Just With You, Oppa
1. Author : Ayuningtyas P.S
2. Judul : Just with you, Oppa
3. Kategori : NC21, Yadong, Oneshoot
4. Cast :
- U-know Yunho (Jung Yunho)
- Choikang Changmin (Shim Changmin)
- Jeon Sujin (imagine as You)
Annyeonghaseo, seperti biasa… saya ingin mengekspresikan keyadongan saya, hahahaha~
Buat para reader, mianhae ya kalo cerita ini kurang seru. Soalnya NC ini mau dititikberatkan setelah keyadongannya, jadi kyknya rada sad gitu hehe, sekali lagi mianhabnida….
Dan buat yang udh RCL, jeongmal gomawo dan nantikan karya saya yang lain ya, hahahaha~
————————————————
“Oppa…. Joahae~ jadi namja chinguku ya?”
Aku memijat kepalaku mendengar pernyataan tetangga yang sudah kuanggap dongsaengku sejak kami masih balita dulu.
Yeoja itu bernama Jeon Sujin, dia adalah mahasiswa s1 berumur 19 tahun. Baru-baru ini ia pulang dari Amerika dan memutuskan untuk kuliah disini, Sujin berubah dari anak SD yang cengeng menjadi seorang wanita yang cantik dan selalu tersenyum, tubuhnya yang langsing dan indah selalu menjadi buah bibir kawan-kawanku. Terkadang daya tariknya juga nyaris saja mematahkan pertahananku…
Seharusnya aku merasa beruntung kan memiliki kenalan seindah Jeon Sujin itu? Tapi kau tahu kenapa aku selalu terpikirkan oleh pernyataannya itu?
Karena…. Di satu sisi, sebenarnya tubuhku sangat menginginkan dia.
Tapi….. aku, Jung Yunho. Adalah namja kantoran berumur 25 tahun ini…..
Aku berumur 25 tahun, dan Jisun berumur 19 tahun….
Dan demi Tuhan, aku tidak ingin dipanggil pedophilia oleh siapapun yang mengenalku…..
“Hyung…. Lihat ini deh, hehehehehe.” Celetuk Changmin, rekan kerjaku. Kami sedang istirahat makan siang dan tiba-tiba ia menyodorkan tabletnya yang sedang menyalakan…… yadong.
“Ya Tuhan Changmin, kau membuatku mual bahkan sebelum aku makan.” Keluhku sambil mendorong tablet itu jauh-jauh dari mataku, “Dewasalah Changmin-sshi… aku sudah kebal dengan itu, bahkan juniorku pun tak pernah menegang kalau melihat hal semacam itu.”
Bisa kulihat Changmin merengut disebelahku sambil mematikan tabletnya, “Bahkan dengan suaranya pun kau sudah kebal hyung?”
Aku mengangguk mantap, “Aku sudah dewasa, aku namja. Tidak akan pernah runtuh dengan yadong murahan seperti itu.”
“Hahahahahaha~~” Changmin tertawa seakan-akan ia tahu kelemahanku, “Tapi pertahananmu runtuh kan kalau liat dongsaengmu itu… siapa namanya, Jeon Sujin?”
Aku menelan ludah mendengar ucapan Changmin, bagus…. Bahkan ia sudah bisa membaca kelemahanku sekarang.
“Oppa…. Joahae~ jadi namja chinguku ya?”
Astaga, bahkan aku masih mengingat perkataannya saat itu~!! Padahal dia sudah mengucapkannya 2 minggu yang lalu~!!!
Aku tahu kau menginginkannya kan? Aku tahu hyung, kau hanya menyayanginya sebagai dongsaeng.. tapi tubuhmu memaksamu. Aku tidak salah kan? Begitulah ucap Changmin yang selalu menulariku dengan video-video yadongnya yang tidak berkualitas seperti kukatakan barusan.
Sujin? Lebih baik jangan, perjalanannya masih jauh. Kalau mau kau harus menunggu sampai ia selesai kuliah komentar tukang ddubokki di dekat rumahku yang memang kebetulan dekat denganku.
Aigoooooo anak bau kencur seperti itu mah ladeni saja, begitu kata teman teman kantorku yang lain saat kami sedang minum soju bersama Tapi jangan sampai keterusan ya, kau bisa dibunuh orang tuanya kalau begitu~
Tiba-tiba ada satu pesan muncul di HPku…
From: Sujin-ah
Oppa, hari ini kita jadi bertemu kan?
