Secret Code

1. Author :  littleangelofhae

2. Judul : Secret Code

3. Kategori: NC 21, Yadong, Oneshoot

4. Cast:

- Park Eun Young (OC)

- Lee Donghae

Annyeonghaseo, readers yang sudah tercemar cerita-cerita macam beginian,,, haha :D Sebelumnya mau thanks to admin yang mau posting FF ini… :) Author baru mau cari perhatian, hehe J Ini bukan FF NC pertama saya, tapi NC kedua yang dibuat secepat kilat dalam waktu sehari *agaknya ga penting*…. Mianhae kalo ceritanya nggak oke, maklum sehari jadi…. Udah ah, kebanyakan pengantar ya? Mianhae…. :) Enjoy!! Jangan lupa RCL… ^^v

———————————————————————————————-

 

Suasana pagi hari ini begitu cerah sehingga membuatku sedikit bersemangat untuk memulai kegiatan ku hari ini. Aku, Park Eun Young, 22 tahun seorang mahasiswi tingkat akhir jurusan broadcasting di salah satu universitas di Seoul. Hari ini aku memulai meneruskan proyek tugas akhirku, beberapa film pendek dan aku menjadi editornya. Selain sebagai mahasiswi, aku juga berprofesi sebagai pekerja sosial yang bertugas mengajar anak-anak kurang beruntung. Kegiatanku sehari-hari cukup padat, hampir saja tugas akhirku tertunda. Beruntung aku mempunyai seseorang yang siap sedia memberikanku semangat dan masukan untuk tugas akhirku. Bahkan sesekali dia membantuku mengedit tugas kuliahku. Dia, namjachinguku, Lee Donghae, namja 26 tahun seorang fotografer lepas di beberapa majalah terkenal korea dan seorang konsultan komunikasi di sebuah perusahaan advertising yang cukup ternama di Seoul.

 

Kami sudah menjalin hubungan selama 3 tahun, tentunya dengan keadaan ‘putus-sambung’ padahal dikarenakan alasan sepele. Tapi entah kenapa akhirnya selalu kembali. Pernah suatu saat kami memutuskan untuk berpisah karena aku cemburu karena dia bermanis-manis ria dengan seorang model untuk pemotretannya. Namun satu bulan setelahnya dia menungguku di depan rumah dari siang hingga malam bahkan pada saat hujan hanya untuk meyakinkanku untuk kembali padanya. Hal itu membuatku terlihat kejam, sampai appa dan omma ku juga menganggapku terlalu egois dan kejam. Akhirnya kami kembali menjalin kisah cinta, kini aku mulai mengenali sikapnya yang terlalu baik dan manis hampir pada semua orang. Terlebih lagi, pekerjaan yang menuntutnya lebih memperlihatkan sikapnya itu.

 

Aku menyusuri taman tempat kelompok tugas akhirku melakukan pengambilan gambar untuk film pendek kedua. Seperti yang dibilang di awal, matahari kini bersinar cerah, cukup hangat di tubuhku.

 

“Eun Young-ah, bagaimana film pertama apa sudah selesai di edit?” Tanya Jinki, namja dengan mata yang khas dengan tingkah laku yang khas juga yang sedang sibuk mengatur kamera.

 

“sedikit lagi, hanya tinggal bagian akhir dan memasukan credit tittle. Ke mana yang lain? Apa belum datang?” Melihat Jinki hanya seorang diri, aku mencari kedua teman kelompokku yang lain.

 

“Mungkin sedang dalam perjalanan, sebelumnya ku suruh mereka membeli beberapa makanan untuk sarapan kita”

“Beruntungnya kelompok kita, butuh pemeran untuk film romantis tidak perlu repot mencari artis dan pastinya adegan romantisnya lebih nyata,, haha..”

 

“Ya! Ada yang membicarakan kami?” Dua orang yang dari tadi jadi bahan obrolanku dan Jinki akhirnya datang dengan sekotak donat dan 4 cup minuman. Younghyun dan Kyuhyun terlihat serasi mengenakan pakaian berwarna biru senada. Aku selalu iri melihat kekompakan mereka.

 

“Mianhae, kami telat. Jadi konsep film kita romantis?” Tanya Younghyun

 

Absolutely, Right! Dan kalian pemerannya, buat senyata mungkin ya!” Seru Jinki sambil melahap donat cokelat.

 

“Semoga saja, kau tahu kan pemeran namja di sini tidak seromantis skrip yang kita buat” Younghyun berkata datar sambil melirik namjachingunya yang sedang asik menyesap kopi di tangannya.

 

“Mwo? Apa aku kurang romantis, Jagi? Oke akan aku buktikan di mana sisi romantis seorang Cho Kyuhyun, Kajja, ayo kita mulai, apa mau langsung bagian kisseu nya? Oke aku siap!”

 

Plaaak…

Younghyun dengan tenaga yang cukup kuat mendaratkan gulungan kertas skrip di dahi Kyuhyun.

 

“Dasar! Emang romantis harus selalu dengan Kisseu!”

 

“Ya! Kenapa bertengkar? Kalian di sini harus menumbuhkan kesan romantis, cepat baca skrip lalu kita mulai” Jinki mulai berseru lagi melihat pasangan itu bertengkar.

 

“Tapi, Eun Young-ah, adegan kisseu-nya tetap ada kan?” Kyuhyun tetap saja menekankan adegan itu sambil menatap memohon padaku.

Sedangkan Younghyun sudah siap mendaratkan lagi gulungan kertas ke dahi Kyuhyun.

 

Akhirnya proses pengambilan gambar selesai. Tidak diperlukan waktu lama untuk beberapa adegan. Younghyun dan Kyuhyun memang aktor hebat, kadang aku berpikir jangan-jangan mereka pernah memerankan sebuah film sebelumnya. Pengambilan gambar kali ini membuatku jadi rindu dengan Donghae oppa. Apalagi saat adegan kisseu, Kyuhyun tanpa canggung mencium lembut bibir Younghyun dalam sekali take mereka mampu membuat orang di sekitarnya jadi iri bahkan sampai Jinki bilang ‘cut’ juga mereka tetap melanjutkannya. Ah,, aku merindukan Lee Donghae.

