[RFF - 3rd Winner] The First and The Last

—DESCRIPTION- Admin Note—

Penilai: Elfinaheeteuk (kpoper), Renitanick (kpoper), Andy (non-kpoper), Regina (non-kpoper) | Penilaian dilakukan berdasarkan cerita yang dirasa memungkinkan dan/atau memenuhi syarat. Cerita diambil bukan berdasarkan pemeran (artis kpop). Kami memilih non-kpoper untuk menjadi juri penilai, agar tidak adanya kecurangan dalam sistem penilaian. | Penyisihan: dari 53 FF yang masuk, 18 FF telah terpilih dengan cerita menarik. Kemudian, disaring menjadi 5 FF, dan dipilih menjadi 3 terbaik. Kami memohon maaf apabila cerita/FF yang kami pilih terkesan tidak bagus menurut pembaca. Tapi kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memilih 3 terbaik yang menurut kami baik. Kamshahamnida :)

SELAMAT UNTUK PARA PEMENANG :)

(–)–(–)–(–)

1. Author : AraLee

2. Judul : The First and The Last

3. Kategori: NC 21, Yadong, Oneshoot

4. Cast:

- Lee Donghae

- Han Yoora

————————————————————————————-

Donghae samar-samar mendengar suara kelontangan, namun rasa kantuk dan capek lebih menguasainya. Jadi ia memilih untuk mengabaikannya dan melanjutkan petualangan dalam dunia mimpi.

Namun sedetik kemudian, begitu menurutnya, pintu kamarnya dibuka.

“Donghae-oppa, ireona, kalau tidak bangun sekarang kau bisa terlambat.”

Donghae kenal suara itu, suara yeoja chingunya yang sedang berusaha membangunkannya dengan mengguncang tubuhnya pelan.

“mm..”

Donghae menggeliat, ia berusaha untuk membuka matanya, mengerjapkannya beberapa kali untuk membiasakan dengan cahaya.

“Jagi? Kenapa…hoamm kenapa kau disini sepagi ini?” tanyanya sambil sesekali masih menguap.

Yeoja chingunya, Han Yoora, tersenyum.

“Aku tidak tahu, tiba-tiba aku merasa ingin bertemu denganmu.”

Donghae mengangguk paham.

“Ah, bagaimana caramu masuk?” tanyanya lagi.

Yoora tersenyum lebar, lalu menunjukkan kunci duplikat apartemennya.

“c’mon Lee Donghae, wake up. Aku sudah menyiapkan sarapan.”

Yoora menarik tangan Donghae.

Dengan sedikit malas namja berbadan tegap dan berwajah cute itu menyeret tubuhnya bergerak ke kamar mandi.

Yoora memilihkan kemeja, celana dan jas yang akan dipakai Donghae, ia punya firasat kuat bahwa Donghae berniat memakai baju-baju yang ia pilihkan.

Benar saja, wajah Donghae menunjukkan keheranan yang amat sangat.

“Waeyo?” tanya Yoora.

Donghae menggeleng pelan, tapi wajahnya masih menunjukkan keheranan.

“Geureom..aku tunggu di ruang makan oppa.” ujar Yoora sambil tersenyum lalu meninggalkan Donghae di kamarnya.

“Bagaimana dia bisa tahu kalau aku ingin memakai setelan ini?” tanya Donghae pelan entah ditujukan pada siapa.

“Ayo duduk oppa, cepat makan sebelum dingin.” ujar Yoora sambil tersenyum.

Lagi-lagi Donghae dibuat terkejut, makanan yang disiapkan Yoora entah kenapa sesuai dengan keinginannya.

“Aku ingin tahu apa kau bisa membaca pikiranku..” gumamnya pelan, Yoora memiringkan kepalanya.

“Oppa bilang apa?”

“Eh? Ah tidak, kebetulan aku memang ingin makan makanan ini.” ujar Donghae.

“Ah, jinjja? Baguslah, makanlah dengan lahap oppa, habiskan saja.”

Donghae tersenyum dan mengangguk, lalu menyantap sarapannya dengan lahap.

‘Kalau nanti dia merapikan dasiku, aku akan mengecup keningnya.’ ujar Donghae dalam hati.

Donghae bangkit setelah menyelesaikan sarapannya, menghampiri kaca besar untuk membenarkan dasinya sebelum kedua tangan Yoora mengambil alih.

Donghae mengangkat satu alisnya.

‘Dia benar-benar bisa membaca pikiranku’ pikirnya.

Donghae tersenyum lalu mencium kening gadis itu.

“Apa oppa besok senggang?” tanya Yoora ketika mengantar Donghae ke pintu depan.

“emm, entahlah, waeyo?”

“ah aku..aku ingin kita berkencan, ke taman bermain? Sudah lama kita tidak pergi bersama, aku ingin ke taman bermain.. Eottohkae?”

Yoora menatap Donghae dengan tatapan kekanakannya, ia juga menggigit bibir bawahnya.

Menunjukkan sisi aegyo, biasanya berhasil meluluhkan Donghae.

“Haruskah kau berpose seperti itu? Haha arrasseo, besok malam kita..”

“Ani! Besok pagi, aku mau kita pergi besok pagi.”

Donghae menatap Yoora heran, ia merasa hari ini Yoora sangat aneh dan bertingkah tidak seperti biasanya.

“Aku tidak tahu kau kenapa, sangat aneh tingkahmu hari ini.” ujar Donghae.

“Aku hanya ingin bermain berdua dengan oppa, tidak boleh?”

Yoora mengerucutkan bibirnya, pose aegyo keduanya.

“ah ye, arrasseo, besok kita pergi.”

Yoora tersenyum lebar lalu mengecup pipi Donghae.

“Gomawo oppa”

“Hanya disitu?” tanya Donghae.

“Iya, aku hanya ingin ke taman bermain.”

“Ani, maksudku ciumanmu, hanya di pipiku?”

Donghae tersenyum jahil.

“Sudah..oppa berangkat saja sana, nanti terlambat.” ujar Yoora dengan wajah memerah.

“Ah kalau begitu besok tidak jadi saja.” ucap Donghae sambil menyedekapkan kedua tangannya, ia memasang wajah serius.

“Oppa~”

Donghae menunjuk bibirnya.

Yoora mengerucutkan bibirnya, lalu berjnjit untuk mengecup bibir Donghae sekilas.

Namun Donghae justru mengunci kepala Yoora, melumat bibir gadis itu lambat, dan menghisapnya pelan.

“mmph..sudah oppa!”

Yoora mendorong tubuh Donghae pelan, wajahnya sudah benar-benar merah, kontras dengan wajah Donghae yang tersenyum puas.

“Aku berangkat dulu, sampai jumpa besok pagi.” ujar Donghae lalu mengacak rambut Yoora pelan, dan berangkat kerja.