Ah pantas saja aku terbayang bayang oleh perkataannya, hari ini kan aku harus menjawab pernyataannya….
“Annyeonghaseo~” sapa Sujin dengan senyum manisnya. “Mianhae, menunggu lama ya?”
Aku menggeleng dan berusaha tersenyum sewajar mungkin, “Kalau begitu…. Kita mau kemana sekarang?”
“Mollaeyo… aku bahkan tidak punya uang kalau oppa mau minta ditemani minum soju,” jawabnya tetap dengan wajah yang ceria, seolah olah aku adalah harta karun yang sudah lama ia cari-cari.
“Kalau begitu… mau ke kontrakanku? Tidak ada orang disana, kita bisa mengobrol sampai larut malam.” Jawabku sambil menggandeng tangannya. Ia mengangguk dengan antusias
“Everywhere I go, when I’m with you, gwenchana~~” jawabnya dengan bahasa inggris yang sempurna, membuatku sedikit tertegun dengan perubahannya.
Di jalan, aku masih memikirkan jawabanku untuk Sujin, apa yang harus kukatakan padanya? Aku masih bingung, apakah aku harus menerimanya hanya karena alasan nafsu? Aku bukan namja yang seperti itu.
Tapi…. Aku juga takut menolaknya, ia pasti sangat kecewa. Aku membuatnya menunggu selama 2 minggu dan aku harus mematahkan hatinya? Aku juga bukan namja yang seperti itu juga~!!!
“Oppa…. Hari ini… kita akan bersenang senang kan ya?” tanya Sujin tiba-tiba, “Mengobrol bersama setelah beberapa minggu tidak bertemu. Pasti akan menyenangkan, oh iya aku belajar masak spaghetti loh. Itu makanan orang-orang yang tinggal di Amerika~~”
“Oh jinjja? Apakah itu enak?” aku berusaha mencairkan otakku dan berhenti memikirkan keputusan itu, kalau perlu… Sujin lebih baik lupa dan kami akan menghabiskan malam dengan nostalgia masa kecil kami, dan tertawa bersama sampai perut kami sakit.
“Nah, kita sudah sampai.” Jawabku sambil membuka pagar, “Kontrakan ini cukup dekat dari kantorku bekerja dibandingkan dari rumah, memang sederhana sih tempatnya… tapi anggap rumah sendiri ya.”
Sujin mengangguk sambil membuka sepatunya dan masuk ke dalam rumah. Sembari ia menjelajahi kamar-kamar temanku yang sedang pulang kampung, aku pergi ke kamar dan mengganti baju kerjaku dengan baju rumah yang lebih nyaman.
“Sujin-ah…. Bagaimana kehidupanmu di Amerika? Apakah teman-temanmu menyenangkan dan baik-baik?” tanyaku memulai pembicaraan.
“Nee… memang minoritas sih,” jawab Sujin yang sedang sibuk sendiri di buffet, sepertinya dia bersungguh sungguh ingin membuat makanan Amerika yang entah apa namanya itu. “Tapi teman-teman baikku selalu melindungiku dari orang orang jahat. Terkadang yeoja Asia kurang bisa diterima di kalangan sana, tapi tergantung cara mereka bergaul sih.”
15 menit berlalu. Kami mulai mengobrolkan nostalgia masa kecil, sekolah SD kami, kehidupan SMP dan SMA nya di Amerika, dan kuliahnya kini. Lalu tanpa terasa, masakan Amerika itu sudah terhidang di depan kami berdua.
“Nah, ini namanya Spaghetti oppa. Se-pa-ge-ti.” Sujin mengeja nama makanan itu dengan mimik yang lucu, “Sebenarnya ini masakan Eropa, tapi orang Amerika juga sering memakannya.”
Aku manggut manggut paham, “Oh… ini seperti ramyun ya, tapi lebih licin dan tebal. Aku coba ya~” kumasukkan satu gulungan mie Eropa itu ke dalam mulutku, dan mulai mengunyahnya pelan-pelan.
“Wah, massita~!!” ucapku puas, “Saus tomatnya segar di mulut dan daging yang disebarkan di atas mienya….”