 

Sudah seminggu aku dan Donghae oppa tidak bertemu. Pekerjaan mengharuskannya pergi ke Jeju untuk proyek iklan yang sedang dibuatnya. Hari ini mungkin dia sudah kembali ke Seoul dan pasti masih di kantor. Selesai pengambilan gambar, aku berencana mengunjunginya di kantor.

 

Sebelum masuk ke dalam gedung kantornya, aku meraih ponsel di tasku, dan mencari nama kekasihku lalu menekan tombol panggil.

 

“Oppa,, bogoshipooooo!!!” Ucapku setengah berteriak ketika telfonnya di jawab.

 

“Ya! Bisa kan tidak usah berteriak gitu? Telingaku hampir tuli” ucapan Donghae oppa terdengar kesal.

 

“Isssh… Apa omelanmu tadi menunjukan kau tidak merindukanku? Oke kita tidak usah bertemu saja kalau begitu”

 

“Omo~ bukan begitu, Jagiyaaa… Justru aku sangat merindukanmu, Bogoshipoyooo, Jagiyaaa….”

 

Aku sengaja tidak merespon ucapannya di seberang sana, beruntung kami berbicara di telpon jadi dia tidak melihat ekspresiku tersenyum jahil mendengar ucapannya yang serba salah itu.

 

“Jagiyaaaa… Kau tahu aku hampir gila tidak bertemu denganmu. Jagiyaaaa… My sweety princess… ” Ucapan manis kembali terdengar darinya. Aku belum merespon ucapanya, padahal wajahku sudah bersemu merah mendengarnya.

 

“Ya! Park Eun Young! Kau mau membuatku masuk rumah sakit jiwa, eoh?”

 

“Ya! Lee Donghae, pangeran ikan dari laut timur. Saranghae!!”

 

“Nado Saranghae, my baby, my sweety my lovely, Park Eun Young!!”

 

“Oppa, aku sudah di depan kantormu”

 

“Mwo? Kenapa tidak bilang dari tadi, hm?” Dari suaranya aku tahu Donghae oppa agak sedikit berlari menuju suatu tempat dan tiba-tiba sambungan telfon kami terputus. Aku memasuki gedung, dan langsung menunggu di depan lift.

 

Kejutaaaan………….

Pintu lift terbuka, dan aku melihat sesosok namja yang aku rindukan segera keluar dari lift. Donghae langsung memelukku, agak sedikit berlebihan ekspresinya kali ini, ah,, tidak, memang dia seorang namja yag sedikit berlebihan :D .

 

“Oppa, ini di kantor” aku berusaha melepaskan pelukannya karena aku sadar banyak yang menatap kami.

“aku kan ingin menunjukan kalau ucapanku tadi di telfon itu benar” ucapnya melepas pelukan menatapku dan mengelus lembut kepalaku.

 

“Oh, rambutmu diikat? Ah, it means something, right? Kajja!” Donghae oppa tersenyum aneh dan langsung  menarik tanganku menuju tempat parkir. Ah, aku baru sadar, ada kode tertentu antara kami yang dengan cepat dipahami Donghae oppa. Ya, kode antara kami adalah ikatan rambutku. Kalau rambutku terikat berarti kami akan melakukan sesuatu, kode yang agak bodoh. Dia yang pertama mencetuskan kode itu, karena waktu itu , waktu pertama kami melakukannya, dia memintaku mengikat rambutku. Hubungan kami sekarang termasuk hubungan yang cukup serius karena status kami yang sudah meningkat menjadi pertunangan. Hanya tinggal menunggunya ke rumahku, menentukan tanggal dan segala persiapannya.

 

“Oppa, andwae,, kau salah mengerti… Ishh,, sejak kapan kau jadi begini. Apa Hyuk oppa yang mengajarimu?” Aku terus menjelaskan karena memang aku tidak ingin melakukannya. Mungkin aku rindu padanya, tapi tidak hari ini setelah aku sadar ini masa suburku.

 

“Oppaa..” Aku masih saja mencoba menjelaskan saat dia mengarahkan ku duduk dan memasang safety belt lalu tiba-tiba dikecupnya bibirku dengan lembut.

 

“Kau banyak omong sekali, hm?” Ucapnya ketika melepas ciuman lembut itu lalu tersenyum menatapku.

 

Aku selalu takluk dengan senyuman dan tatapan matanya, sehingga aku tidak mampu mengeluarkan kata-kata lagi. Dia langsung melajukan mobilnya menuju apartemennya.

 

Sesampainya di area parkir apartemen, lagi-lagi dia kembali menggodaku. Tangannya membantuku membuka safety belt dan dia agak sedikit menghembuskan nafasnya di telingaku. Sungguh, namja ini memang menginginkan sesuatu ketika aku menatap dalam matanya.

 

“Mau ku gendong, baby?”

 

“Anni…, aku bisa jalan sendiri” Donghae oppa yang merasa tidak sabar, kembali menggenggam erat tanganku sambil sedkit menariknya, karena langkahnya yang terlalu terburu-buru. Bahkan sampai di depan pintu apartemennya pun tangannya masih menggenggam erat tanganku, seakan tidak membiarkanku lari kemanapun.

 

CekLeeeeek…

Pintu terbuka, lalu dia mendorong tubuhku ke dinding.

Baby, I want it,, ini terlalu menggoda” perlahan Donghae mengucapkannya di telingaku dengan sedikit desahan dan mengelus lembut pipi hingga leherku.

 

“Oppa, aku sedang masa subur,, aku takut…” Ucapanku terhenti, bibirnya kini melumat lembut bibirku.

