechul. Seketika tangisnya meledak. Heechul masih bernafas. Dia ambruk di dada Heechul, menangis lega. Meski masih tidak mengerti kenapa Heechul tiba-tiba jatuh tak sadar. Dia sangat berharap Heechul tiba-tiba bangun dan mengagetkannya. Membodoh-bodohinya. Memakinya. Mengatakan bahwa dia hanya mengerjainya. Dia akan menerima semua itu. Asal Heechul bangun.
Bangunlah Heechul-ra, aku masih baru mencintaimu, jangan buat aku ketakutan begini, pinta Hyunra dalam hati sambil terus menangis.
***
Heechul membuka mata. Sesaat dia lupa berada di mana, kemudian ketika dia melihat kelopak mawar di depan matanya, dia terlonjak kaget. Terduduk, dia menatap berkeliling. Tatapannya tertumbuk pada sesosok gadis di sampingnya yang sedang duduk menekuk lutut. Mata gadis itu menatapnya sayu, sedih, lelah, dan entah apa lagi. Sebagian perasaan Heechul tak tega melihatnya, tapi sebagiannya lagi ketakutan mengingat apa yang mampu dilakukan gadis itu tadi malam.
Malam. Astaga, apakah dia pingsan semalaman? Lalu Hyunra? Sekarang Heechul memfokuskan pandangannya pada wajah Hyunra. Ya ampun sekarang gadis itu menangis. Di pojokan tempat tidur, kaki tertekuk di depan dada, rambut acak-acakan, tubuh berbalut jubah mandi yang kebesaran. Heechul ingin benar memeluk istrinya itu, tapi yang dilakukannya malah menarik selimut membungkus tubuhnya rapat-rapat.
Heechul mendengar isakan, “Maaf. Maafkan aku, Heechul-ra. Maaf…” Hyunra terus menggumamkan kata itu sambil menangis dan menatap mengenaskan ke arah heechul.
Kata itu. Maaf. Adalah kata yang tak pernah didengarnya sejak kejadian traumatis itu terjadi padanya. Ahjumma sialan yang memperalatnya waktu itu lolos begitu saja, membuat Heechul terpenjara dengan kekesalan, kemarahan dan ketakutannya. Semua itu adalah kombinasi yang lengkap untuk membuatnya membenci wanita. Kebencian yang saat ini melumer akibat permintaan maaf istrinya.
Permintaan maaf gadis itu pagi ini telah membuatnya merasakan kehangatan di satu pojok hatinya yang tak pernah tersentuh. Akhirnya, ada yang berhasil mencapai area hatinya itu untuk membawanya keluar dari kungkungan rasa marah dan malu yang selama ini menimbunnya. Tanpa sadar Heechul mengendurkan pegangan pada selimutnya dan bergerak mendekati Hyunra.
Lembut dia menyentuh rambut Hyunra, lalu tersenyum. Dia tidak merasakan ketakutan seperti yang diduganya semula. Kemudian dia mencoba lebih jauh lagi. Dibelainya pipi Hyunra sekaligus mengelap air matanya. Dia merasa baik-baik saja menghadapi ‘penyerang’nya.
Tapi Hyunra tidak. Gadis itu malah menundukkan kepalanya semakin dalam di antara kedua lututnya. Dia tidak berani. Dia tidak berani menyentuh Heechul. Dia takut. Takut terjadi sesuatu lagi pada pria itu. Ketidakpengalamannya telah menyiksa Heechul sampai-sampai pria yang biasanya tegar sampai cenderung kasar itu pingsan. Pasti ada sesuatu yang salah dalam dirinya yang membuat pria itu sedemikian keras tidak ingin bersama dengannya. Jadi, daripada dia harus kehilangan Heechul cepat-cepat, dia memilih menjaga jarak dan bertekad tidak akan mendekatinya lagi. Asal dilihatnya Heechul baik-baik saja, itu sudah lebih dari cukup bagi Hyunra.
“Hyunra-ya,” Heechul memanggilnya pelan.
Hyunra bangkit dari duduknya dan meninggalkan tempat tidur. Sambil berdiri dia menatap Heechul penuh kepedihan. “Maafkan aku, Heechul-ra. Aku memang bodoh. Aku memang tidak berpengalaman. Maafkan aku menyakitimu. Aku tak akan melakukannya lagi. Kau jangan pingsan lagi, aku mohon…” Hyunra memohon pada Heechul sambil menangis.
Heechul memperhatikan Hyunra. Gadis itu tampak seperti habis menangis semalaman, sampai-sampai Heechul bisa melihat bekas air mata berwarna kecoklatan di pipinya. Hatinya jadi tak karuan melihat itu. Hyunra menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi semalam. Padahal gadis itu tidak tahu apapun. Mungkin sudah saatnya dia menceritakan titik tergelap dalam hidupnya pada seseorang. Sepertinya ‘istri’ adalah orang yang paling tepat menjadi orang itu. “Hyunra-ya,” Heechul memanggil sambil menepuk tempat kosong di hadapannya, “duduklah di sini. Ada yang mau kuceritakan…”
Hyunra menatap Heechul tak yakin. Heechul mengangguk meyakinkan, tapi Hyunra tetap tak bergerak. Sampai beberapa kali Heechul mencoba meyakinkan istrinya itu untuk duduk di dekatnya, tetap saja Hyunra menolak. Gadis itu hanya diam menatapnya. Sorot matanya ketakutan. Akhirnya Heechul kehilangan kesabaran. “SONG HYUNRA!” bentaknya kasar. “DUDUK DI SINI ATAU KAU AKAN MERASAKAN AKIBATNYA!” Heechul menunjuk tempat di depannya.
Hyunra terlonjak kaget. Dia senang melihat Heechul yang biasanya, tapi tetap tidak mau mendekati Heechul. Akhirnya heechul keluar dari selimutnya, dengan tubuh polos mendekati Hyunra yang terbelalak. Ditariknya tangan Hyunra ke dekat kasur, lalu didorongnya istrinya ke atas kasur, membuat gadis itu terjengkang. “Kau ini baru jadi istri satu malam sudah membangkang!” Heechul berkata marah sambil menuding Hyunra. Lalu dia kembali ke tempatnya semula dan kembali membungkus tubuhnya dengan selimut. “Apalagi besok-besok! Aiissh, aku jadi harus telanjang begini. Dasar kau wanita mesum. Kau pasti sengaja kan supaya bisa melihatku telanjang?!” Heechul melanjutkan omelannya.
Hyunra terdiam tak bergerak di tempatnya. Lalu terdengar Heechul berkata lebih pelan, “Duduklah. Aku ingin cerita. Suamimu ini butuh tempat curhat, masa kau tak mau mendengarkan?”
Akhirnya Hyunra menurut dan duduk. Tapi dia menjauhkan tubuhnya dari Heechul. Heechul mendesah. Yah, begitu pun bolehlah. Lalu pria itu menghela nafas memulai ceritanya, “Dulu…”
Cerita itu menyakitkan. Tapi entah dari mana Heechul menemukan kekuatan menyelesaikannya. Dia terbata-bata dan pada beberapa bagian sempat tercekat menahan tangis, tapi selalu bisa melanjutkan kembali setiap melihat wajah Hyunra. Di bagian yang mengesalkan, gadis itu membelalakkan matanya, marah untuknya. Di bagian yang menyakitkan, Hyunra menangis untuknya. Semua itu membuat perasaannya lebih ringan dalam bercerita. “Jadi itulah mengapa aku begitu membenci perempuan. Bagiku mereka sangat menjijikan.” Heechul mengakhiri ceritanya.
Bibir Hyunra melebar jelek karena menangis. Terbata-bata gadis itu berkata, “Dan aku malah memaksamu semalam, hiks hiks…”
“Tapi kan kau tidak tahu,” Heechul berkata lembut. Nada paling lembut yang pernah digunakannya pada Hyunra. Perasaan pria itu sekarang jauh, jauh, jauh lebih ringan. Seolah simpanan hutangnya tiba-tiba dilunasi. Tapi dia aslinya tidak punya hutang kok. Sumpah deh.
“Hyunra-ya,” panggil Heechul pada Hyunra. Dia akan mengatakannya. Ini sesuatu yang besar dan butuh tanggung jawab besar pula, tapi dia harus melakukannya. Yang di hadapannya ini Hyunra, gadis yang hatinya telah membuat Heechul yakin bahwa masih ada tempat yang bisa dijadikannya sandaran. Dia telah memilih menikahinya, maka dia akan berbagi hidup dengannya. “Aku ingin mencobanya sekali lagi. Maukah kau membantuku?” Heechul bertanya sembari menekan rasa malu.
Hyunra membelalakkan matanya. Dia baru saja mendengar cerita yang sangat mengejutkan. Untuknya yang hanya mendengar cerita saja, hal itu terasa sangat menyakitkan dan traumatis, apalagi bagi Heechul. “Tapi tadi malam—“
“Tadi malam aku masih jadi pengecut. Sekarang ini aku sudah siap. Bantulah aku, Hyunra. Aku ingin menjadi suamimu yang sebenarnya. Dan suatu saat nanti, aku ingin punya anak darimu. Aku ingin membangun keluarga bersamamu.” Heechul memotong ucapan Hyunra.
Apa yang harus dilakukannya? Hyunra panik. Bagaimana kalau Heechul pingsan lagi? Itu menakutkan. Dan memalukan. Dan, “Aku, aku tidak punya pengalaman, Heechul-ra. Aku mungkin akan membuatmu panik.”
“Kau pikir aku punya? Hangeng meninggalkanku, Yesung hanya memperalatku. Lalu aku juga tidak pernah dekat dengan wanita. Aku juga tidak berpengalaman,” Heechul merangkak mendekati Hyunra. Tiba-tiba saja bibirnya sudah menyentuh bibir Hyunra, menciumnya sekilas lalu, “sama sepertimu,” bisiknya di dekat bibir Hyunra.