Kulihat Sujin memandangi spaghetti nya tanpa nafsu dan memakannya tanpa suara. Mulutnya juga terlihat tertekuk seperti menahan tangis.
“Yak…..” aku menghabiskan mie Eropa itu dan memandangi Sujin, “Hari ini…. Kita akan tertawa dan menghabiskan waktu bersama kan? Tanpa ada kesedihan kan?”
Sujin mengangguk sambil mengunyah spaghetti yang ada di mulutnya, “Nee. Ngomong-ngomong oppa, pernyataanku yang waktu itu lupakan saja ya? aku hanya… ber…. Can….”
Mata Sujin yang berkaca kaca mulai basah karena air mata yang ia tahan di pelupuk matanya, “Ah mianhae… seharusnya hari ini kan bersenang-senang.”
“Sujin-ah…. Apa yang terjadi?” tanyaku dengan wajah serius, Sujin jarang cengeng.. tapi setahuku dia sangat kuat kalau menyangkut masalah hati.
“Aniiyo oppa, gwenchan…”
“Kojinmal, cepat beritahu aku apa yang terjadi~!” ucapku sambil berteriak tanpa sadar. Sujin menggeser piringnya dan menundukkan wajahnya di meja.
“Aku…… akan menikah bulan depan, dan keluargaku akan pindah ke Amerika.”
Betapa terkejutnya aku mendengar perkataan Sujin barusan, “Ku…. Kupikir kau benar-benar kuliah di….”
“Aku berbohong padamu oppa, aku tidak bisa mengatakan kepadamu kalau aku akan menikah…” ucapnya sambil mengusap air mata dengan pilu, “Tidak bisa kalau di hadapan namja yang kusukai sejak 12 tahun yang lalu.”
Mwo, dia bicara apa barusan? “Tapi aku oppamu, Sujin-ah…. Umur kita terlalu jauh untuk…. Bahkan aku terlalu takut untuk menolakmu atau menerimamu, aku….. hanya menyayangimu seperti dongsaengku.”
“Nee, arraseo.” Ia mengusap wajahnya dan mencoba tersenyum, meskipun senyumnya terlihat menyakitkan di mataku. “Yang jelas sekarang aku sudah lega dengan hanya mengatakannya. Meskipun…. Aku…. Tidak bisa….. melakukan…. Dengan oppa.”
Aku mengerutkan alisku, “Maksudmu bagaimana Sujin-ah?”
Ia menggeleng gelengkan kepalanya, “Sebenarnya… aku tak ingin disentuh oleh siapapun kecuali oppa, tapi…. Kakek dari calon suamiku sangat menyukaiku dan sekarang ia sekarat… mau tidak mau aku…”
Ia menghapus air matanya, “Paling tidak… aku hanya ingin bersama oppa kali ini, untuk yang terakhir kalinya…”
Aku menelan ludah menahan mataku yang sepertinya mulai berkaca-kaca, “Spaghettimu masih bersisa tuh, habiskan dong… aku bantu ya.”
Ia mengangguk dan menyendok spaghettinya *akhirnya bisa ngomong spaghetti* , begitu juga aku yang menggunakan garpu dari piringku.
Aku merasa aneh…. Aku merasa…. Sepertinya aku dan Sujin memakan satu helai spaghetti yang sama.
Dan benar saja, wajahku semakin mendekati wajah Sujin, namun wajahnya masih menunduk dan tak memperhatikan spaghettinya sampai akhirnya…. Bibirnya menyentuh bibirku.
“Mmmmm?” ia tak sengaja menelan spaghettinya tanpa melepaskan bibirnya dari bibirku, begitu juga aku. Setelah menelan spaghettinya….. aku tetap menempelkan bibirku di bibir lembutnya, astaga…. Bahkan aku baru sadar, meskipun aku yadong…. Bibir Sujin adalah bibir yeoja pertama yang berciuman denganku.
Wajah kami semakin dekat sehingga bisa kurasakan bulir airmatanya di pipiku. Kupegang rahangnya lembut dan tangan kiriku memegangi tangannya yang gemetaran.
“Uljimma…. Kesedihanmu juga kesedihanku, Sujin-ah.” Aku melepaskan bibirku dan mengusap bekas airmatanya dengan hidungku…. Nafas Sujin yang berhembus di telingaku membakar nafsuku..