 

“Bagus, justru itu kita akan segera menikah” ia mengucapkan pernyataan itu, lalu kembali menciumku kali ini lebih dalam dan bernafsu karena tangannya mulai meraba payudaraku. Tiba-tiba dia meremas payudaraku dengan kuat, membuatku membuka sedikit mulutku. Kini lidahnya menjelajahi rongga mulutku. Karena rangsangan yang sangat besar di payudaraku, kini aku pun mulai membalas ciumannya lebih ganas. Kugigit sedikit bibir bawahnya, dan kami terus bertukar saliva.

 

“Oppaaaaa,, kamaar… Ahhh… SsHhhh” aku yang setengah sadar karena bibirnya mulai menjelajahi leherku yang menjadi alasan kami melakukan ini.

 

Donghae oppa mengangkat tubuhku dan kembali melumat bibirku. Sesampainya di kamar, dia merebahkan tubuhku perlahan di kasur tanpa melepas ciumannya. Lalu dia merangkak dia atas tubuhku, tangannya kembali meraba-raba payudaraku.

Tangannya cukup ahli mempermainkan payudaraku yang masih tertutup kemeja dan bra. Tanpa sadar aku mulai membuka satu persatu kancing kemejanya, begitu juga dia yang sibuk melepas kancing kemejaku. Kini tubuh atasku hanya menyisakan bra, bibirnya kembali menjelajahi leher dan tangannya belum berhenti memberikan rangsangan di payudaraku sedangkan aku sibuk meraba-raba abs-nya yang cukup menggoda. Bibirnya kini sudah mulai memberikan rangsangan di payudara kananku, tangannya bergeriliya mengusap punggungku mencari pengait bra.

 

Got it, baby! I love this things” ucapnya setelah berhasil membuat bra terlepas dari tubuhku. Dia tidak menyiakannya, langsung saja dilahapnya payudara kananku dan tangannya meremas payudara kiriku.

 

“Aaaahhh,, sssshhh,,, great jooobhh oppaaa” dia selalu lihai memainkan payudaraku, kenikmatan menjalar hampir di seluruh tubuhku. Tangan nya kini sedang berusaha melepas celana jeans ku langsung saja dia menurunkannya setelah kancing dan seleting terbuka. Tanpa sadar tanganku mengelus juniornya di balik celana kerjanya.

 

You’re still the one I run to……The one that I belong to

You’re still the one I want for life

(You’re still the one)

You’re still the one that I love……The only one I dream of

You’re still the one I kiss good night

 

Ponselku berbunyi, cukup lama sehingga aku memutuskan untuk meraih tas ku yang berada di meja samping tempat tidur.

 

“Yoboseooo!” Aku berusaha menjawab telfon tanpa mengeluarkan desahan, karena Donghae oppa tidak henti-hentinya menjelajahi payudaraku. Kini bibirnya sudah berganti melahap payudara sebelah kiri dan tangannya berpindah ke sebelah kanan.

 

“Ya! Park Eun Young! Kemana saja kau, hah? Aku baru kembali ke korea setelah perjalanan cukup panjang, tapi kau biarkan aku menunggu di teras. Kunci rumah dimana?” Suara namja yang sangat ku kenal berbicara panjang lebar, tapi aku hanya menangkap kalau namja itu sedang memarahiku.

 

“Jung Soo oppa, mmhh,, kapan kau tiba,hmm?” Lagi-lagi suara desahanku sedikit tak dapat kubendung, rangsangan Donghae oppa menuju daerah paling sensitifku, aku hanya bisa menggigit bibir bawahku untuk menahan desahan itu keluar. Bisa kacau urusannya kalau oppa ku mengetahui apa yang sedang kulakukan.

 

“Ya! Cepat pulang! Kau dimana sih? Kenapa bicaramu aneh begitu?”

 

Aku menutup mulutku, menjauhkan ponsel dari wajahku, kini jari telunjuk Donghae sudah melesak masuk ke dalam lubang vaginaku. Aku sedikit menahan perasaan nikmat yang semakin memuncak. Namun sebelum tangannya bergerak menusuk-nusuk dinding vaginaku, aku menarik tangannya sedikit menjauh.

 

“Hmm.. Oke Oppa, aku akan segera pulang,, tunggu ya, Annyeong!”

Klik,,, aku segera menutup telfon dari kakakku, Park Jung Soo yang baru tiba dari Amerika, sebelum dia tahu apa yang sedang aku lakukan.

 

“Oppa, aku harus pulang,,, sshhh… Oppaaaa.. Kita bisa melanjutkannya kapan-kapan kan? Jung Soo oppa bisa memakan ku hidup-hidup kalau kita ketahuan seperti ini”

 

“Oppa mu yang satu itu kolot sekali sih? Sebentar lagi kita akan menikah kan?”

 

“Oppa… Sshh… Jebal, antarkan aku pulang. Aku janji melanjutkannya” Donghae oppa tetap saja melanjutkan permainan bibirnya di payudaraku. Karena dia tidak menggubris permintaanku, aku menarik wajahnya berhadapan dengan wajahku.

 

“Oppa, trust me!! Janji, oke? Sekarang antarkan aku pulang,, Jung Soo oppa menungguku” dengan jurus memohon ku yang paling jitu aku menatapnya lalu memberikan kecupan lembut di bibirnya.

 

“Ne, Arrasso, my princess! Kajja, cepat pakai bajumu!” Akhirnya Donghae oppa menuruti permintaanku, ada sedikit rasa bersalah melihat dia tersenyum kecewa.

 

Selama perjalanan menuju rumahku, aku tahu dia berusaha mengembangkan senyumnya dan berbincang tentang pekerjaan dan juga tugas kuliahku.

 

“Oppa, Gwenchana? Mianhae………”

 

“Ne, Gwenchana, Jagiyaa. Aku harus mampu mengerti dirimu”

 

“Waah, aku memiliki namja yang hebat. Gumawo! Aku masih punya janji padamu”

 

Tidak berapa lama kami tiba di depan rumahku, kulihat Jung Soo oppa duduk di teras, disampingnya ada dua koper besar.