Hyunra membeku. Heechul menciumnya lagi. “Kali ini kalau kau membuka matamu, aku tak akan melarang. Kalau itu bisa membuatmu yakin, itu lebih baik,” ujar Heechul mencium bibir Hyunra lebih dalam.
Karena Hyunra diam saja, Heechul berpikir bahwa Hyunra menerima permintaannya. Dia keluar lagi dari selimutnya, lalu perlahan tangannya membuka jubah mandi Hyunra. Mereka kemudian duduk berhadapan saling memandang tubuh masing-masing. Tangan Heechul terulur ke arah dada Hyunra. Dia tidak menyentuh payudara seperti yang dikira Hyunra akan dilakukan pria itu. Tetapi tangannya menyentuh area dimana jantung Hyunra berada. “Hyunra, apakah kau benar-benar mencintaiku?” Heechul bertanya.
Perlahan Hyunra menganggukkan kepalanya. Heechul tersenyum. “Terima kasih,” katanya. Dia kemudian memeluk Hyunra. Dadanya menghangat ketika kulitnya bertemu kulit Hyunra secara langsung. “Aku, berjanji akan berusaha mencintaimu secepatnya. Hatiku sudah terbuka untukmu, semoga aku bisa memasukkanmu secepatnya,” Heechul mencium pundak Hyunra.
Hyunra mengerti itu. Dia menerima Kim Heechul karena dia membutuhkan pria itu. Meskipun dia tahu Heechul belum benar-benar mencintainya, tapi dia tahu Heechul sudah menyediakan tempat untuknya. Menunggu cinta Heechul sambil berada di sisinya tidak akan menjadi masalah untuk Hyunra.
Tapi Hyunra tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Kali ini dia tidak akan memaksa Heechul. Dia akan membiarkan pria itu menemukan ritmenya sendiri. Hyunra akan bertindak pasif. Dia tidak mau melihat tubuh Heechul tergeletak tak berdaya lagi. Itu sangat mengerikan. Maka ketika Heechul menciumnya semakin lama semakin dalam, Hyunra menekan gairah yang mendatanginya dalam-dalam. Dia harus bisa mengendalikan diri agar Heechul bisa terbiasa dengannya.
Heechul menjatuhkan tubuh Hyunra di atas kasur. Sekarang tubuhnya setengah menindih tubuh Hyunra. Tangan Heechul belum kemana-mana, masih di lengan Hyunra, hanya mengelusnya pelan naik turun. Pria itu masih terus menciumi bibir Hyunra.
Meski masih sesekali muncul, bayangan Hangeng dan Yesung tidak lagi terlalu mengganggu Heechul. Sekarang dia bisa menatap wajah Hyunra tanpa mengingat Yesung, walau ketika memejamkan mata dia masih melihat Hangeng. Heechul melepaskan mulut Hyunra, memperhatikan wajah istrinya lalu mengecup mulutnya lagi sekilas. “Kau tidak mirip Yesung,” bisik Heechul.
Hyunra memaksakan seulas senyum, “Tentu saja. Aku sudah operasi plastik, kau ingat?”
Heechul tersenyum menyesal menyebut nama Yesung. “Tidak, bukan itu. Di sini,” pria itu menyentuh dada Hyunra, “kau sama sekali tidak mirip dengannya. Kau mencintaiku,” mata Heechul tiba-tiba berkaca-kaca. Dia melepaskan Hyunra lalu duduk sambil mengusap matanya.
Bagaimana harus menjelaskannya pada Hyunra? Dia belum bisa mencintai gadis itu. Belum bisa, tapi dia yakin suatu saat nanti dia akan mencintai Hyunra. Hanya saja saat ini… mungkin belum. Kenapa Hyunra bisa mencintainya yang payah seperti ini?
Hyunra bangun dan memeluk Heechul dari belakang. “Heechul-ra, menangislah,” katanya pada Heechul. Yang Hyunra tahu, lelaki itu belum pernah menangis sekalipun. Setelah Yesung, setelah Hangeng, bahkan mungkin setelah trauma masa kecilnya, suaminya ini belum pernah benar-benar mengeluarkan kesedihannya. “Kita akan mempelajarinya pelan-pelan,” Hyunra berkata pelan, tapi jelas.
“Terima kasih, Hyunra-ya…” Heechul berkata sambil tetap membelakangi Hyunra.
***
“Kopermu sudah aku siapkan,” Hyunra berkata pada Heechul yang sedang berbaring di hadapannya. Suaminya itu hanya mengangguk tanpa suara sambil menatapnya. Heechul bisa melihat dengan jelas keresahan di mata Hyunra.
“Tiga minggu itu tidak lama, kok,” Heechul berusaha meyakinkan Hyunra.
Hyunra menarik nafas dan berusaha meyakinkan diri bahwa semuanya akan baik-baik saja. “Ya. Yang penting kau hati-hati di sana. Jaga pola makanmu, jangan sampai sakit,” Hyunra memandang ke arah lain untuk menyembunyikan kegalauannya.
Besok, Heechul akan pergi ke Taiwan. Akhirnya dia akan ditinggal sendirian setelah dua bulan pernikahan mereka. Padahal hubungan mereka belum ada peningkatan, dan sekarang suaminya itu harus pergi? Ini tidak adil. Dia ingin ikut ke Taiwan, tapi tidak ingin menjadi beban bagi suaminya. Akhirnya Hyunra membalikkan badan menyembunyikan risaunya.
“Kau tidak ingin mencobanya lagi malam ini?” Heechul memanggil Hyunra pelan. Hampir setiap malam mereka mencoba melakukannya, tapi perkembangan Heechul lambat sekali. Sekarang ini, dia memang sudah terbiasa dengan sentuhan Hyunra, tapi kalau Hyunra mulai melangkah lebih jauh, Heechul kembali menjadi tegang dan kaku, membuat Hyunra harus mengubur gairahnya dalam-dalam.
Malam ini, Hyunra tidak ingin mencobanya. Dia ingin menghabiskannya dengan tenang karena takut merindukan Heechul sementara pria itu pergi. Tapi, “Apa kau mau mencobanya?” Hyunra tetap berkata lembut pada Heechul. Dia tidak boleh egois. Saat hari terang, mereka boleh saja saling bertengkar dan mengata-ngatai satu sama lain, tapi di atas ranjang, dia harus menunjukkan cintanya pada Heechul. Kalau tidak mereka tidak akan bisa punya anak. Ini masalah serius.
Heechul merengkuh tubuh Hyunra dalam pelukannya. Dia tidak suka memikirkan situasi di Taiwan dimana dia tidak akan menemukan Hyunra. “Aku mungkin bisa melakukannya malam ini,” bisik pria itu di leher Hyunra.
Hyunra membelai tangan Heechul yang bertengger di pinggangnya. Tangan itu bergerak ke ujung piyama yang dikenakan Hyunra, kemudian dengan ragu-ragu menyusup ke baliknya, menyentuh kulit perut Hyunra. Pelan Heechul menggerakkannya ke atas dan begitu menemukan payudara Hyunra, dia membelai kemudian meremasnya pelan. Sekarang Heechul sudah tahu apa yang disukai Hyunra, tidak keras, tapi juga tidak terlalu ringan. Dia senang dia mengetahui hal itu, dan senang mengetahui bagaimana reaksi Hyunra jika dia menyentuhnya seperti itu.
Seperti keinginan Heechul, nafas Hyunra mulai berat. Pria itu kemudian menciumi leher Hyunra dari belakang. Dalam posisi ini, Heechul memiliki kepercayaan diri yang lebih sebab dia bisa berpegang pada reaksi Hyunra saja. Dia tidak harus melihat wajah Hyunra. Kesulitan terbesarnya saat melihat wajah Hyunra adalah dia melihat penerimaan total gadis itu terhadapnya. Itu membangkitkan rasa bersalahnya.
Hyunra meremas seprei ketika Heechul melumat area lehernya. Meski dia mulai putus asa karena Heechul hanya bisa mencumbunya tanpa berani melakukan penetrasi, tapi pria itu tidak pernah gagal membuatnya bergairah, bahkan ketika tahu bahwa gairahnya itu hanya akan berlangsung tanpa pelepasan. Hyunra memejamkan matanya dengan putus asa. Bagaimana caranya agar Heechul bisa merasakan kenikmatan? Dia tidak tega kalau suaminya itu terus-menerus menyimpan gairahnya hanya karena istrinya seorang perempuan.
Apa yang dilakukan dua orang pria jika mereka berhubungan? Hyunra tiba-tiba berpikir. Hyunra berusaha mengingat adegan-adegan dari video-video yadong yang dikumpulkannya belakangan ini. Ya, sembari menunggu Heechul mendapatkan kemampuannya, dia juga mempelajari semua itu. Dia menghapal trik-trik yang disodorkan oleh film-film itu dan menerapkannya untuk membuat Heechul bergairah. Dia juga memiliki koleksi yaoi, yang sudah ditontonnya, jadi mungkin itu bisa dijadikan referensi.
Mendadak Hyunra menemukan sebuah ide. Mungkin ini bisa dipakai. Yah, barangkali tidak untuk dirinya, hanya untuk Heechul, tapi siapa tahu begitu pria itu merasakan kemampuan Hyunra, dia akan lebih berani. “Heechul-ra~” Hyunra memanggil Heechul sambil menahan gairah yang semakin meningkat karena pria itu sedang asyik mempermainkan puncak payudaranya sekarang.
“Hmm?” bibir Heechul sedang menggoda telinga Hyunra.