“Oppa…. Oppa…” ia memegangi pipiku dan menatap mataku dengan matanya yang lebar, “Jebal.”
Bibir kami bertemu lagi, kini aku mencoba membuatnya tenang dengan ciumanku yang berulang ulang, kucoba untuk memanaskan bibirnya yang dingin.. kubuka bibirnya dengan lidahku dan merasuki kerongkongannya. Tangannya pun memegangi kepalaku erat erat seakan tak mau melepas ciumanku.
Nafsuku yang sudah membara kini membawa tanganku kea rah payudaranya dan meremasnya berulang ulang. Ia tidak melenguh, masih bermain dengan lidah dan bibirku…
Sembari kami berciuman, aku membantunya bangkit dan kami berjalan perlahan menuju kamar tidurku. Aku menindihnya dan ia masih menciumi bibirku sesekali badannya bergelut sehingga payudaranya menyentuh dadaku, membuat juniorku mengeras perlahan.
“Hhhhh…..hhhhhhh….hhhh…..” bibir kami akhirnya lepas karena kehabisan nafas, “Haruskah Sujin-ah? Aku tak ingin melukaimu.”
Ia menatapku dalam-dalam, “Jebal….. aku hanya ingin memberikan pengalaman pertamaku kepada oppa.” Bisiknya dengan wajah yang memerah, “Jadi… gwenchana,”
Aku menelan ludah dan membuka baju Sujin… terlihatlah payudara indahnya di depan mataku, maka tanpa menunggu aku segera meremasnya dan membenamkan wajahku di tengahnya. Terdengar detak jantungnya yang berdebar keras, seperti jantungku.
Aku menciumi leher dan dadanya berulang kali dan memberikan kiss mark yang agak memerah, lalu kembali meremas dadanya sembari mengulum nipplenya.
“Ummmmmmh~~” lenguhnya pelan saat aku menjilat leher, dada lalu menuju pusarnya. “Ppali oppa… jangan buang waktu.”
“Jangan cepat-cepat, masih terlalu rawan… harus dibuat lemas dulu.” Kataku sambil membuka baju disaat aku masih menindihnya, “Tapi kalau kamu memaksa… aku akan melakukannya.”
Kujilat dua jariku dan mengelus vaginanya pelan, kumainkan lembut clitorisnya dengan tanganku. Ia masih tetap tidak bersuara sampai ketika aku menjilati vaginanya dengan lidahku, Sujin mendesah pelan entah karena nikmat atau kesakitan.
“Sujin-ah…. Aku tak berani menembusmu, ottokke?” tanyaku sambil menggesekkan juniorku di vaginanya. Lubang miliknya sangat kecil, bahkan menggesekkannya seperti ini membuatku agak takut.
“Aku…. Akan mencoba rileks.” Katanya dengan wajah yang merah, “Gwenchana oppa. Jebal, trough me…”
Aku dan ia mengambil nafas dalam-dalam. Lalu kujilat ujung juniorku dan mendorongnya pelan-pelan, rasanya begitu sempit…. Mungkin karena umurnya yang masih belia.
“Ppali~~ jangan ragu oppa.” Ucapnya terengah engah, “Kalau lama jadinya sa…… ahhhhh~~!!!”
Aku terkejut mendengar rintihannya karena tanpa kusadari juniorku sudah tertanam sempurna di vaginanya yang sempit, “Haruskah kugenjot sekarang?”
Ia mengangguk tanpa suara lagi, lalu mulai kugerakkan pinggangku maju mundur… rasanya ternyata sangat enak, bagaikan terbang di awang-awang.
“Sujin-ah….. kau tahu? Ini… adalah pengalam pertamaku juga. Jadi, maafkan aku kalau aku tidak membuatmu puas.” Jawabku sambil tersenyum malu. “Jinjja…. Aku suka menonton dan membaca semua yang berunsur yadong, tapi aku masih virgin kok. Jadi jangan khawatir.”
Sujin mengangguk, “Gwenchana oppa, gwenchana…. Ahhhhh~~” jawabnya yang sudah mulai merasakan kenikmatannya. Dia begitu rileks dan pasrah, sehingga aku tak perlu membuat selaput daranya robek.