 

“Oppa!” Aku langsung memeluk kakak laki-laki satu-satunya itu yang sebenarnya lebih cocok jadi onnie ku karena melebihi cerewetnya seorang yeoja.

 

“Ya! Hampir satu jam aku duduk di teras, dan mulai kelaparan! Gadis bodoh, kenapa kunci semua kau bawa hah? Kan sudah ku bilang tinggalkan kunci di tempat biasa, kalau sewaktu-waktu aku pulang kan tidak usah menunggu… Eh, jadi kalian bersama?” Ucapan Jung Soo oppa yang panjang lebar terhenti ketika Donghae oppa keluar dari mobil sambil membawa makanan yang tadi kami beli.

 

“Annyeonghaseo, Hyung, Mianhae menunggu lama. Kami membeli makanan dulu tadi” Donghae oppa menyapa Jung Soo oppa dengan sopan. Aku suka ketika dia bersikap seperti itu, sebenarnya hubungan mereka tidak sekaku itu, hanya saja sudah lama mereka tidak bertemu.

 

“Kajja,, masuk, bukannya kau lapar, Oppa!” Ucapku karena melihat mereka hanya bercengkrama di teras.

 

Akhirnya kami bertiga masuk ke dalam rumah, aku langsung menuju dapur menata makanan yang dibeli tadi dan menghangatkan sup yang juga dibeli. Donghae oppa dan Jung Soo oppa asik mengobrol di ruang tengah. Seperti yang dikatakan tadi, hubungan mereka cukup akrab, namun semenjak Jung Soo oppa ke Amerika untuk kuliah, mereka jarang berkomunikasi, jangankan dengan Donghae oppa, aku saja adik kandung satu-satunya jarang sekali berkomunikasi dengan kakakku yang pekerja keras itu.

 

“Makanan siap!!” Aku sedikit berteriak dari dapur memanggil kedua namja itu. Di meja sudah tersedia bulgogi, sup, dan tentunya kimchi, beruntung simpanan kimchi di kulkas masih ada, kalau tidak, Jung Soo oppa yang cerewet itu pasti mulai beraksi kembali.

 

Kami menikmati makan malam dengan suasana tidak seperti biasanya. Biasanya hanya aku dan Donghae oppa yang duduk di meja ini, atau terkadang meja ini tidak berpenghuni karena kami pergi makan di luar. Jung Soo oppa akan tinggal di Korea dan akan mencoba mencari pekerjaan di Korea, sedangkan appa dan omma masih menetap di Amerika, mereka sudah setahun membuka restoran makanan khas Korea di sana. Biasanya aku yang mengunjungi mereka ke sana, dan sebulan sekali mereka pasti kembali ke Korea.

 

Tiga minggu sudah berlalu semenjak kembalinya Jung Soo oppa ke Korea. Setelah sekian lama aku tinggal sendiri dan biasanya hanya Donghae oppa yang menemani akhirnya aku bisa merasakan kehangatan keluarga di rumah, meskipun aku harus mendengar ocehan kakak lelakiku yang sangat cerewet itu. Dan sudah tiga minggu sejak hari itu, hari di mana aku dan Donghae oppa hampir melakukannya, aku belum memenuhi janjiku padanya. Karena kesibukan Donghae oppa dan kini ada Jung Soo oppa, jadi kami jarang bertemu. Tugas akhirku juga hampir selesai, hanya perlu beberapa tahap lagi mencapai sempurna.

 

Seperti biasa, aku, Jinki , Kyuhyun dan Younghyun berdiskusi mengenai tugas akhir kami di kafe dekat kampus, kami agak kesulitan mencari software untuk editing karena biasanya aku mengedit dibantu Donghae oppa, dan aku lupa mengcopy software yang diperlukan.

“Eun Young-ah, sudah ketemu software editing yang kita butuhkan?” Tanya Jinki sambil meminum coffee latte .

 

“Oh,, mianhae,, aku belum bertemu dengan Donghae oppa. Mungkin siang ini aku akan ke apartemennya”

 

“Donghae oppa, akhir-akhir ini sibuk ya?” Tanya Younghyun sambil menyuapkan chocolate cake ke mulut Kyuhyun.

 

“Hmm.. Iya, sepertinya akhir-akhir ini banyak sekali pekerjaannya. Kami hanya bertemu di akhir pekan.” Ucapku sendu melihat Yonghyun dan Kyuhyun yang membuatku lagi-lagi merindukan Donghae oppa.

 

“Aiiiissssh, kalian berdua bisakah berhenti bermesraan sebentar?” Jinki yang juga gerah melihat pasangan mesra itu sedikit berdecak kesal.

 

“Haha,, mr chicken cemburu!! Makanya jangan biarkan tunanganmu ‘lari’ ke Jepang” ucap Kyuhyun tanpa dosa mengeratkan pelukannya bahkan hampir mendaratkan bibirnya ke bibir Younghyun.

 

“Ya! Cho Kyuhyun! Ini tempat umum!” Younghyun dengan refleks yang bagus langsung menghindar dari serangan bibir Kyuhyun. Eun Young dan Jinki tertawa puas melihat tingkah keduanya.

 

“Rasakan itu Kyu!! Hae Ra ke Jepang untuk kuliah, tunangan macam apa aku kalau melarangnya menggapai cita-citanya?” Jinki tersenyum puas dan menjawab ledekan Kyuhyun. Bisa dikatakan, yang paling sakit hati melihat kemesraan Kyuhyun dan Younghyun adalah Jinki, karena terpisah jarak yang cukup jauh dengan tunangannya, Hae Ra. Kalau aku? Hmm…aku dan Donghae oppa masih bisa bertemu, hanya kesibukan saja yang memisahkan.

 

Drrrrrtt…drrrrrtt…drrrrttt…

Ponselku bergetar, segera aku meraihnya dalam tas, sebuah pesan masuk dan itu dari namja yang akhir-akhir ini aku rindukan.