“Apa kau,” Hyunra menggigit bibirnya menahan desahan yang hendak terlontar keluar, “mau percaya padaku?”
Heechul menghentikan semua aktifitasnya. Apa maksud Hyunra?
Gadis itu memanfaatkan kesempatan itu untuk berbalik menghadap Heechul. “Aku ingin melakukan sesuatu. Kau mau mempercayaiku?”
Mata Hyunra membulat lebar membuat Heechul tidak tega mengatakan tidak meski pada kenyataannya hatinya mulai merasakan datangnya kecemasan. Hyunra melihatnya, sinar panik di mata Heechul. “Aku tidak akan membuatmu jijik dengan segala lendir yang mungkin keluar. Kau bisa pegang janjiku,” Hyunra sudah paham sekarang. Heechul tidak tahan dengan sesuatu yang basah dan licin. Gairah suaminya akan langsung digantikan oleh kepanikan jika ada mukus yang dilibatkan di luar kegiatan berciuman.
Heechul menyembunyikan rasa bersalah dan takutnya dengan memandang ke arah lain. Hyunra mengejarnya dengan menciumnya. “Hanya tangan, aku berjanji. Kita belum pernah mencoba cara itu, kan?” bisiknya pelan. Heechul hanya diam tak menjawab. “Kita bahkan tak perlu membuka baju,” akhirnya Hyunra mengeluarkan bujukan terakhirnya.
Heechul tetap tampak kaku, sehingga Hyunra memutuskan untuk mundur. Dia tersenyum dan berkata sambil memundurkan tubuhnya, “Baiklah kalau kau tidak mau. Kita tidak perlu melakukannya.”
Tapi Heechul ingin melakukannya. Sudah lama sekali sejak terakhir dia melepaskan gairahnya. Dan seorang pria butuh penyaluran. Sebenarnya ide Hyunra sama sekali tidak buruk. Heechul memanggil Hyunra sebelum gadis itu kembali merebahkan badannya, “Hyunra-ya, aku mau kau membuka bajumu.”
Mendengar itu Hyunra terlonjak kaget. Benarkah apa yang didengarnya? Dia memandangi Heechul tak yakin. “Cepatlah, sebelum aku berubah pikiran,” terdengar suara suaminya. Nadanya agak tidak nyaman.
Hyunra mengangguk dan sebentar saja sudah duduk polos di hadapan Heechul. “Apa kau tahu cara melakukannya?” tanya Heechul.
Hyunra menggeleng. Heechul ingin menjitak istrinya itu karena kebodohannya. Bagaimana dia bisa menawarkan servis semacam itu kalau tak tahu caranya? Rasa geli datang sedikit melumerkan ketegangan di dadanya. Kemudian dia membuka celananya. “Bersiaplah, Oppa akan mengajarimu,” katanya mulai bisa bercanda.
Hyunra senang sekali Heechul sudah bisa bercanda. Dia tidak peduli kalaupun dia tampak bodoh karena hanya dia yang telanjang. Persetan dengan rasa malu. Yang penting Heechul tampak santai. Cepat dihalaunya air mata yang hendak merebak. Dia sudah berjanji dia tidak akan mengeluarkan lendir apapun, maka dia akan menepatinya.
Heechul memberinya instruksi tentang apa yang harus diperbuatnya. Hyunra mengikutinya seperti mengikuti kelas membuat keramik. Tangannya bergerak hati-hati, takut menyakiti tubuh Heechul. Dia hanya menuruti kata-kata Heechul. Apa yang disukai pria itu, apa yang dihindari pria itu, dia hanya menurutinya dan hatinya sudah membuncah senang karena Heechul sudah mempercayainya.
Malam itu, Hyunra bahagia melihat suaminya tampak puas. Mereka berbaring berdampingan. Heechul menikmati kelegaan yang dirasakannya, sementara Hyunra tersenyum senang atas pencapaian mereka malam ini. “Terima kasih sudah mempercayaiku, Heechul-ra…” katanya lirih di dada Heechul.
Heechul takjub bagaimana Hyunra bisa membuatnya seperti ini. Pelepasan ini tidak jauh berbeda dengan apa yang sering dilakukannya sendiri, tapi pencapaiannya begitu luar biasa karena dia melihat Hyunra yang melakukannya. “Ani, aku yang harus berterima kasih. Kau—“ Heechul kehilangan kata-katanya. Hyunra apa? Kata-kata terlalu kecil artinya dibandingkan apa yang dirasakannya. Akhirnya dia hanya mengelus punggung Hyunra yang masih telanjang. “Maukah kau tidur seperti ini malam ini?” Heechul bertanya pada Hyunra.
“Telanjang?”
Heechul mengangguk. Anggukannya dibalas dengan senyum Hyunra. Gadis itu mengetatkan pelukannya di dada Heechul dan mengangguk. Dia tak peduli dengan hal-hal lain. Heechul memintanya bertelanjang sepanjang malam di pelukan pria itu, itu suatu loncatan besar dalam hubungan mereka. Apalagi sekarang tangan pria itu tak berhenti membelai tubuhnya. Meski bukan mencumbunya. Hyunra bahagia, malam ini dia sangat bahagia. Sebelum jatuh tertidur dia berdoa semoga hubungan mereka bisa berkembang secepatnya.
Dengan kakinya Heechul meraih selimut di tepi tempat tidur. Dilihatnya Hyunra sudah memejamkan mata. Gadis aneh. Harusnya dia yang tertidur duluan karena dipuaskan, ini malah gadis itu dulu yang tidur. Sambil membenarkan letak selimut, Heechul mencium bibir Hyunra, “Selamat tidur,” bisiknya. Lalu tangannya menyusup ke bawah selimut, meraba tubuh istrinya. Dia hanya ingin merasakannya sebelum tidur.
***
“Kami datang!” terdengar suara cempreng Eunhyuk dari pintu depan. Lalu di susul suara Leeteuk dan Kyuhyun. Terakhir, Heechul tak bersuara apa-apa dan hanya menutup pintu depan.
Di dapur Hyunra tergopoh-gopoh ke ruang depan menyambut mereka. Hari ini Heechul pulang dari Taiwan dijemput oleh Trio Bodoh. Karena Hyunra tidak bisa menyetir, maka dia tinggal di rumah sambil menyiapkan makan siang. Seperti sudah diduganya, Trio Bodoh itu pasti berniat merampok pasokan bahan makanan Hyunra, makanya Hyunra sengaja menghabiskan semuanya untuk dibuat masakan. Toh ketiga orang bodoh itu, ditambah suaminya, kalau makan bisa seperti tentara tidak makan selama berhari-hari, jadi tidak ada ruginya membuat banyak makanan.
Di ruang depan, Eunhyuk, Leeteuk dan Kyuhyun melewatinya dan tanpa basa-basi langsung menuju dapur. “Hyunra-ya… kami lapar…” kata mereka.
Hyunra tidak menjawab. Mereka tidak penting. Yang penting sekarang adalah pria di hadapannya yang tampak gagah luar biasa. Heechul. Hyunra menutup mulutnya, “Aku ingin memelukmu, tapi takut kau risih,” dia bergumam pelan.
Heechul merasa agak kesal. Dasar istri bodoh. Untuk apa dia merasa risih? Akhirnya dia yang berjalan ke arah Hyunra kemudian memeluknya erat. “Kalau begitu biar aku yang memelukmu.”
Hyunra tertawa dalam pelukan Heechul. Sungguh mati dia merindukan suaminya. Tak diragukan lagi, cintanya memang besar sekali untuk Heechul. Tiga minggu tidak bertemu dengannya justru memperkuat perasannya. Untunglah pria itu sudah jadi suaminya, jadi dia bisa memastikan kepulangannya setiap malam. Kecuali saat dia pergi ke luar kota, tentu saja.
Heechul akhirnya merasakannya. Dia pulang. Tidak ada tempat yang lebih tepat baginya kecuali tempat dimana Hyunra menyambutnya dengan senyum lebar. Kaget pria itu menyadari bahwa dia bisa sangat merindukan Hyunra. Dia melonggarkan pelukannya sedikit agar dapat mencium Hyunra, tapi suara Leeteuk menghentikannya, “Hey, hey, kami masih ada di sini. Kalian mesra-mesraannya nanti saja.”
“Ya, kami lapar! Makannya kapan?” ternyata Kyuhyun ada di sebelahnya dan mendukung Leeteuk.
Heechul sudah hendak memarahi kedua anak itu ketika dilihatnya Eunhyuk datang dari dalam. “Ya, Eunhyuk! Kau sedang apa?!”
Mendengar nada suaminya, Hyunra berbalik dan langsung melepaskan pelukannya begitu melihat apa yang dilakukan Eunhyuk.
Eunhyuk menjawab dengan santai sekali, “Nan? Makan. Kalian tidak lapar, apa?” Anak itu menggigit dagingnya kemudian menyuap nasinya dengan sumpit.
Astaga, Hyunra lupa masakannya!
“Kau ini! Aku saja belum masuk, kau sudah makan?!” Heechul memarahi Eunhyuk. Kemarahan yang sia-sia sebab anak itu sekarang sedang ngeloyor pergi mengikuti Kyuhyun dan Leeteuk yang tiba-tiba sudah hilang entah kemana. Di depannya Hyunra juga mulai beranjak meninggalkannya sambil berteriak, “YHA! KALAU KALIAN BERANI SENTUH MASAKANKU, KUBUNUH KALIAN!” Heechul hanya bisa mengusap wajah pasrah ditinggalkan sendirian.
Begitu dia memasuki ruang makan, terlihat kekacauan. Hyunra yang tidak terima masakannya diacak-acak, dan Trio Bodoh yang terus-menerus menghabiskan makanan dan mencomot apapun yang baru saja matang. Hyunra sendiri benar-benar kesal. Paling tidak mereka bisa menunggu sampai semua orang siap makan dengan beradab, kan?! Habis sudah karyanya! Padahal dia sudah berusaha sejak pagi.