***

“Oppa, ayo kita naik itu.” seru Yoora bersemangat sambil menunjuk area permainan roller coaster.

Donghae menatap area tersebut sedikit ngeri dengan jalurnya yang meliuk-liuk.

“err..kita cari minum dulu yah, aku haus..”

Donghae menatap memohon pada Yoora.

Gadis itu menghela napas.

“Geureom haraboji, kita beli minuman.”

“Mwohae? Haraboji? Ya! Han Yoora! Durhaka kau ya”

Donghae mengelitiki pinggang Yoora

“Ah ampun oppa…ampun..”

Donghae tertawa melihat wajah tersiksa Yoora.

“Anak muda, kemarilah, biar aku ramal kalian..”

Mereka berdua serempak menoleh, mendapati seorang nenek peramal.

Nenek itu tidak melihat ke arah mereka, hanya menunduk ke arah kartu-kartu tarotnya.

Yoora tertarik, ia ingin diramal.

“Sudahlah, jangan percaya hal-hal begitu.”

Donghae menarik tangan Yoora, namun gadis itu tidak bergerak.

“Sebentar saja? Yah?”

Yoora tidak menunggu jawaban Donghae dan langsung mendekati nenek itu. Dengan langkah malas Donghae pun mengikutinya.

“Hidupmu tidak lama lagi, manfaatkan kesempatan mu nak..”

Nenek itu menatap Donghae dengan sendu.

“Ayo kita pergi.” ujar Donghae datar lalu menarik tangan Yoora, mengajaknya menjauh dari si nenek peramal.

“Geundae…aku masih ingin…”

“Jangan membantahku.” potong Donghae.

Yoora terdiam, ia memilih untuk mengikuti langkah lebar Donghae.

***

‘Hidupmu tidak lama lagi, manfaatkan hidupmu nak..’

Kata-kata si nenek peramal terus terngiang di telinga Donghae.

“Sial.” umpatnya.

Dia benar-benar tidak bisa berkonsentrasi pada pekerjaannya.

‘Secangkir kopi mungkin bisa menjernihkan kepalaku.’ pikirnya.

Baru dia akan berdiri, secangkir kopi sudah ada di hadapannya.

“Bagaimana kau tahu aku inginkan kopi?” tanya Donghae benar-benar heran.

Yoora tersenyum sambil mengangkat kedua bahunya.

“Gomawo” ujar Donghae memberikan senyum tulusnya.

Donghae meminum kopinya sedikit, lalu kembali melanjutkan mengerjakan tugas kantornya.

“Masih banyak?” tanya Yoora, ia melingkarkan kedua tangannya di leher Donghae.

“Begitulah, waeyo?” tanya Donghae sedikit acuh.

Yoora tidak menjawab, ia justru meniup telinga Donghae.

“Yoora-ah..apa yang kau lakukan hm? Jangan ganggu aku dulu.”

“Aku ingin bermesraan dengan oppa..” ujar Yoora pelan.

Gadis itu masih menggoda Donghae, sengaja ia menempelkan bibirnya di leher Donghae, dikecupnya perlahan, dan dihembuskan napasnya pelan.

“Ahhss jinjjaa Han Yoora! Kau ini kenapa?”

Donghae memutar kursinya menghadap Yoora, menatapnya tajam.

“Aku ingin bermesraan dengan oppa..malam ini saja..pekerjaan oppa kan bisa dilakukan nanti.” pinta Yoora.

Donghae menjawab dengan gelengan.

“Kau ini kenapa? Tidak biasanya sikapmu begini.. Aku tidak bisa menemanimu bermain Yoora-ah..”

Donghae kembali memutar kursinya menghadap meja.

Yoora mengerucutkan mulutnya, kesal keinginannya tidak terpenuhi.

Nekat, ia memutar kursi Donghae, membuat alis namja itu bertaut dan menatapnya tajam.

Berusaha mengabaikan tatapan tajam Donghae, Yoora duduk di pangkuannya,mengalungkan kedua lengannya ke leher Donghae.

“Yoora-ah…”

Yoora tidak merespon, gadis itu mengelus pipi Donghae.

Donghae benar-benar heran dengan tingkah Yoora yang menjadi sangat agresif.

“Yoora-ah, jangan begini..” ujar Donghae penuh kesabaran.

Yoora tetap tidak menjawab, jemarinya masih menyusuri lekuk wajah namja yang dicintainya. Kemudian air mata Yoora menetes.

“Hey…kenapa menangis? Apa perkataanku terlalu kasar? Mianhae..” ujar Donghae lembut lalu menghapus air mata gadis itu dengan kedua jempol tangannya.

Yoora menggeleng pelan lalu memeluk Donghae, masih terisak.

“Oppa…nan jeongmal saranghaeyo…” bisik gadis itu di sela isak tangisnya.

Donghae mengelus rambut Yoora.

“Nado saranghae Han Yoora..ssh uljima..”

“Aku…oppa, aku mau dijodohkan! Aku..aku tidak bisa menolaknya, aku harus melakukannya..karena semua menyangkut kelangsungan keluargaku..oppa mianhae..”

Donghae terhenyak mendengarnya.

Shock, marah, kecewa, sedih, semua bercampur aduk dirasakannya.

Ia masih mengelus rambut Yoora namun bibirnya tidak mengeluarkan sepatah katapun.

“Aku hanya ingin melakukannya dengan oppa..yang pertama..aku ingin oppa yang mengambilnya..oppa..jebal…”

Yoora menatap memohon kepada Donghae dengan airmata yang masih terus mengalir.

“Kenapa baru sekarang kau mengatakannya? Jadi itu alasan kau jadi aneh akhir-akhir ini?”

Yoora tidak memberi jawaban, ia menundukkan kepalanya.

“Aku…aku tidak tahu Yoora,ini..ini sangat membingungkan..” ujar Donghae lelah.

“Aku ingin yang pertama untuk oppa..seandainya aku bisa..selamanya hanya bersa..”

“Kapan pernikahanmu?” potong Donghae.

“Minggu depan..” jawab Yoora lirih.

Donghae mendesah kesal.

“Aku tetap tidak bisa Yoora-ah, aku tidak ingin menyaki..aahh..”

Donghae mendesah karena saat itu Yoora memilih untuk menggoda Donghae lebih dulu. Tangannya diam-diam bergerak mengelus organ sensitif Donghae.

“Han Yoora…” desis Donghae lalu mencekal tangan jahil Yoora.

“Kau benar-benar ingin mengujiku hm?”

Yoora hanya menunduk, ia tidak tahu lagi bagaimana agar Donghae mau menurutinya.

Donghae mengangkat wajah Yoora.

“Baiklah, kau yang minta kan? Jangan salahkan aku kalau kau kesakitan.” ucap Donghae lalu mencium Yoora dengan ganas.

Dilahapnya bibir Yoora, dijilatinya, dan dihisapnya perlahan.