“Jagi, bogoshipeoyooo!! :*”

From fishy prince^^

 

“Jinja? Hmm.. Aku biasa saja ..”

Send to fishy prince^^

 

“T_T ,,,”

From fishy prince^^

 

“Isshh,, namja cengeng >_<, Nado Bogoshipeoyo, my fishy prince! Saranghae! :*”

Send to fishy prince^^

 

“Nado Saranghae, my sweety princess!! *kiss*”

From fishy prince^^

 

“Oppa, hari ini bisa bantu aku? Editing film ku belum selesai, deadline seminggu lagi T_T,, need your help :(

Send to fishy prince^^

 

“Oke, hari ini aku pulang siang, kita makan siang di apartemenku saja ya?”

From fishy prince^^

 

“Ne, see you, jagiya!! :*”

Send to fishy prince^^

 

Setelah selesai ber sms ria dengan Donghae oppa, aku pamit pergi pada ketiga sahabatku dan menuju supermarket untuk membeli keperluan untuk membuat makan siang. Karena Donghae oppa sudah banyak membantuku, aku ingin membuatkan makan siang untuknya. Keperluan bahan untuk memasak sudah dibeli, akhirnya sampai juga ke apartemennya.  Aku segera menekan kode kunci pintu apartemennya.

 

Pemandangan mengejutkan berada di ruang tengah, beberapa berkas file, hasil foto untuk beberapa iklan, dan barang-barang lain berserakan dimana-mana. Dari pemandangan itu aku tahu betapa sibuknya tunanganku itu. Sebelum mulai memasak, aku sedikit merapikan semuanya dan lalu menuju ke dapur.

Jam menunjukan pukul 12.15, kemungkinan sekitar 15 menit lagi Donghae oppa sampai di apartemen dan sekitar sekitar 15 menit juga masakanku siap dihidangkan.

 

“Sup, Kimchi, ikan panggang,, oke semua beres!” Ucapku puas saat kulihat semua hidangan sudah tertata rapi di meja makan. Aku sedikit menyentuh kepalaku, dan aku baru sadar ternyata rambutku terikat. Hari ini memang cukup panas, jadi ku gulung rambutku ke atas.

 

“Omo~,, untunglah dia belum pulang dan melihatnya!” Buru-buru ku menuju kamarnya merapikan sedikit rambutku lalu kubiarkan terurai menutupi leher ku.

 

Tiba-tiba ku dengar suara seseorang menekan kode kunci pintu apartemen. Bisa ditebak, pasti Donghae oppa sudah pulang. Aku sedikit berlari menuju pintu dan memasang senyuman paling manis ke arah pintu.

 

“Kejutan!!” Seruku menyambut Donghae oppa yang baru saja membuka pintu.

 

“Jagi, kau sudah datang? Hmm.. Aku mencium aroma ikan panggang yang lezat.” Ucapnya sedikit terkejut dengan penuh senyuman lalu meletakan kedua lengannya dipinggangku.

 

“Kau lapar kan? Cepat ganti baju, kita makan siang dulu, nanti masakanku dingin, arra?” Aku mengarahkannya ke kamar untuk berganti pakaian.

 

Aku duduk manis di meja makan, Donghae oppa menghampiriku dan takjub melihat makanan yang tertata di meja makan.

 

“Ini semua kau yang siapkan, Jagi?”

 

“Menurutmu? Sudah ayo dimakan, nanti dingin, dan habis ini kau harus membantuku, oke?”

 

“Siap!!” Jawaban singkat darinya, lalu dia mulai melahap makanan yang ada di meja.

 

Makan siang selesai, aku membersihkan semua piring, lalu meletakannya di dish washer. Donghae oppa sibuk di depan laptopnya di ruang tengah. Kalau dipikir kami sudah seperti pasangan muda yang baru menikah. :D

 

“Yap, mari kita mulai!! Oppa, kau sedang menggunakan laptop?”

 

“Oh, anni, hanya melihat beberapa file, kajja, kita mulai, kali ini film genre apa yang kalian buat?”

 

“Romantis, dan pasti kau bisa menebak siapa pemeran utamanya” ucapku sambil menyambungkan harddisk external ke laptopnya. Aku duduk di bawah, dengan laptop berada di meja dan Donghae oppa duduk di sofa sambil memperhatikan proses editing yang ku lakukan.

 

Cuaca siang ini cukup panas, secara tidak sadar aku sesekali menyatukan rambut panjangku ke bahu sebelah kananku. Donghae oppa meraih tas ku yang ada di meja, mencari-cari sesuatu di dalamnya.

 

“Ya! Oppa, kenapa kau mengeledah isi tasku?” Ucapku dengan nada yang cukup tinggi melihat kelakuannya yang menumpahkan seluruh isi tas ku di karpet.

 

“Aku mencari ini, sini biar ku bantu” ditangannya sudah terdapat jepit rambut yang tadi aku pakai. Dengan hati-hati dia menyatukan dan menggulung rambutku ke atas lalu menjepitnya dengan jepitan itu.

 

“Selesai! Hari ini cukup panas, kenapa kau biarkan rambutmu terurai,hm?”

 

Aku hanya bisa terdiam, dan bingung harus menjawab apa. Sebenarnya aku takut kalau dia menagih janjiku pada hari itu.

 

“Gumawo,,, oppa, ini bagaimana cara menyatukannya? Aku ingin mengubah background song disini,, sepertinya lagunya kurang cocok” akhirnya aku mengalihkan pembicaraan dengan memperlihatkan scene film ku.

 

“Omo! Itu yang kalian sebut kisseu? ” Donghae oppa langsung protes melihat scene yang aku tunjukan. Sepertinya scene yang kutunjukan salah, gawat!.

 

“Oppa, ini film romantis, bukan film yadong yang sering kau lihat!” Aku sedikit mendengus kesal, baru kali ini dia mengkritik  film ku.