Melihat kopernya tergeletak begitu saja di bawah tangga, Heechul mendengus. Tadi Eunhyuk berkeras membantunya membawakan koper, sesuatu yang sangat-sangat mengundang kecurigaan. Ternyata anak itu memang mencari alasan untuk segera masuk rumah dan mencari makanan. Meski sebal, Heechul diam karena dia sebenarnya cukup lelah. Trio Bodoh itu akan merasakan amukannya besok. Hari ini dia ingin segera beristirahat.
Heechul mengangkat kopernya ke kamar lalu segera mandi untuk menyegarkan diri. Ketika memasuki kamar selesai mandi, Hyunra sudah ada di sana sedang membereskan kopernya sambil ngomel-ngomel sendiri. Gadis itu tidak menyadari kehadirannya. Dia terus menggerutu memaki-maki Trio Bodoh.
Heechul tertohok dengan rasa kangen yang dirasakannya untuk Hyunra. Di Taiwan dia harus selalu menahan kantuknya sampai benar-benar berat sebelum beranjak tidur, hanya agar sebelum tidur dia tidak kehilangan Hyunra. Ternyata pembelajarannya mengenal tubuh Hyunra selama ini telah berubah menjadi kebutuhan primer. Dia butuh menyentuh Hyunra.
Sekarang istrinya itu ada di hadapannya, dengan penampilan ala kadarnya, celemek menempel di tubuhnya, muka merengut, tapi Heechul merasakan dorongan kuat untuk memeluknya dari belakang. Ketika dia benar-benar melakukannya, Hyunra terkejut. “Ommona! Kupikir kau masih mandi!” serunya.
Mengabaikan keterkejutan istrinya, Heechul mencium leher Hyunra yang terbuka. “Aku ingin memelukmu.”
“Kau kan memang sedang memelukku. Bagaimana sih?”
Astaga, apa ini? Heechul terkejut dengan reaksi tubuhnya begitu memeluk dan mencium aroma tubuh Hyunra. Dia merasakan di bawah sana tubuhnya mengeras dengan cepat. Kenapa bisa begini? Ini baru pertama kalinya terjadi ketika dia memeluk Hyunra. Karena kaget Heechul melepaskan pelukannya.
Kesempatan itu dimanfaatkan Hyunra untuk beranjak ke lemari dan memasukkan setumpuk baju Heechul ke dalam lemari. Saat gadis itu melakukannya, kausnya terangkat memperlihatkan kulit perut di bawahnya. Tanpa bisa dicegah, Heechul langsung membayangkan menyusurkan tangannya di sana, lalu merambat naik ke atas, ke dada Hyunra, kemudian mempermainkannya. Tubuhnya semakin menegang karena bayangan itu. Kenapa dia? Padahal ini masih tengah hari.
Hyunra kembali ke kasur, menata sisa pakaian Heechul sambil membungkuk. Menyajikan pemandangan pinggul yang membuat Heechul mengerang. Tidak kuat, dia merengkuh pinggul Hyunra dan menempelkan ke tubuhnya yang sekarang sudah semakin membesar. Dia tidak tahu kenapa, dia hanya ingin melakukan itu.
Hyunra menjatuhkan pakaian yang sedang dirapikannya karena terkejut. Merasakan tubuh suaminya di pinggulnya langsung membuat jantungnya berdegup kencang. “Hee, Heechul-ra…” berhati-hati dia memanggil Heechul. Suaminya tidak pernah seperti ini sebelumnya.
Heechul membalas dengan tindakan. Dia menegakkan tubuh Hyunra kemudian memutar kepalanya menghadap ke belakang. Dengan rakus dia melumat bibir Hyunra sementara instingnya terus menekan tubuhnya ke pinggul Hyunra. Satu tangannya menahan kepala Hyunra agar tetap menoleh, sementara tangan lainnya bergerak ke perut Hyunra, menyusup di balik kausnya.
Bertentangan dengan keinginannya tadi, tangannya tidak bergerak ke atas, tapi justru ke bawah. Saat itu Heechul merasa bahwa dia pasti sudah gila, tapi tangannya tidak mau menurut. Tangan itu terus menuju ke bawah, kemudian menekan daerah pribadi istrinya dari luar celana pendeknya.
“HHk,” Hyunra mengeluarkan suara kaget. Ini pertama kalinya tangan Heechul menyentuh daerah itu. Biasanya tidak sekalipun pria itu bisa mendapatkan keberanian untuk sampai di sana. Ternyata rasanya sangat mendebarkan. Tangan Heechul terus menekannya sementara di belakangnya, Hyunra merasa didesak oleh sesuatu yang mengeras. Ciuman Heechul pun berbeda dari biasanya. Lelaki itu bermain lidah lama sekali, padahal biasanya dia tidak menyukai ciuman macam itu.
Akhirnya mereka melepaskan ciuman mereka untuk menarik nafas. Heechul melakukannya sambil menciumi leher Hyunra. “Hyunra-ya~” ujarnya di sela-sela ciumannya. “Aku kenapa?” dia bertanya kebingungan.
Ditanya begitu tentu saja Hyunra kebingungan. Bukankah itu harusnya jadi pertanyaannya?
Hyunra sibuk berpikir sampai tidak sadar ikatan celemek di punggungnya sudah dibuka oleh tangan Heechul. Pria itu kemudian memutar tubuh Hyunra agar menghadap ke arahnya. Lalu dia meloloskan celemek dari leher Hyunra. Tidak lama dia juga melepaskan kaus Hyunra, lalu penutup dadanya. Dalam sekejap saja tubuh atas Hyunra sudah terbuka. Sinar matahari yang masih terang membuat Heechul bisa melihatnya dengan jelas.
Hyunra memekik menyadari kondisinya sekarang. Heechul kenapa? “Ya, apa kau benar Kim Heechul suamiku?” dia bertanya ketakutan melihat pandangan Heechul di dadanya. Tangannya menutupi dada agak ketakutan.
Heechul menatap mata Hyunra. Apa dirinya benar Kim Heechul? Mengapa dia begini? “Aku tak tahu,” kata Heechul lirih. “Aku hanya tahu aku menginginkanmu sekarang juga, Song Hyunra.”
Hyunra terbelalak lirih. “Kau pasti bukan Kim Heechul,” Hyunra berkata dengan shock. Tapi dia tidak mampu melawan ketika tangan Heechul bergerak memelorotkan celana pendeknya langsung bersama dalamannya. Ketika tangan pria itu menyentuh kulitnya, Hyunra langsung merasakan sensasi yang hanya bisa ditimbulkan oleh Kim Heechul suaminya. Tubuhnya menggelenyar menahan sensasi itu.
Kini tubuh Hyunra tidak tertutupi apapun lagi. Heechul mengerang menahan gairahnya. Tidak sabar akhirnya dia mencium Hyunra dan tangannya meremas dada istrinya itu. Pada satu kesempatan dia merapatkan pinggul mereka berdua sehingga Hyunra tersentak kaget. Tubuh Heechul jauh lebih keras dari yang pernah diingatnya.
Dorongan lelaki itu ke tubuhnya membuat Hyunra jatuh ke kasur, menimpa baju-baju yang tadi sedang dirapikannya. “Ba, bajumu, Heechul-ra…” Hyunra berusaha memprotes. Jawaban dari Heechul adalah gerakannya yang mendorong semua baju itu hingga terjatuh ke lantai. Pria itu merasa seperti kesurupan. Dia kehausan untuk menyentuh tubuh Hyunra. Tiga minggu, tak sekalipun dia bisa menyentuh tubuh istrinya, sementara kenikmatan yang terakhir Hyunra berikan kepadanya terus membayanginya kuat. Sekarang ini dia menginginkannya lagi.
Dengan tergesa Heechul membuka celananya, kemudian dia meraih tangan Hyunra agar menyentuhnya di bawah sana sementara bibirnya lagi-lagi mencium bibir istrinya. Hyunra segera mengerti apa yang diinginkan Heechul. Dia pun melakukan apa yang diharapkan suaminya itu.
Sinar matahari menerangi kamar dan perhatian Heechul teralihkan oleh kilau kulit Hyunra. Pria itu menangkap dada istrinya dan mendadak ingin mengulumnya. “Hyun…ra,” panggilnya menahan sensasi yang diberikan tangan Hyunra di tubuh bawahnya. Dia mencari mata Hyunra dan terucaplah apa yang ada di pikirannya, “Aku, ingin mengulum dadamu,” kata Heechul.
Sontak tangan Hyunra berhenti bergerak. Matanya berkaca-kaca, membuat Heechul bingung. Tapi bagaimana tidak? Ini pertama kalinya Heechul ingin melakukan sesuatu selain menyentuhnya. Apakah itu artinya Heechul sudah menerima tubuhnya?
Karena Hyunra tidak menjawab juga, Heechul menjadi panik. Tidak dihiraukannya rasa nyeri di tubuh bawahnya. “Yha! Kenapa kau menangis? Kalau tidak mau ya sudah, aku kan tidak sedang memaksamu!” dia setengah menghardik Hyunra.
Hyunra menggeleng kemudian cepat-cepat menelan ludahnya agar bisa bicara, “Heechul-ra, lakukan semaumu. Aku istrimu. Tubuhku milikmu,” suara Hyunra tercekat.