Aku membantunya berdiri dan kami melakukan doggy style. Lagi-lagi Sujin hanya mendesah desah pelan seakan ia pernah melakukan ini sebelumnya.
“Mmmmmmmmmmmh mmmmmmmmmmmmmmh.” Suara Sujin sesekali keluar apabila kumainkan payudara dan kupuntir puntir nipplenya, terkadang kuelus pinggang kecil nan halusnya berulang kali sembari menggerakkan pinggangku maju mundur.
“Akkkh…..” keluhnya ketika aku menyodok lebih dalam. “Itu… titiknya…. Ahhhh oppa~~ sepertinya aku mau kelu….. aaaaaar~~”
Bisa kurasakan pelumasnya membasahi kepala juniorku, sehingga aku makin mudah menggenjot juniorku. Setelah beberapa menit melakukan doggy style, aku mengangkat tubuhnya dan memposisikannya diatasku.
“Sujin-ah, hhh…. Hhh….. ucapkan sesuatu, jangan pendam nafsumu.” Ucapku sambil menatapi wajahnya yang kemerahan dengan rambut panjang yang berantakan, kuelus bibir kecilnya sembari ia menggoyangkan pinggangnya perlahan. Kutelusuri tiap inchi tubuhnya yang mulus dan sesekali kurapihkan rambut panjangnya yang menutupi wajahnya.
“Ehkk….. eheuuk….. saranghae oppa,” ucapnya lirih. Matanya berkaca-kaca lagi, dan airmatanya perlahan jatuh lagi di pipi kemerahannya bersama keringat dari kedua pelipisnya. Aku yang melihatnya menangis lagi…. Mencoba memangkunya tanpa melepaskan juniorku didalam liangnya yang semakin lama semakin hangat. Kini posisi kami berhadapan dan ia di atas pangkuanku.
“Sujin-ah…. Apa kamu bahagia?” tanyaku sambil menyeka airmatanya, “Apa kamu bahagia melakukannya bersamaku, oppamu?”
Ia menunduk dan menutupi wajahnya dengan rambut panjang hitamnya, namun kucoba untuk mengangkat rambut itu dan bertanya padanya, “Sujin-ah… apa kamu benar-benar mencintaiku? Apa kamu bahagia?”
“Nee….” Ucapnya lirih, “Aku menangis bukan karena sedih, tapi karena bahagia~”
Aku mencium dahinya lembut, lalu beralih ke bibirnya…. Kemudian aku mengangkat sebelah kakinya dan menggenjot lebih cepat karena kurasakan juniorku berdenyut denyut tak karuan.
“Bertahanlah Sujin-ah…. Sebentar lagi aku keluar.” Ucapku sambil menggenjot lebih cepat. Sujin tak menjawab, mulutnya terbuka lebar tanpa suara… hanya terdengar lenguh lenguh kecil yang entah kenapa membuatku semakin membara dan…..
Begitu aku sudah hampir mencapai klimaks, aku segera mengeluarkan juniorku dan menyemburkan cairan cintaku ke dadanya, cairan keperjakaanku yang akhirnya keluar setelah 11 tahun terpendam….
“Jakkamanyo…” aku mengambil tisu dan membersihkan dadanya yang penuh dengan cairan putihku, sementara Sujin masih mengeluarkan lenguh lenguh kecil dengan pandangan mata yang kosong. Kemudian kupakai celanaku dan kubantu ia memakai celana dalamnya, lalu kami saling berselimut di ranjang. Sujin meringkuk di dalam pelukanku masih dalam keadaan telanjang dada.
“Oppa…. Sarangaheyo.” Ucapnya lirih, pandangan matanya masih kosong…. Dan ia memeluk dadaku perlahan. Kucium puncak kepalanya dan kuelus punggung halusnya, dalam sekejap ia pun terlelap dalam pelukanku.
Tapi entah kenapa… aku tak bisa tidur sesudahnya. Memang aku sudah tidak merasakan gejolak dalam tubuhku lagi, tapi…. Kenapa rasanya aku merasakan perasaan yang berbeda?
Author POV
1 Bulan kemudian….
“Oh hyung, kau minum sendirian? Tumben sekali.” Changmin menemukan Yunho yang sedang duduk di warung soju dengan wajah yang melamun, “Hyung, gwenchana?”