Yoora melingkarkan kedua tangannya di leher Donghae, berusaha menciptakan keadaan yang membuat mereka berdua semakin bergairah.

Ciuman Donghae berubah semakin dalam, lidahnya menari di dalam rongga mulut Yoora dengan liarnya, seakan-akan bibir mereka menyatu.

Beberapa saat kemudian mereka saling melepaskan diri untuk bernapas.

Donghae menatap Yoora dengan lembut, tangannya menggelitiki punggungYoora.

“Kenapa kau menginginkannya?” tanya Donghae.

“Karena kita tidak tahu kapan kematian itu datang kan?”

Donghae mengernyitkan dahinya.

‘Apa dia tahu?’ tanyanya dalam hati.

Donghae ingin bertanya tapi terlambat, bibirnya sudah dikunci oleh Yoora.

Keduanya asyik memagut satu sama lain, menyentuh dan meraba tubuh pasangannya.

Ingin memancing reaksi Yoora, tangan Donghae bergerak mengelus tubuh bagian bawah Yoora.

Pantat gadis itu digelitikinya.

Sesuai dugaannya, Yoora bergerak gelisah, namun Donghae tidak melepaskan ciumannya.

Jemari nakal Donghae menari di sekitar hole Yoora.

Yoora pun melepas ciumannya, napasnya terengah-engah antar kehabisan napas dan gairah.

“Waeyo?” tanya Donghae sambil tersenyum.

Yoora merasa diremehkan Donghae, dan ia berniat membalasnya.

Tangannya ia letakkan kembali di atas alat kejantanan Donghae, dan ketika ia mengelusnya sangat perlahan, organ itu berdenyut-denyut.

Yoora melirik ekspresi Donghae dan tersenyum penuh kemenangan.

Donghae mendecakkan lidahnya.

“Kau ini..”

Donghae langsung memindahkan tangannya ke selangkangan Yoora, ditekan-tekannya lembut sehingga Yoora terkesiap.

“Aaahhh oppaa ah…”

Donghae tertawa kecil.

“Disini tidak nyaman, ayo kita lakukan di tempat lain.” ujar Donghae lalu menggendong Yoora ke tempat tidur.

Donghae memasang posisi di atas tubuh Yoora, ia tersenyum pada gadis itu seolah meminta ijin.

Diciuminya seluruh wajah Yoora dengan lembut. Lalu ciumannya berpindah, leher Yoora diciuminya perlahan, dihirupnya aroma gadis itu.

Dan ciumannya berubah semakin dalam.

Donghae menghisap pelan leher Yoora, meninggalkan bekas kemerahan layaknya gigitan nyamuk.

“aaah…” desah Yoora.

Kedua Tangannya mencengkram punggung kaos Donghae.

Desahan-desahan Yoora membuat gairah Donghae yang awalnya redup berubah menyala-nyala.

Tangannya tidak tinggal diam.

Jika biasanya pria memulai merangsang dari tubuh bagian atas wanita, Donghae justru bermain langsung di vagina Yoora.

Tangannya secara perlahan dan menggelitik menjalar dari paha Yoora menuju ke bagian pasti kenikmatan.

Yoora menggigit bibir bawahnya, menahan desahan kenikmatannya sendiri akibat permainan langsung Donghae.

Tidak tahan, ia membuka bajunya sendiri beserta bra.

Donghae bersiul pelan.

“Kau mau menggodaku?”

“ssshh…apa..ahh..maksudmu..”

Jemari nakal Donghae menekan-nekan klitoris Yoora, sesekali dielusnya, dan terkadang diberinya cubitan kecil yang membuat tubuh Yoora menggeliat.

“Maksudku?”

Donghae tidak langsung menjawab, ia mulutnya masih asyik bermain di area leher dan bahu Yoora.

“Maksudku..ini..” jawab Donghae lalu menekan puting Yoora dengan tangannya yang bebas.

Yoora terkesiap.

“Kau suka?”tanya Donghae.

Tanpa menunggu jawaban Yoora, Donghae langsung menghisap payudara kanan Yoora, dihisapnya pelan sambil dimainkan dengan lidahnya di dalamnya.

Desahan Yoora semakin kencang terdengar, dan saat itu Donghae memanfaatkannya untuk memasukkan kedua jarinya.

“aaacckk!! Oppa appasseo…”erang Yoora merasa kesakitan.

Donghae mencium bibirnya lembut

Dan Yoora merasakannya, ketika rasa sakit itu berubah menjadi nikmat, ia mendsah.

Pinggulnya ia gerakkan berlawanan dengan arah tusukan jari Donghae.

Ditambah dengan rangsangan di kedua payudaranya membuat Yoora hampir mencapai klimaks

“Bertahanlah..” ujar Donghae lalu mulutnya kembali memainkan payudara kanan milik Yoora dan tangan kirinya memainkan nipple kiri Yoora.

Kedua jemari Donghae mengaduk-adukliang kenikmatan Yoora.

“Aahh..oppa..aku mau..ahh..mmhh.”

Tahu Yoora akan mencapai klimaks, Donghae justru mengeluarkan jarinya dan menghentikan semua aksi rangsangan pada dada Yoora.

“Oppa? Kenapa ber..AAACCKK!!”

Yoora berteriak karena tanpa ijin Donghae langsung memasukkan juniornya dan mendorongnya sekuat tenaga sampai seluruhnya muat di vagina Yoora.

“Mianhae,..mani appo? Aku sengaja cepat melakukannya, aku takut kalau pelan justru membuatnya lebih sakit.”

Donghae menghapus air mata Yoora.

Ia sebenarnya kasihan, namun ini keinginan gadis itu, keinginan terakhir sebelum gadis itu milik orang lain.

Yoora menggeleng pelan, ia menarik wajah Donghae pelan.

Diciumnya bibir Donghae dan ia berusaha untuk meresapi ciuman itu untuk mengurangi rasa sakitnya.

Donghae yang juga mengetahui tujuan gadis itu menciumnya, kembali memainkan nipple Yoora dengan kedua tangannya yang kini bebas.

Donghae merasa juniornya terasa sesak di dalam vagina Yoora dan ingin segera menggerakkannya, namun ia takut akan menyakiti gadis yang dicintainya.

Diluar dugaan, Yoora yang juga merasa vaginanya penuh oleh benda asing, menggoyangkan pinggulnya pelan.

Menganggap itu sinyal positif, Donghae juga mulai menggerakkan piggulnya perlahan.

“Eeerrgh…ahhh”

Erangan dan desahan mereka berdua terdengar bersamaan ketika sakit dan nikmat mereka dapatkan sekaligus dari gesekan organ sensitif mereka yang kini menyatu.

Perlahan sodokan alat kejantanan Donghae berubah menjadi semakin cepat dan kuat.

Badan keduanya berguncang berirama dengan derit ranjang dibawah mereka.

“ungh..ahh..yah,lebih cepat lagi..ahh..nikmat..” racau Yoora.