Mata Heechul terbelalak menyadari arti kata-kata istrinya. Benar juga. Selama ini dia hanya menyentuh Hyunra ala kadarnya. Apakah sebenarnya Hyunra ingin dia melakukan lebih? Apakah gadis itu tidak takut? Heechul berpikir sambil menundukkan kepalanya. Pelan dia mulai mengulum puncak payudara istrinya dan ketika melakukannya tubuh Hyunra bergetar. Heechul mengira Hyunra kesakitan, tapi ketika dia mengangkat wajah melihat wajah Hyunra, gadis itu sedang memandanginya penuh haru. “Kau menyukainya?” tanya Hyunra terpatah-patah.
Heechul bagai ditonjok. Seharusnya dia yang bertanya begitu pada Hyunra, tapi istrinya itu begitu menjaga perasaannya selama ini sehingga yang ada dipikirannya hanyalah apa yang disukai Heechul. Kesadaran itu menghantam Heechul. Dia mengingat lagi saat kapan Hyunra mengatakan keinginannya. Tidak pernah. Sekalipun gadis itu tidak pernah melakukan sesuatu untuk menyenangkan dirinya sendiri sejak insiden malam pertama mereka.
Dia bangun dari atas tubuh Hyunra dan kemudian duduk di sebelahnya. Pandangannya menerawang menyadari kesabaran Hyunra. Kepedihannya. Lagi-lagi dia telah menyebabkan gadis itu merasakan sakit lebih dari yang seharusnya. Bahkan saat ini, dia masih setengah berpakaian sementara istrinya itu sudah dari tadi pasrah diserang olehnya. Bangunlah Kim Heechul!
Kau sudah bisa menerima Hyunra kan? Kau merindukannya. Kau memikirkannya. Kau bahkan sudah bisa bergairah menatapnya. Kau sudah jatuh cinta padanya!
Benarkah begitu? Tapi Heechul masih takut pada Hyunra. Ada yang mengejek pemikirannya itu, lalu kenapa kau memintanya mengerjaimu, Kim Heechul? Kau yang membimbing tangannya untuk memberimu kenikmatan. Dan kau bilang kau masih takut padanya? Kau munafik.
Itu tidak benar Heechul membantah dirinya sendiri.
Baiklah, dia akan melakukan segala sesuatunya dengan benar mulai sekarang. Nafas Heechul menderu mengiringi tekadnya. Dia akan melakukannya dengan benar. Dia akan membuat dirinya dan Hyunra bahagia. Sekarang juga. Tapi pertama-tama, dengan tiga orang bodoh di bawah sana, apakah tadi dia sudah mengunci pintu? Heechul bangkit dari kasur untuk mengecek pintu.
Hyunra meneteskan air mata melihat suaminya bangun dari tempat tidur. Dengan menyesal dia berpikir, seharusnya tadi dia tidak usah mengatakan apapun. Seharusnya tadi dia membiarkan saja apapun yang dilakukan Heechul tanpa berkomentar. Kini suaminya lagi-lagi seperti menarik diri, dan itu artinya dia lagi-lagi belum diterima oleh suaminya. Hatinya perih sekali. Dia mencari kausnya, berusaha menutupi tubuhnya. Telanjang membuat mentalnya semakin lemah.
“Apa yang kau lakukan?” Heechul berkata ketika melihat Hyunra hendak memakai kausnya.
Hyunra tersenyum meski tak sanggup menahan air matanya. Suaminya belum siap. Itu saja. Dia berusaha menenangkan kekecewaan hatinya. “Aku akan kembali ke bawah, mungkin Trio Bodoh itu sudah menghancurkan rumah sementara kita di sini. Mereka tadi makan seperti—“
“Jangan pergi!” Heechul duduk di sebelahnya dengan mengejutkan. Pria itu menarik kaus di tangan Hyunra lalu membuangnya. Kemudian membuka kausnya sendiri dan membuangnya juga entah kemana. “Jangan pergi. Aku membutuhkanmu,” katanya pada Hyunra ketika mereka berdua telah sama-sama polos.
Sesaat Hyunra tidak mengerti. Heechul menangkap kebingungan itu. Matanya menyusuri tubuh Hyunra. Hatinya menyadari sesuatu. Di sini, semua terlihat. Tempat ini terang, dan setelah dia melihatnya jelas, tidak ada satu pun bagian tubuh istrinya yang menakutkan. Selama ini dia hanya tidak mau melihat, karena takut terbayang lagi tubuh menjijikan si ahjumma bejat itu. Tapi, di sini, Hyunra tampak cantik. Jauh sekali dari kesan menakutkan.
“Ayo kita ulangi lagi semuanya dengan benar. Dari awal,” pinta Heechul menggenggam tangan Hyunra. Karena Hyunra hanya diam saja, dia mengulangi lagi permintaannya, “Dari awal, Hyunra-ya. Dengan layak. Aku ingin kita berdua bahagia, bukan hanya aku yang bahagia.”
Hyunra tidak tahu bagaimana tepatnya perasaan ini bisa dideskripsikan, tapi dia hanya tahu bahwa apapun itu, air matanya tak bisa dihentikan. Mungkin gabungan antara rasa haru dan tidak percaya Heechul bisa mengatakan hal itu padanya.
“Kenapa kau menangis lagi?” Heechul mengerang tak berdaya. “Apa kau tak suka aku berusaha membahagiakanmu? Kalau kau tak suka—“
Ucapan Heechul dipotong oleh ciuman Hyunra. Segera saja dia melepaskan diri dari Hyunra. “Eissh, ciumanmu asin!”
Hyunra malah terisak mendengarnya. “Maaf. Tunggu sebentar,” gadis itu menyadari bahwa dia sudah membuat Heechul merasakan air matanya. Mengingat ketidaksukaan Heechul terhadap cairan tubuh, Hyunra berusaha menghabiskan air matanya sebelum bergerak memeluk Heechul lagi.
Heechul tersenyum melihat reaksi Hyunra. Bahkan gadis itu tidak marah ketika dia bilang begitu. Hyunra betul-betul peduli padanya, dan jujur saja, Heechul hanya tidak suka melihat Hyunra menangis. Tidak ada rasa jijik sama sekali ketika ciuman mereka berbumbu air mata Hyunra. Dulu mungkin begitu, tapi dia menyadari, karena itu Hyunra, rasa jijiknya langsung menghilang.
Tanpa diduga Hyunra, lelaki itu merengkuh kepalanya dan mulai menciumnya, bahkan dengan air mata yang terus mengalir dari mata Hyunra. Dia tidak menggubris penolakan Hyunra. Tidak mempedulikan peringatan istrinya itu. Dia hanya terus menciumnya. Semakin lama semakin dalam. Hey, ini tidak buruk sama sekali. Bahkan Heechul menikmatinya. Ini Hyunra yang diciumnya. Gadis yang begitu memikirkannya sampai ke hal yang sekecil-kecilnya. Gadis yang sabar menunggunya hingga berminggu-minggu dan masih menerimanya kembali dengan senyuman. Memikirkan itu Heechul semakin memperdalam ciumannya.
Akhirnya Hyunra hanya bisa pasrah. Heechul tampak asyik dengan penemuannya sendiri. Hyunra tidak punya kesempatan untuk mengelak. Tangan pria itu kini mulai bergerak seperti biasanya jika dia mencumbu Hyunra. Bedanya, kini tangannya berani menjelajah lebih jauh.
Keduanya berhenti ketika tangan Heechul sampai di daerah pribadi Hyunra. Mereka merasa kikuk. Hyunra merasa malu tapi penuh penantian. Heechul merasa takut tapi ingin tahu. Maka ketika Hyunra tersenyum memberi ijin, Heechul pun memperdalam penjelajahannya, membuat Hyunra mendongakkan kepalanya menahan nikmat.
Entah sejak kapan mereka sudah berbaring di atas kasur. Heechul kini menemukan kesenangan baru, yaitu menjelajahi tubuh Hyunra dengan mulutnya. Memang sepertinya menjijikan, meninggalkan bekas liur dimana-mana, tapi entah bagaimana ini juga sangat mengasyikkan. Heechul menikmati wajah Hyunra yang menikmati perlakuannya, dan itu memberinya rasa menguasai yang demikian kuat. Dia menyukai perasaan itu. Lalu dia bertanya-tanya bagaimana rasanya kalau Hyunra yang menguasai tubuhnya.
Dia menggigil membayangkan itu. Sekilas bayangan ahjumma bejat menyelinap di kepalanya, tapi dia hanya perlu melihat wajah Hyunra dan ketakutannya langsung sirna. “Hyunra-ya, lakukan padaku,” pinta Heechul.
Awalnya Hyunra tidak mengerti. Lalu kemudian ketika Heechul merebahkan diri di sebelahnya sambil menarik tubuhnya ke atas tubuh pria itu, Hyunra paham. “Apa kau yakin?” tanya Hyunra tidak pasti. Heechul menjawabnya dengan anggukan.
Hyunra pun melakukannya. Awalnya dia mencium Heechul lembut, lalu perlahan bergeser ke dagunya, kemudian menurun ke lehernya. Ketika dia merasa tubuh Heechul menjadi kaku, dia menghentikan ciumannya dan menggunakan tangannya untuk menggoda dada heechul. Hyunra berusaha mengingat semua hal yang pernah ditontonnya. Berusaha memilih tindakan yang menurut perkiraannya bisa diterima Heechul. Dia mempermainkan nipple Heechul. Saat tubuh pria itu kembali rileks, dia mencium tulang belikat suaminya, lalu naik lagi ke telinga. Di sana dia tidak tahan untuk tidak berbisik, “Saranghae, Kim Heechul.” Kemudian bibirnya mulai menggoda tulang rawan yang sensitif itu.
Tangan Heechul di pinggul Hyunra menegang. Kehangatan membanjirinya ketika mendengar pernyataan cinta Hyunra. Tiba-tiba dia merasa apapun yang dilakukan Hyunra terhadapnya, dia akan bisa menerimanya. Gadis itu mencintainya. Itu sudah lebih dari cukup.