“Oh Changmin-sshi… silahkan duduk, mian tadi aku sedang bengong.” Jawab Yunho sambil menuang satu sloki soju dan meminumnya dalam satu teguk.
“Sepertinya kau hari ini aneh sekali hyung, ada apa?” tanya Changmin sesudah memesan 2 botol soju sedang kepada sang pelayan, “Apa terjadi sesuatu dengan Sujin, dongsaengmu yang menggoda itu?”
Yunho menggeleng pelan, lalu menunjukkan HPnya kea rah Changmin. Namja yang sedang minum soju itu otomatis tersedak melihat apa yang ada di layar HP itu
“She’s already married?!” tanya Changmin dengan penuh keterkejutan. Sampai-sampai beberapa orang yang sedang duduk disana memperhatikan dia karena namja itu terlalu berisik.
Yunho mengangguk, “Itu rekaman sesi pernikahannya. Ummaku yang pergi ke Amerika dan mengirimkan ini padaku, yah… mungkin memang bukan takdirku.”
“Maksud hyung takdirku itu bagaimana?” tanya Changmin penuh rasa penasaran, “Oh iya, terus apa yang kalian lakukan saat pertemuan itu? Kau menerimanya menjadi yeoja chingu nya?”
Yunho hanya menatapi gelas sojunya cukup lama, lalu mendengus sambil memandang ke langit-langit dengan mata yang agak berkilat, “Menurutmu… perasaan seorang namja bisa tidah sih berubah, setelah ia menghabiskan beberapa waktu dengan yeoja itu?”
“Bisa saja,” jawab Changmin tanpa basa-basi, “Manusia itu cepat berubah, bahkan keinginan manusia bisa berubah dalam waktu 5 menit.”
Yunho menuang sojunya dan menggoyang goyangkan slokinya, “Mungkin….. aku merasakan perubahan perasaan terhadap yeoja itu.”
“Jinjja? Ah hyung…..” jawab Changmin sambil menepuk nepuk Yunho, “Aku tak percaya dia akan menikah dengan umur sebelia ini.”
Yunho tersenyum sambil memasukkan HPnya ke dalam jaket, “Kakek calon suaminya itu sangat menyukai dia. Tapi beliau sekarang dalam keadaan sekarat dan meminta cucunya menikah dengan Sujin.”
“Ooooh begitu,” ujar Changmin manggut manggut, “Jadi kesannya, ia ingin minta tolong padamu untuk membatalkan pernikahan itu?”
Yunho mengangkat bahunya, “Mollaeyo. Tapi….. malam itu adalah malam yang sangat bermakna bagiku.”
“Hahahaha… beritahu aku dong kalau bermakna.” Celetuk Changmin sambil tertawa jahil, “Memangnya kalian melakukan apa hari itu?”
Yunho tersenyum dan melanjutkan ucapannya, “Bermakna… karena dia mengatakan kalau dia hanya ingin bersamaku meskipun takdir tak mengizinkan. Pada malam itulah….. aku merasa kalau aku jatuh cinta padanya, cinta pertama yang mengesankan…..”
Yunho mengeluarkan HPnya dan menatapi foto dirinya dengan Sujin, dongsaeng kecilnya yang sudah nun jauh disana….. dongsaeng cantik yang sudah membuatnya merasakan cinta yang sesungguhnya.
-THE END-
Posted on June 21, 2011, in Oneshoot, Yadong NC 21 and tagged Changmin, NC 21, Oneshoot, TVXQ, Yadong, Yunho. Bookmark the permalink. 54 Comments.






aigoo sujin , knp kau harus menikah dgn namja lain ??
Hiks , ksian kan yunho nya ..