Donghae menggigit bibir bawahnya, menahan desahannya akibat juniornya yang terasa dijepit kuat oleh vagina Yoora.

“ahh..oppa..aku mau..nghh..ahh”

Donghae mempercepat sodokannya.

Yoora menggigit bahu Donghae dan tangannya mencakar punggung Donghae ketika gelombang kenikmatan melandanya dan membuatnya orgasme yang pertama.

Donghae tersenyum, lalu mencium bibir Yoora lembut sementara pinggulnya masih menyodok-nyodok pelan vagina Yoora.

Ia masih belum mencapai ejakulasi pertamanya.

“giliranku.” ujar Yoora lalu mengeluarkan penis Donghae dari dalam vaginanya.

Yoora menjilatinya, membersihkannya dari cairan orgasmenya yang bercampur dengan darah.

“eerrggh..Yoora-ah..masukkan kedalam mulutmu..” erang Donghae.

Yoora menurutinya, dimasukkan junior Donghae yang lebih besar daripada mulutnya itu, kemudian mulai dikeluarmasukkannya.

Sesekali Yoora menghisapnya kuat yang disambung dengan erang kenikmatan dDonghae.

Beberapa saat kemudian, baik Donghae maupun Yoora menyadari bahwa batang junior Donghae mulai berkedut.

Donghae mengeluarkan juniornya dari mulut Yoora, berusaha menenangkan gejolak nafsu dalam dirinya.

“Waeyo oppa?”

Donghae kemudian menggendong Yoora ke kamar mandi. Diberdirikannya dibawah shower, dan dinyalakannya hingga air membasahi tubuh mereka berdua yang telanjang.

“Oppa..chubda..” ujar Yoora

“Nanti akan nikmat.” jawab Donghae lalu melumat bibir Yoora.

Tangannya kembali menggerayangi titik-titik dimana wanita akan merasa gairahnya tersulut.

“Ahhh….Oppa…. Jangan-jangan main ahhhhh ma..in…” desah Yoora.

Tubuh Yoora sedikit merosot, namun Donghae yang mengetahuinya segera mengubah posisi mereka.

Ia melingkarkan kedua kaki Yoora ke pinggangnya.

Bersamaan dengan itu ditusukkannya kembali juniornya yang sudah sangat tegang itu ke dalam organ kewanitaan Yoora.

“Errghhh!!!!”

Keduanya mendesah bersamaan atas sensasi yang mereka dapatkan.

Bersama, bergerak berpacu mengejar kenikmatan duniawi.

Yoora terus mendesah, memanggil nama Donghae dalam rasa kenikmatan yang ia alami, membuat namja yang dipanggilnya ikut bergairah.

“Ohh…ppa..lli…ppa..lli…aku..ahhhh..”

Donghae menggerakkannya semakin cepat.

Dan kemudian, Donghae menyemburkan jutaan spermanya beberapa detik setelah Yoora mengalami klimaks.

Yoora mendesah panjang, atas kenikmatan berganda yang telah ia rasakan.

Hingga rasa itu mulai pudar, keduanya terengah-engah, tersenyum saling menatap satu sama lain.

“Gomawo…Han Yoora, saranghae..” ucap Donghae pelan, sambil melepaskan juniornya.

“Nado oppa… Oppa aku capek.. dingin..”

“Mandilah dulu, baru setelah itu kau boleh tidur..” ujar Donghae lalu menggendong Yoora dan meletakknya di bath tub.

“Mandikan?” tanya Yoora sambil menunjukkan pose aegyonya.

“Aigoo, neo ahs jinjjaa..”

Donghae mengacak rambut Yoora karena gemas

***

“Oppa.. boleh aku bertanya sesuatu?” tanya Yoora sambil menatap Donghae.

Mereka kini sedang berbaring di ranjang milik Donghae.

Donghae balas menatap Yoora lembut, jemari tangannya mengelus pipi kekasihnya perlahan, seolah gadis itu adalah barang porselen yang rapuh.

“Apa aku pernah melarangmu menanyakan sesuatu?” tanyanya balik.

Yoora tersenyum.

“Kalau nanti aku meninggalkan oppa, apakah oppa akan mencari gadis lain sebagai penggantiku?”

Senyum di wajah Donghae memudar, ia bergerak sedikit, merasa tidak nyaman atas pertanyaan Yoora.

“Kenapa kau menanyakan itu?” tanya Donghae.

“Aku minta oppa mencari gadis lain.” sahut Yoora cepat.

“Nanti aku akan menikah dengan namja lain, aku akan berusaha menemukan kebahagiaanku sendiri walau itu tidak dengan oppa, jadi aku mau minta kepada oppa untuk menemukan kebahagiaan oppa sendiri juga.”

Donghae menghela napas keras, ia benci topik mengenai perpisahan.

“Maukah oppa berjanji untukku? Kalau oppa tidak mau berjanji aku akan merasa sangat bersalah dan aku tidak akan pernah bahagia.”

Donghae menatap tajam Yoora, yang dibalas dengan tatapan memohon.

Namja itu menghembuskan napasnya lagi, pasrah.

“Ye, yaksokhaeyo..” ucap Donghae pelan.

“Ahh.. gomawo oppa..”

Donghae mengecup kening Yoora sekilas.

“Ye… Sekarang tidurlah, kau pasti capek.”

Yoora memeluk pinggang Donghae yang dibalas pelukan di punggung Yoora.

“Jal jayo Lee Donghae.”

“Hmm.. sweet dream my princess..”

“I will..”

***

Donghae mengerjapkan matanya, ia menggeliat sedikit.

Tubuhnya terasa sakit dan pegal.

Pasti karena permainan semalam, pikirnya.

Donghae menoleh, menatap wajah gadisnya yang masih memejamkan matanya. Ia pun tersenyum dan menjulurkan jemarinya untuk mengelus pipi Yoora.

Namun sedetik kemudian hatinya mencelos.

Apa yang disentuhnya terasa dingin.

Ditekannya lebih keras dan dicobanya menyentuh daerah lain yang seharusnya lebih hangat, namun semuanya sama.

Dingin.

“Han Yoora.. Ireona..” panggilnya sembari mengguncang-guncangkan tubuh Yoora.

Namun gadis itu bergeming, tetap memejamkan matanya seperti ada lem yang telah merekatkan kedua kelopak matanya.

“DEMI TUHAN HAN YOORA KAU HARUS BANGUN !!!”

***

Donghae terduduk di kamarnya, matanya nanar menatap sekeliling ruangan kamarnya.

Ia masih bisa merasakan tawa dan senyum Yoora di ruangan itu.

“Apa kau masih bisa mendengarku? Kumohon jawab aku..” bisiknya pelan.

Tapi tidak ada yang terjadi.

“Kau bilang kau akan mencari kebahagiaanmu sendiri walau tidak denganku, lalu kenapa kau justru meninggalkanku selamanya?”