Dalam posisinya itu, Heechul berhadapan langsung dengan dada Hyunra. Pemikiran bahwa tubuh ini milik orang yang mencintainya sepenuh hati, membuatnya tak tahan untuk berdiam diri. Tangannya menekan pinggul Hyunra kuat sementara mulutnya berusaha menggoda dada istrinya.
Hyunra terkesiap merasakan mulut Heechul lagi-lagi berani bertindak. Di bawah sana, dia bisa merasakan tubuh suaminya telah siap, sementara tubuhnya sendiri makin lama makin terasa hangat. Heechul tampak tidak sabar. Dia membalikkan posisi lagi sehingga Hyunra tertindih di bawahnya. “Hyunra-ya, aku ingin memilikimu,” pinta Heechul.
Segala keraguan Hyunra langsung hilang dalam sekejap. Dia akan menerima Heechul seutuhnya. Mungkin tubuhnya belum sepenuhnya siap, tapi Heechul sudah. Dia tidak mau menunda lagi. Dia ingin bersatu dengan Heechul. Menjadikan pernikahan mereka lengkap. Dia ingin dimiliki oleh Kim Heechul. Maka dia pun mengangguk sambil tersenyum membolehkan.
Heechul segera bergerak. Awalnya agak kesulitan sehingga dia perlu berkonsentrasi melihat jalannya di bawah sana. Dia tidak melihat wajah Hyunra yang menegang kesakitan. Hyunra memaki dalam hati, sial, ternyata sakit sekali. Tapi dia menggigit bibirnya agar Heechul tidak mengetahuinya.
Heechul terus berusaha hingga akhirnya tubuhnya memasuki tubuh Hyunra seutuhnya. Dia benar-benar tidak menyadari kesakitan Hyunra. Hanya berpikir bahwa hal itu ternyata susah sekali dilakukan. Setelah akhirnya dia nyaman berada di dalam tubuh Hyunra, dia mulai bergerak mengikuti instingnya. Hyunra memeluk lehernya dan membenamkan wajahnya di leher Heechul. Sebenarnya wanita itu sedang menahan kesakitannya.
Heechul terus bergerak hingga akhirnya Hyunra tidak tahan lagi. “Hee.. Heechul-ra… Jebal…” dia mengangkat wajahnya.
Heechul terkejut melihat apa yang dilihatnya. Wajah Hyunra memerah dan berurai air mata. Heechul bisa melihat ada yang tidak beres. Heechul langsung menghentikan gerakannya. “Yha, yha, neo, wae geurae? Oh?”
“Mianhae, Heechul-ra. Neo..neomu appeu, hiks,” Hyunra akhirnya mengutarakan rasanya.
Heechul kaget sekali. Bagaimana ini? Tubuhnya sudah tidak mungkin mundur lagi. “Maaf, bisakah kau menunggu sebentar lagi?” tanya Hyunra.
Heechul menahan apapun yang hendak dikatakannya dan memilih menuruti Hyunra. Apapun yang dirasakannya, dia tidak mau melihat Hyunra kesakitan begini. Dia pun bergerak hendak melepaskan diri dari Hyunra. Tapi, “Ani,” Hyunra menahan gerakannya. “Teruslah begini. Hanya berhentilah bergerak. Biarkan aku terbiasa dulu.”
Heechul pun menurut. Meskipun dia harus berusaha keras untuk itu. Keringat yang menetes di punggungnya kini adalah hasilnya berkonsentrasi, bukan karena bergerak. Dan tangannya mulai pegal menahan tubuhnya sendiri. “Hyunra-ya,” tanyanya dengan sura tegang.
“Mwo?” Hyunra membiasakan diri dengan keberadaan Heechul di dalamnya.
“Bi, bisakah kita duduk?”
Awalnya Hyunra tidak merespon, tapi lalu wanita itu bergerak dan mereka berdua bangkit bersamaan. Saat mereka melakukan itu, terjadilah sesuatu yang membuat keduanya terkejut. Tanpa sengaja mereka makin merapat satu sama lain dan Hyunra merasakan suatu stimulan yang menyebabkan tubuhnya menggelenyar. “Hhk!” serunya spontan.
Heechul kaget, tapi tak mampu berkata apa-apa karena tubuhnya kini tenggelam makin dalam di tubuh Hyunra. Pengendalian dirinya hampir terlepas. Akhirnya dia memutuskan melakukan sesuatu yang lain agar perhatiannya agak teralihkan. “Hyunra,” panggilnya.
Ketika gadis itu menengadahkan wajahnya, Heechul akhirnya menyadari apa yang ingin dikatakannya, “Saranghae,” katanya tiba-tiba lalu mencium bibir Hyunra. Ciumannya lembut dan tidak menuntut. Manis sekaligus menyenangkan. Dia mungkin sudah terjun bebas, tapi dia tahu bahwa dengan Hyunra, dia tidak akan jatuh terpuruk. Dia akan melayang bersama wanita itu. Dia yakin cinta mereka cukup kuat untuk itu.
Hyunra merasakan lepasnya kekangan dalam diri Heechul. Pria itu mengatakan yang sesungguhnya. Dia ingin menangis, tapi juga ingin tertawa. Akhirnya ciuman mereka berganti-ganti diselingi tawa dan tangisan Hyunra. Tanpa sadar wanita itu bergerak makin merapatkan tubuhnya pada Heechul. Nalurinya menuntunnya bergerak mencari pelepasan bersama Heechul. Ajaib sekali bagaimana satu kata dari Heechul bisa menghilangkan semua rasa sakitnya. Dia sangat mencintai suaminya.
Mereka terus berciuman sambil bergerak. Bersamaan mereka berusaha menuju puncak. Ketika akhirnya pelepasan itu datang, Heechul mengatakan cintanya sekali lagi pada Hyunra. Entahlah, rasanya itu memang yang seharusnya terjadi. Hyunra menerima semua yang ada di dirinya, mengapa dia tak bisa mencintai Hyunra? Hanya wanita itulah yang sanggup memberikannya kebahagiaan seperti ini. Hanya Hyunra, istrinya.
***
Saat ini mereka sedang berbaring mengistirahatkan tubuh. Rumah mereka terdengar sepi. Sepertinya trio bodoh sudah pulang. Hyunra berbaring di sebelah Heechul. Kamar mereka bagai kapal pecah dengan baju berserakan dimana-mana.
“Aku baru tahu rasanya bisa senikmat itu,” kata Heechul.
Hyunra memalingkan wajahnya membelakangi Heechul. Dia juga baru tahu. Memangnya Heechul pikir dia sudah tahu sebelumnya?
Heechul memandangi sebagian wajah Hyunra lalu perasaan itu datang. Dia ingin memeluk istrinya. Dia pun melakukannya tanpa berpikir. Tangan dan kakinya menumpang di atas tubuh Hyunra, membuat wanita itu kaget. “Hyunra-ya,” panggilnya malas.
Hyunra mencari matanya. Ketika dia menemukannya, Heechul sedang memandangnya lekat, membuat wajahnya mau tidak mau memerah. “Gomapta,” lanjut Heechul sambil mengecup pipi Hyunra dengan sayang.
-THE END-
Posted on June 19, 2011, in Oneshoot, Yadong NC 21 and tagged Heechul, NC 21, Oneshoot, Super Junior, Yadong. Bookmark the permalink. 84 Comments.






Aku kayanya udh pernah baca ini di blog pribadi nya author deh hhe
Woaaaahhh!!!!!!
Sequel ny bener bener daebak!!
hemmmm bahasanya agak berat ya -_- aku pengen menyimpulkan sesuatu:
- Si Heechulnya pernah diperkosa ya?
- si Heechulnya pernah jadi gay ya?
soalnya berdasarkan cerita ini, aku narik kesimpulannya begitu ^^
oh iya, bahasanya sopan deh, aku suka~
iyaa chingu!! setuju banget! bahasanya keren~ jarang aku suka banget sama bhasa FF
aaaaaaa yang ini keren banget!! bukan ke NCnya tapi ke persaan u,u Terharu!! author keren banget!!! ._.b
betul-betul-betul~ aku suka bahasanya.. daebak dehh~~ kasian, heechulnya trauma gara2 si ahjumma itu.. ufufufu… daebakdaebakdaebakk~~~
Kesabaran membawa berkah (y)
wah,,bgus banged thor…dlem banged crita.a..pdhl NC tp rasa.a pengen nangis tros yak..hehee..bgosthor
wah, ini NC’a aku rasa gak kerasa dh?
crta’a bgus thor, wlw awal’a bikin aku bingung a.k.a gak ngerti..
tp pas udh mau slsai akhir’a ngerti…
Omo, kereeennn banget ff nya.. ^o^
Authornya daebak banget dah,, cuma aga terlalu panjang sih,, overall T.O.P B.G.T dah.. ^o^ (y)
serrrrruuuuuu thor lanjuuuuttttt sequelnya dong
DAEBAKK!!
Ini ff NC yg tata bahasanya ter-soft yg prnh gw baca!!
Ini keren!
Alur ceritanya baguz, pemotongan scene na rapi n tata bahasanya jg sopan tapi menggairahkan~ *apadeh? Lolz xD*
Jujur gw lbh menikmati alur keseluruhan daripada NC na~
Ini ff pembukaan yg manis buat gw sbg reader baru.
Great lah~!