 

“Apa perlu kita tunjukan bagaimana kisseu yang benar, hm?” Donghae oppa sudah melingkarkan tangannya ke bahuku, mencium bagian belakang leherku dan sedikit membisikan sesuatu di telingaku.

“Jagi, aku mau meminta janjimu waktu itu..” Kini dia mendesah tepat di telingaku dan itu membuatku merasakan sensasi yang amat sangat membuat tubuhku memanas.

 

“Oppa,, jadi ini maksudmu mau membantu… hmmmmppppphh….” Ucapanku terputus ketika bibirnya melumat bibirku, lembut dan hangat.

 

“Menurutmu? Aku suka aromamu, begitu menggoda” dia menempatkan bibirnya di tengkukku, mencium, mengisap dan sepertinya dia meninggalkan bekas kemerahan di sana. Aku hanya bisa menggigit bibir bawahku ketika menerima perlakuannya.

 

“Oppa, aku takut… Kalau … Kau meninggalkanku setelah ini… ” Aku membalikkan tubuhku menghadapnya sehingga aktifitasnya terhenti dan aku menatapnya sungguh.

 

“Jagii, apa kau melihatku sebagai tipe pria seperti itu? Aku berjanji, kalau perlu kita menikah seminggu lagi, arra?” Tangannya memegang bahuku, tatapan penuh keyakinan seakan menghapus semua keraguan yang ada dalam diriku.

 

“Oppa… Mianhae… Bukan maksudku… Mmmmmmpph” lagi bibirnya tidak membiarkanku melanjutkan kata-kataku. Ku rasakan kini ciumannya penuh cinta, kehangatan dan kelembutan. Cukup lama dia melumat bibirku dan aku hanya merasakan cinta yang besar dari Donghae oppa  melalui ciumannya.

 

Begitu besar cintanya padaku, aku kini merespon ciumannya tapi yang kulakukan kini penuh nafsu akibat rangsangan yang kutahan sejak tadi. Aku menarik tubuhnya untuk bangun dari posisinya, tanpa melepas ciuman kami. Aku mengeratkan tanganku dan tanpa aba-aba dia mengangkatku, menggendongku di depan tubuhnya menuju kamarnya tanpa berhenti menjelajahi rongga mulut masing-masing.

 

Sesampainya di kamar, dia merebahkan tubuhku secara perlahan lalu melepas bibirnya dari bibirku. Dia lalu membuka kaus yang membalut tubuhnya dan membuangnya ke sembarang tempat sehingga abs-nya terlihat jelas. Setelah itu, tangannya dengan terampil melepas satu per satu kancing kemejaku dan juga melepaskannya dari tubuhku. Kini tubuh atasku hanya tertutup bra renda hitam dan dia topless.

 

Dia kembali melumat bibirku, lalu turun menjelajahi leherku, mencium, menghisap bahkan sedikit menggigit di beberapa bagian sehingga timbul kekas merah. Tangannya bergeriliya meremas payudaraku yang berada di balik bra.

“Sssshhh… Oppaa… Mmmhh..” Aku terus mendesah menikmati setiap sentuhannya.

 

“Jagi, aku ingin bermain dengan ini,,” dia menatapku seperti anak kecil yang meminta mainan sambil tangannya terus meremas-remas kuat payudaraku sebelah kanan.

 

“Bukalah,, sshhh,, kalau kau mau memainkannya,, mmmmmhhh.. Ssshh.. ” Dia mengangkat tubuhku, kini aku berada dalam posisi setengah duduk, dan aku berpegang pada lehernya. Tangannya dengan cepat membuka pengait braku dan langsung melepaskannya. Payudaraku kini terlihat bebas dihadapannya. Donghae oppa kembali mendorong tubuhku sehingga aku kembali berbaring. Tangannya kini melepas kancing dan resleting celana jeansku lalu melepaskannya dari tubuhku berikut dengan celana dalam. Kini aku full naked dan dia masih topless dan celana bahan pendek menutupi bagian bawah tubuhnya.

 

“Yeoja ku sungguh cantik, aku bersyukur memilikimu” Donghae oppa kembali memposisikan tubuhnya menindih tubuhku. Bibirnya kembali menciumi leher dan tangannya meremas ‘mainan’ kenyal yang ada di tubuhku. Bibirnya terus menjelajah tubuhku dan kini dia menghisap tanpa ampun nipple payudara sebelah kanan dan tangannya meremas payudara sebelah kiriku. Sungguh aku menikmati semua permainannya, dapat kurasakan bagian bawah tubuhku mulai basah dan sedikit berlendir.

 

“Ooohh.. Ooohh,, oppaaaahhh,, it’s greattthh” aku mendesah, meracau menerima segala perlakuannya. Donghae oppa melakukan pekerjaan yang bagus, secara bergantian dia menghisap dan meremas kedua payudaraku tanpa ada satu yang terlewati. Setelah puas dengan ‘mainan’ kenyal di tubuhku, kini aku merasakan hembusan nafas di bagian bawah tubuhku. Benar saja, Donghae oppa meniupkan sedikit udara ke arah vagina ku dan itu membuatku sangat terangsang. Tanpa merasa jijik, dia menyusuri vaginaku yang basah dan berlendir dengan mulutnya.

 

“Jagii.. Basah sekali,, aku suka,, sluurrp.. Sluurrp” bisa ku dengar mulutnya menghisap kuat vaginaku yang basah.

 

“Aaaaaahh,, oooohhhh,,, aaaaaaaHhh,, oppaaaaahhh” aku menggeliat merasakan geli ketika hisapan nya mulai menguat, sepertinya sesaat lagi cairan vaginaku akan tumpah.

 

“Opppaaaaaahh… Aku uuuuhh.. maaauuhh keluaaaar” tanpa dijawab, Donghae oppa kembali menghisap seluruh cairan cinta yang keluar dari vaginaku. Aku menarik kepalanya menghadap ke wajahku, dan aku membersihkan sisa-sisa carianku di mulutnya.