Donghae menghela napas berat, namun tidak ada rasa lega di dadanya. Seolah beban berat itu masih menghimpitnya dan akan terus menghantui selama hidupnya.

Seketika tatapan Donghae tertuju pada meja kerjanya, di sana, tergeletak sebuah buku.

Ia heran, buku itu, sudah lama tidak ia buka.

Donghae pun bangkit, bergerak untuk mengambil buku itu.

Dan akhirnya ditemukannya surat terakhir dari kekasihnya, apa yang biasa disebut orang dengan surat wasiat.

“Annyeong Lee Donghae yang tampan..

Aku tahu saat ini kau pasti bersedih dan menangis..

Aku tidak akan menyuruhmu untuk berhenti menangis,

itu adalah salah satu keahlianmu, Tuan Fishy..

Jangan menyalahkan dirimu atas kepergianku.

Kematianku adalah keputusanku seutuhnya..

Mungkin kau menganggapku bodoh memilih keputusan untuk mengakhiri hidupku.. Tapi seperti yang aku bilang, aku mencari kebahagiaanku sendiri. Dan inilah kebahagiaanku…

Aku punya permintaan lagi oppa, gunakan sumsum tulang belakangku..

Aku tidak tahu kenapa kau menyembunyikan penyakitmu dariku, tapi aku mengetahuinya.

Kau ingat saat mendapat undangan untuk pemeriksaan kesehatan di rumah sakit beberapa waktu lalu? Waktu itu aku yang memintanya, aku mengetes kecocokan sumsum kita.

Aku tidak tahu apakah ini yang namanya jodoh ataukah takdir, tapi hasilnya cocok.

Nenek peramal kemarin bilang, aku akan mati di pelukan orang yang aku cintai.

Ya, beliau membicarakan aku, bukan dirimu..

Kumohon, ambillah sumsumku.. jadikan kita satu..

Setelah itu, pergilah mencari kebahagiaanmu yang lain, aku akan bahagia, jika kau bahagia… karena aku akan terus ada di dalam dirimu..

aduh, sepertinya obat yang aku minum sudah mulai bereaksi.. haha..

ah ya, kalau keluargaku menuntutmu, tunjukkan saja surat ini, aku melakukannya dengan kesadaranku..

jangan menangis terlalu lama, orang-orang dan juga aku, akan merindukan senyummu.. tersenyumlah..

dari gadis yang mencintaimu selamanya,

Han Yoora.”

Butir-butir airmata Donghae kembali jatuh, ia merengkuh surat itu ke dalam pelukannya.

Membayangkan memeluk tubuh Yoora yang masih hangat.

Selamanya, pikirnya, ia tidak akan melenyapkan gadis itu, gadis yang pernah mengisi hari-harinya dengan keceriaan.

-THE END-

Annyyeong ~~

Author Ara kambek stelah sebulan lamanya hiatus kekekeke

Mungkin FF kali ini agak sesuatu gitu yah, Alhamdulillah yah tapi bisa kelar..

Sengaja author kirim buat kompetisi, untung-untungan kalo bisa menang wkwkwk Alhamdulillah yah /apadeh

Kritik dan saran sangat diperlukan J

About KoreanNC

Welcome to the first and the biggest Unprotected No Children Fans' Fictions blog. Jadi jika umur anda masih dibawah 16 tahun, tolong jangan dibaca. Kami hanya menyarankan. Terima Kasih. Found: 2010 / 10 / 30

Posted on September 20, 2011, in Limited - RFF Winners, Oneshoot, Yadong NC 21 and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 115 Comments.

  1. First?

    Aigo~
    Inikah juara ke 3nya!?
    SUMPAH DEMI APA AKU SUKAAA~!!!!
    Awalny happy tp brujung tragis, full angst!
    Bhasany jg ga kasar pas bgian NC nya!
    XD

    FF yg di krim lomba pzt bgus2, ne?
    Udah tau c klo FF yg aq krim pzt kalah, jd g trlalu ngarep!
    *PLAK*

    Ini bgus bngt thor!
    ^^

  2. CHUKKAE!!! pemenang k3 ya??
    Buset dah baru malam pertama tapi rondenya udah banyak~
    kenapa setiap baca dialog semacam ini —>“ungh..ahh..yah,lebih cepat lagi..ahh..nikmat..”aku malah ngakak ya?? ahahahahhahhah *tuh kan ngakak lagi*

    tapi seru kok.. NC yg ada ceritanya aku suka. sedih~

  3. sbner ny yadong ny kurang hot kl menurut aq coz pemanasan ny kurang detil. Trz cerita ny jga kurang jlaz c cwex bnuh diri krna g mau d jdoh kn atau krna ingin mendonorkn sum2 tlang blakang ny. Pnykit onge az g d sbtin ap. G ad c cwex pov ny cieh. Pdhal 22 ny dpat d atasi tnpa hrz mengakhiri hidup

  4. Sedihnya lebih brasa drpd yadongnya,,, :(
    Aq mpe nangis,,, gak tau deh knpa air mata aq netes dgn sndrinya pas lgi bcanya,,, nyentuhhh bgt,,,
    *Yoora~ya……. Bahagialah di sana……
    Ceritanya keren
    Chukaeeeee ya thooorrr

  5. aku setuju ma Rismala *tunjuk komen d atas*, sebener y cwe y bener2 mau d jodohin atau itu cuma alesan buat nyelametin Hae n Hae jg ngak d kasi tanda2 kalo dia sakit, kurang y d situ ja si selebih y cerita y bagus n aku sampe nangis pas d akhir krn aku baca y pas lg dengerin lagu JYJ In Heaven. . . .
    Bagus cerita y. . . .

  6. chukkae author !!

    Wah keren , aku mpe meneteskan air mata .
    Huhu donghae yoora knp harus pisah ?? Hueeee’ T.T

  7. aq suka cerita yg sad end…
    sbnernya ide crtanya bagus sih,,, cuma ad sdkit yg kurang jelas… tp tetep bagus kok…
    chukkae yah… :)

  8. Aduh.. sedih banget ceritanya.
    Itu si yoora bunuh diri gitu? atw gimana? terus yg ttg perjodohan itu cuma alesan atau emg bner mau dijodohin tapi gamau?

  9. sedih ceritanya,donghae pas bgt jadi cast ny.
    nc nya hot tp biasa aja,ngerti kan?ditunggu karya lainny

  10. sumpah nii ff K.E.R.E.N, q kira ntar.a yg mninggal haeppa eeeh gtw.a mlah sii yoora. chukkae jdi juara ketiga

  11. Adminnya tidak salah milih kok. Ffnya bgus. Kata2nya halus, dan tidak menggebu-gebu. Jadi kita bisa me-imajinasikan. :)

  12. Chukae buat juara 3 !!
    Rada bingung hehe tu donghae jadi dpt donor tulang sumsum dari yoora ? Kan yoora meninggalnya udah lama dan donghae telat baca suratnya .Tapi NC’a keren bahasanya alus .