Huhuhu
Gk ama sujin ama aku aza oppa *peluk yunpa*
nice epep tp sad end..
nc yg sdih :’( hiks bkin lnjutan.a dong .. . . masa ce.a ksian bgt ga bhagia dong hiks :’(
Sumpah ya ni ep.ep sedih banget :’( bikin squel donk bikin laki sujin mati :’( ato bikin sujin cerai ma lakinya truz nikah ma yunho :’( kan ksian yunho
Hueee kasian atuh yunho nya
sekuel wajib,gak tega aku melihat yunho kesepian (?)
doggy style itu apa btw?aku suka denger tapi gak tau maksudnya ><
Aku kira yunho nerima sujin. Terus sujin batal nikah. Huaaah ternyata yunho ngerelain sujin nikah hiks T__T
NCnya kecepetan. Hehehe tp bagus kok. Itu harusnya sujin ama yunho neh..hehehe
tp direlain ama yunho
yunho menyesal belakangan blm nerima sujin
hhooooaaa…kaga nyangka trnyta NC ada jga yg sad…kasian bgt cie Yunho…hrs ditgl Sujin….!!ckckck*geleng2palandere*
sedih, menyedihkan mereka ngak bersatu. . .
Yunho kenapa ngak nerima/ minta soojin jd milik y pasti d batalin deh nikah y. . .
Tp so sweet bgt kisah y. . .
Hiks.. hiks.. :’( sedih bacanya.
Eh bang yunho kalo 25×19 itu pedhopil 28×15 namanya apa???
Sequel dong thor, sujin nikahnya cuma boongan abis kakek”nya meninggal mereka cerai terus dia pulang ke korea ketemu yunho terus nikah deh *happy ending* kkk~
aigo sesak baca nie ff
ckckck np sujin nikah kasian kn yunhopa hiks
Huhu sedih aq
Kasian yunho oppa
Seq dong, ini masi gantung
KAKEK SIALAN~ *emosi* REPOT AMAT SIH??KNP GA CPT2 MATI AJAAA!!!
Kan kasian Sujin sm Yunho tauk!!wuu!!
Btw,Changmin oppa nganggur tuh,sini2,*peluk Changmin* :p hehehe
huaa, terharu .. T,T yunpa ma aku aja kalo ga mau .. Aku ga nikah ma orang kok *ditonjok gongchan* X(
uwohh thor, nc-nya kecepetan *digeplak author* but over all is so good
mau sekuelnya dong thor
gatahan baca semua.. gabiasa baca nc.. tp good job deh author
Ahirnyaa ada cast yunho(t)!!!
Aahhh thorr plis sekueelll!!!
ayooo buat lagi doonngg yang cast’a yunho oppa. tapi jangan sad ending hehehee. daebak banget pokoknya ini, tapi aku ga suka sad ending hehehee
Aigooo sad ending,bagus ceritanya,keren
HAH? 19 taun ud S1?! Keren!! Prok prok prok!!
Bkn mnyalakan kalee~ tp memuat tt yadong!!
Y gpp la cma bda 6 taun ini! Aq ajj ama teukiapa bda 10 taon biasa tuh! *somboong*
Gaswat,, posisi hyukie bsa trganti ama changmin oppa! o-0
Artis koq ngontrak? Apartment donk! *angkuh*
Wah, pasta! Terinspirasi dr chef master juna y?! Kekekeke~
SKA DE CRITA”A }
Wesdaann,, nahan slama 11 taun? Brarti pas 14 taub was do it donk?
Tp gmn cara yunho oppa jilat itu’a sndr?
Trs emank bsa do it tp ga robek slaput dara?
Jd ini mreka tuh ade-kaka tiri? AMPE BSA CNta gtu & do it?
Bwt sequel’a.. Perjelas lg & lanjut! Msh nanggung!
Batalin ajj wedding’a ato suami’a kcelakaan gtu! *jahat*
aigoo~ kasian deh si yunpa bkinin sequelx nih thor~ bikinin versi changmin jga deh jarang bca ff nc si changmin!!! :p
loh bukanya u-know yg suka nonton yadong
ahihi
HAHH~ nc nya agk kecepetan ya thorr trs si sujin kesannya pasrah bgt gt…endingnya gantung.. Bikin sequel!!!
Untung bukan changmin yg beradegan yadong yaya soalnya dia nyimpen 1st timenya buat aku seorang ☺ ☺ ☺
Wess aku kira threesome kok ada changminnya…
Ternyata cuma yunho *ketauan yadong* wkwk
Duh duh suamiku si changmin yadong bener ya mirip sama istrinya /jegerr XD
Bagus… Tp aku masih bingung,,
Apa karena cepet banget atau aku bacanya gak serius…
Tp intinya kasian yunho appa… Ckck
Kasihan yunho oppa…
Sini2 sama aku ajah*d pelototin onew oppa.