Gud job thor^o^d
Note : author tega, masa kunyuk,kyu n teukie dblg trio bodoh?? Tegaaa~ *lempar kolor kunyuk yg blm dicuci 1mggu* xD
gosh your FF make me >//////////////////////////////<
penjelasannya rinci bgt, trus ini isi critanya gak terpaku pada HOT scene..
isi cerita juga di pertimbangkan ^ ^
lanjut ya thor,, bikin yang seprti ini terus ^ ^
love this FF and sukses wat author ^ ^
suka ma ceritanya, bahasanya juga formal,
tpi buat nc nya gag terlalu yah,, banyak di ungkapin ma kata2 author, trus banyak nyeritain bayangan mereka, jdi gg terlalu jelas, buat nc kurang, tpi cerita kereen bgt …..
sediihh bgd ceritanya…
Ampe nangis bcanya niihh…
Tanggung jb authornya niih, knp bsa bkin ceritanya bagus gni..
Salut buat hyunranya yg bsa sabar banget nungguin heechul cinta ama dy..
Kereeenn!!!
Bahasanya terlalu berat, agak mikir bacanya. Heechul pernah diperkosa sama ahjuma” terus pernah jadi maho ama gege & yeye?
Kurang hot, tapi ceritanya dalem bgd *baca sambil gigit” guling*
aduhh heechul trlalu berbelit ikh ~
dasar masa ahjumaa takut sama ahjumma
Wkwkwk
tapi kshn jg sm heechul
Heechul oppa galak bgt sih, sebel de [~_~]
Sabar y hyunra
Kaget jg pas hyunra lg ‘itu’ tba2 chulie oppa diem,, pucet! o-0
EH, kyu bkn trio bodoh tw! Enak ajj
Bgus ga byk dialog,, fokus k crita! ^,^
Puas de ama crita’a…Heechul oppa gtu, sebel de [~_~]
DaebaK! Dpt feel’a…
Tp msh ga ngerti ama inti crta’a. Klo bsa jlsn tt hankyung & yesung! Knp ampe chulie trauma gtu!
Jd hyunra tu cwo oplas jd cwe? Gmn sih ga ngerti mksd’a!
Kerennnnnnnn…. Ncnya romantisss.. Dan begitu menyayat hati.. Bahasanya kaya bahasa author yang biasa baca novel klasik.. Tapi well cerita ini kuacungi 3 jempol *pinjem jempolnya donghae*
Yaampun ga kerasa kl ini nc, sedih bgt aku bcny banjir air mata gini. Daebak bgt! *kehilangan kata” smbl sesenggukan ga bs nafas*
ya ampun bca ini FF smpe air mata keluar
hyunra nya pengertian banget
satu kata
DAEBAK
wah gila author.a keren
wah ini
wah wah wah deh
ceritanya dalem banget *ngelap air mata*
ncnya kurang sih, tp cerita yg dalem itu bener2 nutupi semuanya!
bahasanya juga enak, suka deh yg model begini
good job thor–! Keren abis!
boleh kritikan ya sorry bgt ya author
sumpah NC Ny nga kena bget kurang jauh dr HOT jd istlah ksar ny.
“BANYAK BICARA SEDIKIT BEKERJA”
cerita ff ny pnjang Tp bnyakan NGOBROL dr YADONG ny. Sorry bget y author jgn marah & kesingung
Gila!!
Keren bgt ceritanya!!
Romantis, terharu, n terkejut kalau malam pertama pernikahan mereka spt itu..
Aku kira malam pertama mereka spt pasangan yg lain melakukannya dg bergairah..
N ternyata heechul pny trauma tersendiri n mendalam d dlm dirinya..
Buat squelnya doank..
1.squel ttg kisah yg membuat heechul trauma..
2.squel ttg heechul n hyunra melakukan ‘itu’ lagi..
Rada berat bahasanya jadi aku nggak ngerti..(-__-) oon mode : on
Ini diceritanya heeculnya homo ya?jadi trauma buat ngelakuiin “itu” sama istrinya??
Btw,jalan ceritanya menarik koq ^o^b
keren authornya!
Bahasanya sopan banget,terharu sampe bacabya:’)
daebak!
huaaaa…. Bingung bacanya #digampar ..
Kepanjangann ,
Kurang hoottddddd #ketauan yadongnya#
DAEBAAAAAK ^O^
waahhhh..
Crita’a bguz bgt + sdih…
bhsa’a jg bguz thor.. Romantiz bgt..
Bkin Sequel’a donk thor..
Jujur ya thor aku sebenernya agak gak ngerti cerita awalnya.. Jd si hee itu ceritanya…….gay? Atau gmn?
Heheheh walaupun bagian ncnya gk begitu kena tp aku seneng aja bacanya soalnya bahasanya sopan gt gak kasar..^^
Keren kerenn ^^b
crita’a romantiz + m’nyntuh ati bgt thor..
Bca’a mpe ngiz *ngelap ingus d’ bju thor* XD
Bkin sequel’a donk thor *puppy eyes*
Dari awal baca cast nya heechul aku udah tertarik banget, aku pikir heechul akan lebih agresif kya fanfict yg prnah aku baca, ternyta ngak.
menurutku Baca fanfic ini bner” harus pnya kemampuan membaca yg baik untuk memahami alur ceritanya.
aku suka tata bahasanya, gampang di mengerti, dan membuat aku bisa membayangkan hal – hal kecil sampai mendetil.
sempet terharu dan hampir menangis karena “cerita hidup” heechul. terutama pas heechul pingsan disitu feel-nya dapet bnget. rasanya sakit punya suami yg hampir gak mau nyentuh istrinya. Hyunra itu prempuan yg tangguh. walaupun awalnya hampir lepas kendali.
Masalah NC nya, menurutku ini yang beda dri yg lain klo yg lain lngsung inti, justru NC ff ini dibuat agar pembacanya merasa tegang, *aku sih ngrasaain gitu or aku yg brlebihan* hehehe
Kalo aku sih lebih suka nc yg macem ini..
oh iya, aku paham ntuh apa yg di mksud waktu hyunra ngasih kepuasan sma heechul pas mau pergi ke taiwan. kekekek~
dan itu trio bodoh aku ngakak bnget trnyta hyuk-ku termsuk klmpok bodoh itu. kakakakakak~ *lumayan ngurangin tegang ada mreka b3*
Ok ! gak ada keritik semuanya bner” bagus!
rasanya pngen bca kelanjutan hidup suami istri ini. *toel” heechul – beri aku kponakan ya oppa. kekekek-” Ghamsahae ^^
sumpah,, cerita nya DAEBAKK^^ tapi agak bingung dengan Hee, sebenar nya dia kenapa??
Daebak
Wah.
Krn banget nih.
Ak pngen nangis bacanya.
Sumpah! Nc.ny gak kerasa.
Hahaha
tpi bgus ceritanya.
10 thumbs dri ak.
XD
agak berat nih. alurnya panjang dan kayaknya sedih banget itu si chulie.
but over all, lumayan. walaupun agak kurang seru karena NCnya diceritakan dengan kata-kata. hehehe
saranku, buat yang lebih ringan lagi thor. jangan terlalu berat. sekian dan terimakasih ^^
D thun 2011 ini, ini bru k2 kalinya aku nangis..
Bener2 ga fokus k nc nya tp k alur cerita n diksi nya keren bgt, kyak aku ikut ngrasain kcwanya hyunra n prasaan brsalahnya heechul gitu…
Daebak dh !
Uwaaauwaaauwaaa…sumpaaah aku suka bngt sama ff ini. Chemistrynya berasaaaa bgt. Semua perasaan heenim sama hyunra juga kegambar jelas dan teliti. Aku sampe bener” ngerasain apa yg mereka rasain. Keren keren keren…
Aigooo~ ff nya keren,penuh teka-teki (?) Bahasanya jg enak,ga terlalu lugas,baru kali ini baca ff yg punya alur kyk gini,ide nya hebat thoooor~ *entah nc nya diliat atau ga ff nya ttp keren
Sedih bacanya
tp untung happy ending!!! (Y)
oouuhh c’mon…emang ini ff nc…tapi kan ngga harus diliat dari peristiwa nc.nya aja kan??aku jauuuuuuuuh lebih suka nc yang pake alur cerita daripada ff yang isinya cuma nyuguhin nc doang!yaah kalo mw liat nc aja mah mending nnton yadong aja sekalian…
Ini authornya daebak banget…berhasil ngebuat readernya kebawa perasaan…tapi nc.nya jga ada…lagian nc,nya jga bahasanya sopan n ga bikin jijik…
Jadi buat author…
abaikan ajalah yang comment nc,nya ngga hot atau sebagainya…
Terus aja bikin karya yang kayak gini..
okkee thor!!!daebak banget nan neomuu joahaee
(mohon maaf kalo ada yg tersinggung
)
author… dikau benar-benar daebak! aku interest banget… pertama karena castnya Heechul hehehehe.
whoa thor, beneran bagus bahasanya ^^ enak di baca… trus sopan.
cara author menjabarkannya bener-bener terasa halus.
ehm, nice story…
salut ma Hyunra… ^^ widih~ bagus banget thor… keren! ini baru the best fanfict ^^ fighting!
ga fokus ke nc aja xD daebak2
omo nangis… bagus banget ceritanya DAEBAK
Gila ini ff nc terkeren yang pernah aku baca! Suka banget alurnya, bahasanya, mantep! Dan percaya atau gak, aku nangis bacanya. Terharu sama hyunra yg bener2 nerima heechul apa adanya sampe nonton yaoi gitu. Pokonya hyunra bener2 istri yang baik!tapi kok sakit ya ngebayangin chul mencintai cewek lain sepenuh hati.