 

Great job , oppa! Saranghae!”

 

“Nado Saranghae, Jagiiyaa.. Mmm.. Aku juga mau melihat pekerjaanmu, apa bisa kau melakukannya lebih baik dariku, hm?”

 

Donghae oppa memelukku lalu berguling ke samping, kini aku yang berada di atasnya. Tanpa ragu aku mulai mengelus bagian bawah tubuhnya yang mulai terlihat menggembung. Aku segera melepas celananya dan juga celana dalamnya. Juniornya sudah berdiri tegak hampir sempurna.

 

“Oppa, kau jahat sekali padanya, kenapa kau biarkan dia sesak seperti ini, hm?” Donghae oppa hanya tersenyum, dan aku mulai mengelus lembut juniornya. Donghae oppa sedikit memejamkan matanya ketika kini tanganku dengan terampil memijat juniornya naik turun.

 

“Ouuhhh… Oouuuhh… Sssshhhh… Masukaaann ke dalaaam muluuut mu, Jagi.. Oooh”. tanpa berpikir panjang aku mulai memasukan juniornya yang berukuran cukup besar itu ke dalam mulutku, kuhisap kadang aku menggigit dan memberikan jilatan di ujung kepala juniornya.

 

“Lebiihh ceppaaat, jagii,.. Oohh.. Ohhh… Greathhh,, reaallyy greaaathh.. OOoh” aku semakin mempercepat mengeluarkan dan memasukan junior nya ke dalam mulutku sambil memijat twins ball nya. Lalu tiba-tiba cairan putih agak sedikit asin memenuhi mulutku dan hampir membuatku sedikit tersedak.

 

“Uhhuukk.. Uhhuuuk…Oppa, kenapa tidak bilang!!”

 

“Mianhae,,” dia mendekatkan wajahku berhadapan dengan wajahnya, dan bibirnya kembali melumat bibirku merasakan cairan yang tadi memenuhi rongga mulutku.

 

“Jagii,, kau siap? Aku ingin sambil berdiri”

 

“Mwo?” Tangannya menarikku menuju dinding kamar. Tubuhnya kini menekan tubuhku untuk lebih merapat ke arah dinding. Bibirnya kini mulai beraksi, ciuman penuh nafsu dan cinta dihujamkan ke dalam bibirku. Aku pun tidak mau kalah, aku membalas tidak kalah hebat dari ciumannya. Tanganku melingkar di lehernya, tangan kanannya meremas kuat payudaraku sebelah kiri dan tangan kirinya mengangkat satu kaki ku untuk melingkar di pinggangnya.

 

“Aaahhhhh,, appo…” Aku melepas ciumanku, merasa ada sesuatu yang masuk dan mengoyak vaginaku.

“Tahan sebentar, jagi… Ini akan mempermudah nanti” kini dia menambah 2 jarinya sekaligus masuk ke dalam vaginaku dan mengoyaknya.

 

“Aaaaahh,,, ahhh,,, oooohh… Oppaa,, aku tidak aah..tahan.. ” Tubuhku melemas, orgasme entah yang ke berapa muncul, sebelum aku terjatuh, Donghae oppa dengan sigap menahan tubuhku dengan satu tangannya.

 

“Aku mulai ya? Tahan sebentar, oke?” Donghae oppa menatapku dengan penuh keyakinan dan itu membuatku percaya atas apa yang akan dia lakukan padaku selanjutnya.

 

“Ne, aku siap” dengan mantap aku menjawabnya. Kini tangan kanannya mengarahkan juniornya ke vaginaku sedangkan tangan kirinya memeluk pinggangku menahan agar tubuhku tetap berdiri. Dia lalu mengeluskan juniornya ke bibir luar vaginaku dan itu cukup membuatku hampir hilang kesadaran, beruntung tangannya masih memeluk erat tubuhku.

 

“Aaarrrrgggghhhh,,, ahhhhhh,, oppaaaa… Sakitttt” aku sedikit berteriak menahan sakit ketika kurasakan ujung junironya mulai memasuki vaginaku. Memang ini bukan pertama, tapi karena kami jarang sekali melakukannya, dan juga ukuran juniornya yang cukup berlebihan, rasa sakit itu tetap ada.

 

“Jagii,, masih sakit kah?” Dia mengeluarkan juniornya dan menatapku cemas.

 

“Gwenchana, teruskan.. Perlahan oppa,,”

 

“Lakukan apapun untuk sedikit menahan sakitnya, Arra?”

Aku mengangguk mantap menatap matanya. Tangannya mengarahkan kembali juniornya untuk memasuki vaginaku. Ku coba sebisa mungkin menahan perih di bagian bawah tubuhku, perlahan dan pasti kini juniornya mulai memasuki vaginaku.

 

Jleb…..

“Arrrrrrrrgggghhhhh,,, aaaaaahhh,, oppa” juniornya masuk dengan sempurna dan kami berteriak hampir bersamaan. Perih yang teramat sangat karena junior Donghae oppa yang cukup besar membuatku menggigit bahunya. Donghae oppa mendiamkan sebentar juniornya di dalam vaginaku agar beradaptasi. Bisa kurasakan urat juniornya bersentuhan dengan dinding vaginaku sekejap merubah rasa perih itu menjadi kenikmatan.

“Aku mulai ya?”

 

“Ne”

Donghae oppa mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur, juniornya kini memenuhi seluruh area vaginaku. Kenikmatan tiada tara mungkin dirasakan oleh kami berdua. Tanpa sadar aku mengikuti gerakkan berlawanan dengan gerakkan Donghae oppa.

 

“Ahhh… Ahhh… Ooohh.. Ooohh.. Jagii.. Nikmat sekali,, ooohhh”

 

“Ahhh… Di situ.. Ooohhh.. Di situ… Oppaaahhh.. Aahhh..” Racauku ketika juniornya menemukan titik kenikmatanku.