  13. Ending yg sedih,yoora bnr2 hebat rela brkorban buat org yg d cintai….huhu

    klo ff ini jdi slh satu pmng pantas aja,bnr2 daebak crtax….

  14. Chukae,,,chukae…
    Daebak thor…
    Tp sdikit bingung..
    Tuh yeojanya mninggal krna sakit atau bnuh diri…
    Hhe,,mnrut q yah,,fellny kurang dpet…
    Tp ini bsa bkin q nagis..
    Wuah author daebak,,q jrg loh bsa nagis,,,
    teruslah berkarya thor…:D

  15. Ini sih emang daebaaaaaak pantes lah masuk 3 besar…NC nya manis….reader juga dibuai sama jalan ceritanya yang kereeen..T.O.P laah :D

  16. Top bgt dh thor! Sedih bgt!

  17. huaa chukkae bwt ni author nya :)

  18. selamat ya bagi pemenang ketiga… *ngiri ne *.. Kayak nya jelas ff aku gak bakl menang deh heheheh…
    Wah cerita nya keren banget pantes dia menang..

  19. Mm, entah kenapa dari awal q udah tau kalo si yoora bkal meninggal.. ==”
    But, nice ff kok thor.. Baru juara 3 ajh udah s’bagus ini,, apalagi juara 2 ato 1.. :O
    D’tunggu pemenang dan cerita selanjutnya.. :D

  20. Hwaaa,keren banget ceritanya,bener2 ikutan sedih deh,, :(
    Iya sih,rada bingung juga matinya knpa yaa? Tapi sumpah ceritanya bagus qo,,

  21. woaaa selamat ya auhtor hehe
    hiksu hiksu sedih banget deh ceritanya #lapingus hahaha

  22. chukkae author !!!
    cerita.a bagus thor, tapi bingung yoora mati.a knp ya.?

  23. Keren bgt ! Sumpah keren!

  24. Suka suka!
    Ceritanya keren!

  25. chukkae :D
    walau ff NC tapi ngena banget dihati .. bahasanya juga rapi , pantaslah jd 3rd winner :D

  26. chukkae buat authornya…..
    ceritanya bagus dan sedih knp harus mati……….

  27. bener” cinta sejati .. rela mempertaruhkan nyawa demi orang yg dicintai T__________T sedihh .. bagus ceritanya ..
    oia, chukae buat author nya :)

  28. Gpb (@_PartnerELFSUJU)

    Nyesek bacanya T~T, nice FF and chukkae dapet juara 3, bertahan ya author, kkkkkk
    ^^kkk
    ^^

  29. selamet ya araaaaaaa
    hmm yg aku suka dari ff ini bahasa pas ncnya gk kasar. jadi enak dibacanya

  30. KYAAAA GOODGOOD! Pas NCnya, aku sempet bingung itu nggak klimaks2 haenya –” /plak

  31. nice!
    Chukkae udah jd pemenang ke 3~~ :D

  32. S.U.K.A B.A.N.G.E.T
    juri.ny gx slh deh mlih nie ff jdi juara ke-3,,

  33. Huhuhu sedih,, benernya kalo diperdalam lagi ceritanya bakal lebih bagus,, overall keren hehehe (∩_∩)

  34. Juara ketiga aja bagus gini >.< gimana juara keduanya? dan ke satu? :D

    keren keren ~ NC nya dapet, ceritanya dapet, sedih banget T^T Itu si Yooranya bunuh diri gitu? u,u kasihaaan u,u

    nice FF Thor :D

  35. ini cerita’a lengkap banget, semua feel ada . seneng, so sweet, sedih pulaaaa . bagus banget :)

  36. Waah chukkae!!^^ hyhy makin penasaran sama juara satu!!!!
    T______T kok sedih yah….. Yooranya bunuh diri?! Sediiiiiihhh kukira yg bakal mati donghae…

  37. keren FFnya..
    tapi,, yooranya meninggal kenapa??
    dia sakit apa??

  38. Gak salah hoyy jd winner ~
    Beda bgt dari FF lain yg di post di sini (y)

    Nice thor, T.O.P *eh (y)

  39. keren banget thor ffnya, nc nya berasa, ceritanya juga ngena banget. Sempet shock baca endingnya, gak nyangka. Selamat yaa juara 3, emang pantes kok hehe

  40. Yoora nya meninggal kenapa?? Keren ff nya nc sama ceritanya daebak!!:))

  41. Chukaee ^^ critanya tragis bgt T^T nemuin cewnya mati disebelah dia *tepok” pndak bang hae sbr ya bang :’D ak msh ngantri kok utk kamu *kedip” wkwkwkkw :p

  42. Jadi sebenernya Yoora itu di jodohin atau ga sih? *hening seketika*
    Apa dia bohong supaya Donghae mau ngambil tulang sum2 nya? Kalo soal nyumbang tulang sum2 itukan ga mematikan. Jadi bingung.

  43. yeah! D-A-E-B-A-K !!! chughae! ceritanya benar-benar menyentuh hati dan setiap detail bahasanya buatku ikut merasakannya bagaimana menjadi Yoora, keren alurnya! I ♥ it!

  44. tinggalin jejak dulu,,
    CHUKAE YAH XDD *prok~ prok~ prokkk..

  45. keren :) )
    hot hot hot hot SUMMER ><
    krtik?? saran?? Gabisaaa :O
    aku gak tau gimana caranya mengkritik…
    aku aja gak bisa buat FF NC :''
    POKOKNYA DAEBAK YA AUTHOR ♥ ♥
    Aku tunggu karya-karya mu yang lain o.o

  46. Admin, aku share di fb ya :)

  47. wow ff’nya keren.. ga heran bisa jd pemenang
    ceritanya bener” d luar dugaan,, tenyata han yoora bunuh diri.. ckckckc keren :wink:

  48. keren bnget thor..
    ampe nangis bacanya *beneran dehh :’|
    author daebakk !!

  49. ak baca ini ff smbil dengerin lagux DB5K..n ntah sejak kapan lagu yg d puter LOVING YOU….dpt bgt dh…

    hasilx ak nangis baca ni ff..bru skali ini ak baca ff yadong smp nangis…ffx jg so sweet bgt sih..mskipun angst

    fighting author!! ^^

  50. DAEBAK BANGET!! Aaaa suka jalan ceritanya,oiya lupa,chukhae author ciee menang,tiket vip 2pm concert sabi? *plak* KEREN DAEBAK MENGGIURKAN(?) *keabisan kata2* cukup sekian wassalam..

  51. nice ff.yampun sumpah gue nangis *peluk hae* haha chukkae thor!