Aahhh author keren banget FFnya . sumpah deh ^^ .
kaya jadi pembimbing buat masa depan gitu haha. Ada pesen moralnya juga nih buat pasangan” suami istri *berat ga sih omongannya?wkwkwk* .
suka banget meskipun ga begitu hot hehe ^^d .
kalo author ga keberatan aku nunggu lho prequel(?)nya, ceritain juga yg Heechul sma Hankyung Geng and Ye oppa *kaget Ye oppa punya hubungan sma Heechul* tapi trserah author aja sih, cuma penasaran ajah hehe ^^
fighting author ! Bikin lagi FF yg bagus” lainnya yah ~
terharu bacanya keren bgt, walaupun ncnya dikit tapi bener bener menggairahkan
buat ff yang kaya gini lagi ya author, kalo bisa castnya hee chul lagi ^^
Ini ff nc pertama yg bisa bikin aku nangis ;__;
Keren…daebak lah authornya #speechless
Aku suka bgt bahasanya…soft bgt, ga blak-blakan. Ceritanya agak rumit n bikin nyesek, tapi itu yg bikin ff ini beda.aebak lah authornya #speechless
Aku suka bgt bahasanya…soft bgt, ga blak-blakan. Ceritanya agak rumit n bikin nyesek, tapi itu yg bikin ff ini beda.
FF ini bkin sy terharu,mulai dri pengorbanan hyunra,pengalamn bruk heechul ,smpe akhrx mrka brsatu,bnr2 trbwa suasana bcax…. feelx bnr2 dpt,daebak authorx…. tdk cma penekanan d nc tpi justru crtax yg mnarik…
baru kali ini baca ff nc sampe bikin spechless…ga tau mw comment apa
bener-bener terharu bacanya..
sumpah!! kereeennn ceritanya…. pengen setia kyak hyunra…
I ♡ CHULPA
wowww..
Hyunra sabar skali dalam menghadapi chullie~
kerenn
This is the best ffnc yg pernah kubaca deh.
Bahasanya sopan,ceritanya berbobot! Everything is perfect here! Gud luck buat yg nulis.
debak….!! The best ff ever dri semua yg penah gw baca… Kasi 10 jempol dah but author…*sisa 6 mimjem dari reader lain haha *
)
bhasanya terlalu berat???? Menurut gw enggak akh. Justru dengan bahasa yg kaya gitu emosinya jd dapet banget. Berasa banget cinta tulus na yhunra..
NC yg g d perdetail juga malah bikin ceritanya jadi asik….
Jadinya bener” NYANTUH… (mian panjang lebar) POKOK KE DEBAK DAH
NB : rekomend bacanya sambil dngerin lagunya 4men- never leave u. Mantap makin berasa tuh ff
waahhh, heechul oppa romantis bangetttttttttttt…
DAEBAK !
aisssh keeren aaah ceritanya.
Bahasanya keren.
berasa baca novel asik asik.
keliatan banget authornya itu bener2 author soalnya alur ceritanya, bahasa nya, ga kayak kebanyakan author FF NC yang lebay bahasanya dan cuman terpaku di NC.
considered as AWESOME piece of writing !
Wastagaaa! Siapa ini yg bikin ff nya? Aishhh, 정말 고마워 ff nya sukses buat aku nangis! Aku g bergairah baca nya *heh #plakada bagian suamiku (re:yesung) tapi ngapa jahat -______- hee yaoi dulu (?) Tapi wastagaa endingnya daebak~ tapi ttp jd g kepikiran nafsu! Dari tadi baca awal ampe akhir fokus ke heechul dan istrinya, kebawa emosi jadi sepanjang crita nangis hehehehe! Nice ff :*
Wastagaaa! Siapa ini yg bikin ff nya? Aishhh, 정말 고마워 ff nya sukses buat aku nangis! Aku g bergairah baca nya *heh #plakada bagian suamiku (re:yesung) tapi ngapa jahat -______- hee yaoi dulu (?) Tapi wastagaa endingnya daebak~ tapi ttp jd g kepikiran nafsu! Dari tadi baca awal ampe akhir fokus ke heechul dan istrinya, kebawa emosi jadi sepanjang crita nangis hehehehe! Nice ff :*baktu promosiin deh unn! Yahyah, lanjuyin yahyah #puppyeyes
omg >__o<
chukkaeeeeeeeeeeeeeeee
sya…… suka ff anda :p
Sumpah ini salah satu FF NC paling keren yang prnah saya baca >.<
suka banget ceritanya, apalag gaya penulisan Author
Author nya makan apa sih sampe bisa bikin ff sekeren ini? Sumpah ini ff daebak banget!! Suka deh sama ff ini apa lagi bahasanya bikin aku ngefly(?) Bahasanya halus banget suka aku thor keren deh pokoknya!!!
widih, banyak banget komennya. aku mo komen ah.
pertanyaan paling banyak: Heechul kenapa?
-Hee itu pernah diperkosa sama ahjumma waktu msh kecil pas lagi main petak umpet sama trio pabbo, terus jadinya trauma gitu sama cewek. waktu sma dia seneng2an sama hankyung, sementara pas udah dewasa, pacarannya ama yesung. hankyung ninggalin heechul gitu aja pas kuliah, sementara yesung ternyata cuman pura2 gay buat morotin heechul.
NC ga kena:
-NC = no children. buat aku NC tidak sama dengan yadong. Ghahaha, mian, emang salah naroh. padahal ini we pe utk cerita yadong, tapi aku ngiriminnya cerita NC doang yg yadongannya ga hot. MIan yah, buat yg ga puas..
Authornya makan apa?
-biasanya sih daripada dibuang sayang, suka ngemilin genteng di samping rumah #digetok. khahahaha
Kepanjangan:
miaaaan.. salah satu kelemahan author tuh. ga bisa bikin cerita ringkas…
(
Dari author:
-makasih buat yg udah nikmatin dan yg udah ngasih kritikan. keterima banget semuanya. #bow. Makasih yah
omo omo omo~ daebak bgt sih ini ff.. bru pertama kali baca ff kgini ._.
bahasanya manteb bgt deh. bahasanya kyk yg ada di novel2.
OMOOOOOOO AHJUMMANYA ABABIL AMATTT #ganyante
ga ada krtikan! top deh #2jempol
intinya: AUTHOR SAMA FFNYA DAEBAK!!!!!!!!!!!!!!!!!!
bagussssss pke bangetttt……………….
huwaaaaaaaa……authornya bener2 DAEBAAAK!!!!
bacanya bercucuran air mata padahal NC…
astagaaa….terus berkarya thor…buat lg ff yg kea gini,,
aku suka bangeeet…
romantisnya terasa banget…
walopun panjang tapi aku sangat puaaaas bacanya…
d tunggu karya selanjutnya ^^
aigooo … entah ini yg keberapa kali aku baca ini ff .. d kompii udah di hape udah sampe sampe aku bookmark nii ff.. DAEBAK unn *sok kenal*plakk*
bner bner suka dh,, bahasanya bagus.. uda gtu NC tpii kyak bukan NC krn bahasanya itu loh.. lebih kerasa feel critanya bee unn *sok kenal*
maafkanlah diriku unn krn selama ini bacanya keseringan dri hape jdi blum nongol buat comment satupun padahal ud sering baca ini ff.. mianhae *bungkuk bungkuk*
suka suka suka.. ternyata penghuni sini pada dmen juga .. DAEBAK dah bee unn
uwaa ichul akhirnya. author tanggung jawab! aku udah jadi suka banget sangaaatt sama heechul-hyunra! ff selanjutnya (yg NC juga silahkann) /plaakk. pokoknya daebak dan gak nolak ff nc selanjutnya dari it’s my self :p
suka banget,terharu huhuhuhu chulliiee kasian dirimu nak T.T
sumpah, baru nemu ff yang begini, soppaaaaan banget, suka deh~
speechless ah pokoknya
hee~~ *pelooooookkk
tersanjung banget sama usaha hee buat insap(?) disini
ahahaha
author ajarin donk bikin yang beginian~ kwkwkw
Onnie aku comment lagi ah! Bikin sekuel atau apa kek! Kelanjutan setelah itu, pleaseplease :*
Really like this!!! love it!!!! Heeeeccchhhuuulllll!!!
Author mantap!!!
So sweet :”
aq suka banget ma ceritanya, meskipun NC tapi banyak pelajaran yang bisa di ambil jika kita menjadi seorang istri nantinya.
KEREN ……. ngeliat kesabaran Hyunra buat memahmi Heechul
DAEBAK buat hyunra yang bisa sedikit demi sedikit mengeluarkan Heechul dari kegelapan *bahasa gue lagi*
SALUT buat heechul yang bisa mengalahkan traumanya meski bikin hyunra nunggu lama kekekeke
secara keseluruhan KEREN BANGET AUTHOR !!!!!! *triaktriak pake TOA*
Authornya berhasil haha nangis beneran bacanya >< setulus hati heechul aslinya
sumpah yaaaaa dalem banget ff nya Y.Y
baguuuuus…
ini…. daebak! *telatbanget -,-
bahasanya bagus dan NC gak terburuburu bagus bagus
aku nangis~~~ bee onnieee~~ tanggung jawab aku meweek!! huweee
Thumps up!!
Keren bgt ff-nya isi hati seorang gay bernama Heechhul yang takut ama wanita tp akhirnya kembali ke jalan yang benar…
Woww cara penulisan feeling heechulnya itu yang keren plus kesabaran hyunra..astajiimm ada mahluk sesabar ini demi nama cinta…cieee
Tp sumpah keren!!
Yaoinya dapet,straightnya dapet…
Kim heechul sudah tobat…
uwaaa…daebak…bahasanya bagus bgt…kaya slowmotion…pokoknya daebak….
Finally….
hhh…smpah”..kren kta” na nc na ksampingin lbh mngtmkn cnta mrka..
DAebak dah..!!
Wah keren thor.
Suka ama yunhranya yang sabar banget.
kalo ada yg begini yg komen sapa?
iya diblog juga ada#nyimplung
Pingback: Top Posts — WordPress.com