Ia nih nc.a kecepetan*yadong kumat.
tapi ff.a keren kok.
di bikin lanjutanya dunk?
Hehe
yunho sm yujin adik kakak kandung ?
akuu rada binggung baca.a tapi ksh jg ya yujin
yunho sm yujin adik kakak kandung ?
akuu rada binggung baca.a tapi ksh jg ya yujin ..
yunpa knp gak nyusul, trus batalin pernikahannya
yachh kok sujin ga ma yunho aja seh
nice ff
kasian dua duanya
ga tega deh
sedih
itu apa banget si changmin –” yadong
ah bikin sequelnya yayaya
Buat sekuelx dong,hrus yunho yg dpatin cinta prtmax….
nc nya keren,cma krg panjang aja crtax….
Uuuhhh… Unoppa… :’( Kasiannya dirimu… *elus2 uno*
daebak
huaaaah kasian Yunppa T,T
bikin sekuel nya dong thor. . Pkoknya Su Jin harus nikah sma Yunppa
Haha yadongnya berawal dari spaghetti .
Top ching , sedih tapi si Sujin nikahnya ga sama yunhoo ,
bikin sequelnya dong chingu ^^
ummanya yunho oppa malah ngirimin video itu, padahal, yunho lg sedih.. ufufufu…. menurutku belum kerasa yadongnya, mian unniee~~ huhuhu… mianhaeyooo~~
Hoaaa. . , .
Daebak^^
Changmin oppa ama aku aja yu, , ,*digampar cassie*
kyaaa yunppa kasian hiks T^T
Author bikin sequelnya yaa ?jebal ..
sequelnya thor sequel plis plis plis
kirain aku endingnya itu mereka nyatu. eh ternyata pisah D:
alur cerita dan ncnya keren thor!
ayo ditunggu sequelnya XD
Huft kasian slg cinta tapi nggk bisa ber1..
Yunho oppa sini ama aku aja.. #digampar kibum oppa pake bibir# hehehe..
wiidiiiiiih , malangnya nasib yunho oppa .
sabar ya oppa *nepok2 kepala yunppa*
kasian yunho…
hebat bs ngrelain..
Aigoo yunho pasrah banget. Sini sm ak aja *ditabok seungri
APPPPPA~~ NGAPAIN DISINI??? JAEMMA NUNGGUIN DI RUMAH~ *jewer Yunppa* *bawa pulang*
No komen thor~ *ditabok*
Yang main appa saya~ *author: trus, urusan lu apa?* -__-v
Bingung mau komen apa! -_-a
Udah ya, saya mau bawa appa saya pulang~
huhuhu :’( kesian betul yunho .
Yunha masih ada aku kok disini #plakkk
sad ending thor :’(
nice ff (y)
lanjut thor ff nya ^^
Lhaa,kog sad ending ? ==”
bkin epiLog.a dunk,author.. >m<d
Nice FF thor!!
*bingung mau ngomong apa lagi*
Yahhh..kok ga happy ending c??
Syg bgtt! Kan kasian yunho nyaa, sujin nya jg pasti ga bahagia..
Huwee T^T
Untuk NC nya uda baguz c.. Sangat berperasaan.
Chua!
aishh,, kenapa akhirnya sedih thor??
haduh sedih dh knapa sii sujin ga jdi sma yunho malahan tetep dijodohin .. yunhonya juga sii oon kasian kan nohh anak orng ud cinta sama dia sampe sgitunya sampe rela ngasih ‘itu’nya buat yunho ,, ehhh malah yunhonya msh plin plan.. aigooo sedihnya :’(
Arghhhhhhh
ong .. Kkkkk
Yunhoo !!!
Kamu sih lola bgt ….
Tapi itu kok ada kata aku masih perawan ?
Tapi yunho yg ngomong .. Kkkkk
Aku suka bgt NC nyaa santaii tapi meyakinkan
Aku suka bgt NC nyaa santaii tapi meyakinkan
speechless…
hahaha~ yunooooooooooow!
ampuuuun >,<
Hoy hoy!!! Daebak!~!! ^^ ga psrn endnya,woa si chang ga dpt peran yadong..mndng ma aku aja xD#dbnhcassie
Keren thor.