  52. juara tiga aja keren, apa lagi juara 2 sama 1 *O*

    ampuuuuuuuun, itu yoora sampe segitunya >.<
    donghae, cari lah kebahagian lain denganku (?)

  53. chukkae ^^

    certanya bgus
    cma ada bbrapa bgian yg krang ngerti

    yooranya mati gra2 apa?
    trus kok dia bsa bca pkran donghae?

  54. yah akhirnya sad sih yah kasian donghae :(
    tapi keren kok ceritanya :)

  55. Sukaaaaa!!! Ceritanya sedih tapi :( selamat ya juara ketiga horeee #loh
    Yoora minum obat apa sih? jadi yoora bunuh diri ya? Kasian kasian :(

  56. Chukkae buat pemenang ke 3,ff’a bagus tp agak ga ngerti pas c’yoora bunuh diri.ada 2 alesan tp ga tau alasan yg sebener’a dia bunuh diri karna apa .

  57. Aku kira FF dengan juara tiga ini bagus dan lain dari FF NC lainnya, karena kutahu author di sini berbakat. Tapi maaf, ini terlihat biasa. Sudah banyak FF yang bertema seperti ini di luar sana. Kuharap ada adegan yang bikiN deg-degan gitu. Padahal harapannya, NC itu bukan hanya sekedar seks, tapi adegan gore/berdarah ttg pembunuhan yang diceritakan dgn detail bagaimana cara membunuhnya. Berharap ada FF yang ada seksnya, lalu tiba-tiba dibunuh oleh kekasihnya di akhirnya. Mungkin bakal lebih terasa NCnya.
    Ah, sudahlah :D
    .
    Berkomentar ttg FF di atas. Kok terkesan maksa banget ya ceritanya? Tiba-tiba muncul peramal, diujungnya timbul mati nga jelas. Feelnya juga kurang dapet/kurang ngena. Kok bunuh dirinya terlihat gampang banget ya? Seharusnya akan lebih bagus kalau sehabis melakukan seks, Yoora pergi ke rs dan meminta dokter di sana untuk mendonorkan sumsum tulang belakangnya. Daripada mati dahulu, kurang masuk akal gitu. Yang ada, malah Donghae nga akan mau menggunakan sumsum tulang belakang Yoora.
    .
    Soal alur, kok acak-acakan? Dari penyakit Donghae, penjodohan, seks, lalu mati tanpa sebab. Lain kali ceritanya lebih cermat, ok?
    .
    Pedes ya komentarnya? Tenang. Saya nga beri cabe kok :D
    Saya ini penikmat FF juga loh selama kurang lebih 2-3thn. Jangan anggap ini flame ya? Semangat buat authornya. Saya harap juara 2 dan 1nya lebih bagus, lebih mantap, dan lebih ngena :D
    semangat buat authornya!

      • Kurang puas sama jawabannya. FF itu bukan alasan yang tepat loh. FF itu kan hampir sama dengan cerpen atau novel sekalian. Biarpun cuma FF, hal yang kurang masuk akal sebenernya bisa mempengaruhi cerita. Kurang ngena maksudnya gitu.
        Daripada bunuh diri, kan lebih bagus kalau seandainya Yoora pergi ke rumah sakit, meminta dokter menyumbangkan sumsum tulang belakangnya. Trus ketika dioperasi, hasil operasinya gagal dan Yoora mati deh *smirk* bukankah lebih bagus seperti itu?
        Eh? Sudah dijelaskan ya di atas?
        Maaf *bow* :D

    • ye, arrasseo… cuma ff itu kan fan fiction, dari kata itu aja tau kan, fiksi, alias ga real..
      artinya bagaimanapun imajinasi fans bisa dibikin disitu sekalipun ga real,
      cerpen n novel sendiri banyak yang gak masuk akal kan? ex : harry potter atau twilight yang ngeboom banget
      trus sebenarnya yg author tekankan buat jwbn km bukan di FF nya tapi dari deadline…
      waktu research mepet banget, udah dibilang juga kan ngebut, author sendiri paham banget itu masih kurang sempurna, sekali lagi karena waktu..
      but overall, thanks buat kritiknya ^^

  58. Eh,tauu gasih ?? Hyora kan aku !! Kkkkkkkkk

  59. waaah Chukkae menang! xD
    admin ngga salah milih ini FF soalnya emang keren banget! xD
    sekali lagi chukkae xD

  60. saran:q sih thor haruz ya lebih di perjelas lg donghae tuh pny penyakit apa,

  61. yoora matinya minum obat ya? Bunuh diri brarti? Klo mau donor sumsun tlg blakang emg harus mati ya? Bukannya engga.. Tp kereeeeeeen bgt nih ff! Daebak thor! I like it

  62. Yoora minum apaan sih?? Hae sakit apaan sih??
    nangis bacanya ;__; awalnya sempat gak mau baca soalnya castnya itu SUAMI AKU..
    tapi penasaran banget ><

    chukae atas kemenangannya^^

  63. selamat ya beb udh menang :D

    kkkkk~ ^^v

    you’re the best author in SJ Shadow~ hahaha~ =D

  64. sweetiisss banget…
    NC nya ketutupi ama cerita romancenya,..
    Tapi tidak mengurangi rasa HOT kok,.hehehe,,keren+sedih..
    SUKA..SUKAAAA BANGET

  65. Aku suka awalnya..lucu.. Bagian nc-nya ga terlalu hot, tp nyaman buat dibaca g bikin ‘nafsu’ haha.. Endingnya walaupun terkesan agak maksa, tp sukses bikin terharu~
    overall ceritanya bagus..
    Buat author, chukkae n trus berkarya..
    Buat donghae, berhubung yoonra telah tiada, datanglah pdku oppa /eaaa

  66. DAEBAK!! Author nya emang pantes jadi juara.

    Ceritanya ringan, enak dibaca. Sedih sih, tapi bagus ceritanya. Aku suka.

    Chukhae ya thor dpt juara 3. \(´▽`)/

  67. gila keren bgt ni crt.
    dr awal udh tw bkl Yoora yg mti. entah knp udh tw aja. ksian Hae nangis2 gt… sy jd iktn nngis…
    cm abs bc ni FF, sy mkir si Yoora ntu kn trmsk bnuh dri pk obat gt kan? nah itu dy msk surga apa neraka ya??? #teunyambung

  68. ahhh ffnya sedih :’ tapi keren bnget hebat thor
    oya aku mau ngucapin chukkae eonni dpat juara 3

  69. Hmm.. Gmn yah, saaya komen pnyakitnya aja ya? Ni maksudnya donghae kena leukimia?
    Setauku kl mw donor sumsum tulang belakang tu gak harus mninggal dulu.kasian organ tubuhnya yg msh bagus mlh dikasih obt bwt meninggalnya
    (-̩̩-̩̩-̩̩-̩̩__-̩̩-̩̩-̩̩-̩̩)
    Donornya dgn cara diambil cairan sumsumnya lwt suntikan, bukan tulang belakangnya.

  70. AmandaChoiMinHaeBaoBei

    ya ampun bagus banget ffnya…
    sedi banget….
    Hyora cinta banget sama Donghae…
    bahkan sampe dibawa mati….
    salut buat banget buat Hyora…
    kalo ni RFF yang ngga dicari NCnya, pasti gue jamin jadi pemenang nomor 1 deh…
    #tepoktanganbarengDonghae

    Alhamdulillah yah…. :D !!

  71. Anjir keren mantap!!!
    Selamat juara tiga
    Oiaaa,itu ceweknya mati bunuh diri gitu minum racun? Kcian :(

  72. nc nya romantis banget…
    So sweeettt xD

  73. yang amsih bingung boleh baca ini kok . … http://choleekyuara.wordpress.com/2011/09/22/q-a-about-ff-the-first-and-the-last/ -author- ^^
    gomawo yg udah komen, like semuanya ^^~~

  74. bagus bgt! touching bgt! mudah dimengerti! NC ama sedihnya 50-50! keren deh pkoknyaaaaaaaaaaaaaaaaa ^^ selamet yaa

  75. bagus thor ff nya :D
    akhir akhirnya so sweet banget :’) kata kata cewenya nyentuh :’)

  76. emang gak seberapa hot sih, tapi bagusnya itu mereka pake perasaan gitu ngelakuinnyaaa. Pelan pasti gitu. Haha #plak *ketauan yadongnya* ._.V
    dari segi cerita so sweet abis yah, tapi radak maksa dikit hehe

  77. chukkae critanya mengharu biru seeeeeediiiiiiih bgt !!!!!!!!

  78. Krenn thor crtax …
    pas peramal blg gunakan wktumu dgn baik dan menatap Hae Oppa sendu aq mengira klo Hae Oppa yg mati ..
    Kta”x jga mdh di mngerti … :-)

  79. author daebak!!!
    .akku ampe bingung kenapa wkt baca nie ff akku bza ngluarin air mata…ff.y ngena bgt…
    .pdhal q jrang ngluarin air mata loch,,DAEBAK!!

  80. keren keren keren abissssssssss
    dapet banget deh ceritanyaaaaa
    selamat yaaaa (‘/3 ‘)/

  81. Sedih suratnyaaaaaa!! :( ( aku suka jalan ceritanya! Selamat ya buat author :)

  82. uwaaaa daebak!!!!! keren banget thor alurnya bagus !

  83. baru baca…. andwaeee sedihh ya ff nya. chukkae ya jd juara ke3 :)

  84. ohiyaaa… tapi itu aku gangerti sama maksud isi surat nya

  85. Chintiya vrinchiss

    Kyaaaa ending nya sedihh bgt hiks hiks donghae oppa kasihann !!
    Oppa sini sini cupp cupp cupp jangan nangis lagi ya aku juga sedih koq oppa !!
    *terbawa suasana FF ini*

  86. Hyungggggggg!!!!!! Keren!!!!!!!
    Bacanya smp mau nangis :’(
    T.O.P BGT

  87. omo~
    aku ga nyangka bener dh ga kebaca kalo endingnya bakal gini
    tapi aku terharu bgt beneran dh author hebat tp kasian mrk berdua -_-

  88. gyaaaaaa endingnya bikin mewek T.T

  89. yahh sad ending..
    gx trllu ska ma sad ending… tp ps baca yg ini kok jadi suka ya???
    keren nih yg bkin bsa bkin org mewek malem”…
    good job…

    kereeennn ahh jd gx tw lgii mw comment app bagus banged soalna…

  90. Tidak dpt ketebak klu ujung2nya yoora bunuh diri n cerita yadong ini malah berujung pd cerita sedih..
    Ide cerita lain daripada yg lain..
    Penyampaian cerita n kisah yadongnya juga berbeda dari ff lain..
    Cm bagian yadong kurang dapat feel nya..

  91. Arisa Kajitani

    walo gak terlalu hot, tapi aq suka ama jalan ceritanyah..
    Author Daebak..!! :D

  92. nc’nya kurang nih., belum deg” bacanya
    semangat bwt ff lagi ya :)

    aq kira awal’na yoora emang udh mti trus minta sama Tuhan bwt ngembalikin waktu dy ma donghae, makanya yoora bisa tw lok donghae mw pakek setelan jas, makanan yg mw dmakan, ma ngerapi’in dasi
    ternyata eh ternyata endingnya jauh dari pikiran q yg lebih gila n ga jelas ini.

  93. huhuhuhu…T_T #nangis di pojokan. sedih bgt chingu tpi keren author pinter nih maenin emosi reader pokok.a daebak deh !!
    chukae ya chingu dah menang berkat ff ini chukae!

  94. Keren kok thor!
    Walau bnyak kalimat yg bikin bingung, tpi aku suka kok!
    Good job deh..
    Di tunggu ceritalainya yah^^..

  95. Pas bca ah biasa ajh. Tp pas mo end ommo~ dpt bgd feelnya..huhu daebak 1 1 agak bingung tp trnyta.. Chukkae ^^ lnjtkan bryadong ria xD

  96. KENAPA INI JADI JUARA 3 ??!!!

    HAAAAAAAA ><

  97. kyaaaaaaa daebak!! Aku suka ceritanyyaaa… ga nyangka klo yoora meninggal -.-
    pas banget ma main cast nya donghae … like like like

  98. kirain yooranya yang sakit terus meninggal..
    tapi emang meninggal tapi bukan sakit, bunuh diri..
    justru donghae yang sakit..
    atau dijodohin itu cuma alasan aja, biar donghae bisa sembuh dari sakitnya..jd akhirnya yoora mutusin buat donorin sumsumnya…

    jd sedih gini akhirnya..

  99. SUMPAH DEMI APA INI FF BAGUS BANGET !!!!!!
    DAEBAK AUTHOR !
    sedih bacanya. si yoora nya rela mati cuma buat kasih donghae sumsum tulang belakangnya.
    mestinya juara 1 nih heheh. ngena abis ceritanya. #myopinion :D

  100. Sumpah kirain bakal ktebak matinya kenapa.. ternyata dia minum obat.. sedih banget.. TT

  101. Berasa banget sedihnya.

  102. Sosweet banggeetttt T.T

  103. aigooo pertama.a mah happy” aja tpi pas terakhir.a sedih bngt salut bngt sama yoora demi donghae sembuh dia rela mati buat donghae T_T

  104. miss chokyuhyun

    sad ending but nice story.. sediih bgt ceritanya yaaa huhuhuhu *tisu mana tisu*

  105. Oaaa keren.. tp akhirnya sedih.. tp msh OK kok ^^

  106. sedih banget ceritanya T___T
    tapi kereeeeenn!!!!!!! kirain yang mati mala donghae, ternyata pacarnya huhuhu~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s