 

Donghae oppa semakin cepat menggerakkan pinggulnya.

“Oppaaaaahhh,, lebiihh ceppaaat,, aku aaaahh,, ahhh.. Mauu keluaaarr”

 

Together baby,, me too… Tahan sebentar aaaaaahh.. Ahhh..” Juniornya semakin tajam menghujam dinding vaginaku, lalu kurasakan dinding vaginaku mulai berkedut menandakan akan ada yang muncul.

 

“Aaaaaarrrrrrrrrggggghhh.. Ahhhhh… Ahhhhh” aku dan Donghae oppa berteriak merasakan sesuatu yang keluar bersama. Spermanya kini bersatu dengan cairanku memenuhi rahimku. Donghae oppa cukup banyak mengeluarkan spermanya sehingga kini mengalir di pahaku. Tubuhku melemas, dengan tenaga tersisa, Donghae oppa menggendong tubuhku menuju tempat tidur tanpa melepaskan juniornya. Lalu kami berbaring berhadapan, kami tersenyum masih merasakan kehangatan di bagian tubuh kami.

 

“Gumawo, jeongmal gumawo, Jagii”

 

“Janjimu masih ku pegang oppa, kita harus segera menikah, arra?”

 

Trust me!! Jagi,, ikatan rambutmu belum terlepas kan? Jangan dilepas, aku mau lagi! 5 kali lagi, otthe?”

 

“Mwo?” Aku berusaha melepas ikatan rambutku, namun kalah cepat, tangannya menahan tanganku dan dia kembali melancarkan serangan dan kami mungkin akan melakukannya lagi.

 

-THE END-

About KoreanNC

Welcome to the first and the biggest Unprotected No Children Fans' Fictions blog. Jadi jika umur anda masih dibawah 16 tahun, tolong jangan dibaca. Kami hanya menyarankan. Terima Kasih. Found: 2010 / 10 / 30

Posted on November 26, 2011, in Oneshoot, Yadong NC 21 and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 67 Comments.

  1. haha~Hot..Nc nya thor~dari judul juga ngena..cuma aga terlalu panjang ea tp seru ko story slide nya juga bagus,tulisan sesuai EYD emh..sopan juga bagus lah aq suka,tapi masih ada bbrp typo cuma dikit ko..
    lanjut karya nya.. :D
    q req dunx nanti2 lagi bikinin aq ff yaoi ea thor q pengen cast kangteuk klo author g keberatan ama req aq,gomawo b4. :D

    • Gumawo udah baca n komen… !!^^… maaf kan keyadongan otak saya hehe :)

      oia,, kalo yaoi mmm.. belum bisa membayangkan nya,, mianhae… hihi :) tapi aku ga anti yaoi kok… jadi santai aja… temen aku ada tuh yang suka buat yaoi… *jiahhh promosi..*

      jangan lupa kunjungi blog…
      http://misskyusuieworld.wordpress.com

      dibaca trus koment yaa…^^ Gumawooo

  2. HOT BANGEEETTT!!!
    hahaha

    space stiap kalimatnya mohon d prbaiki yah thor ^^

    GOOD JOB!

    • Gumawo udh komen.. hihi :)

      oia, Mianhae rada ga nyaman ya baca nya? sebenernya kirim melalui email udh oke kok,, tp oke lah lain kali diperhatikan,,, ^^

  3. Fiuhhh…..
    #Lap kringet, hot bgt thoorrrr :D
    Hae emng hot

  4. Mantap, 5 kali lagi… -_-”

  5. Kyaaaaa~ akhirnya rilissss!!!

    Annyeonghaseyo, salam kenal dari author… Hehehe :D

    Gumawo to admin, akhirnya ff ini rilis..

    Bales komen boleh kan ya?
    @mrs. Leehyukjae : Gumawo udh komen :) hihi :D iya emg pnjang bgt jadinya, td nya cm NC pertama *apasih*,, tp biar seru mksudnya eh jd panjang :)

    Aduh, gumawo bgt,, ide gila saya mengena.. Hihi :) oia, saya blm pernah buat cerita yaoi, dan blum bisa dpet feel klo yaoi.. Mianhae.. :)

    @Dance melody : Gumawo udh komen ^^,, huwaaa… Mianhae *bantu kipasin reader*,, mm.. Ini sbebernya pas kirim space nya udh oke, cm mungkin krn ceritanya kepanjangan, jd posting nya demikian… :)

    @yhukyu : Gumawo udh komen,… Mianhae.. *kasih tisu buat lap keringet* ^^

    @SayTeuki : Gumawo.. :) bayangkan 5 kali ya?? haha :) suamiku memang hebat…kkkkkkk^^ *authormulaistress*

    Oke, semuanya, Thanks banget udh mw baca dan udh mau komen,,, nah, sekarang boleh promo kan?? Kalo mau baca FF lain tulisan saya dan teman saya silahkan kunjungi :
    misskyusuieworld.wordpress.com

    FF ny ga cuma NC sih, ada genre lain, abis baca jgn lupa komen ^^,,

  6. Hae kamu ko yadong banget seeeeh

  7. Good Job authoor…!!! aku mpe baca berulang2 kali.. *plaaak* *ktauan yadongnya* hahaha :D huwaaa~ ada suamiku main di situ.. *gapenting* hihihi ayo buat lagi..!!! :D

  8. Wihhhh, panteslah judulnya secret code hahahahahaha nice nc! Hot enough~ cuma kurang lama :p

  9. Jangan PERNAH lepas ikat rambutnya woi XD wkkwkwkwkkw XD
    Pasti lanjut trus it :p

  10. Kyaaaa ~ Donghae oppa nafsu sekali ya. Kkkkk XD

  11. Wakakakkk

    kocak deh…
    Mau NC’an aja pake kode-kode’an segala..

  12. Ahhhh donghae romntis banget
    Jdi pengen punya suami kyknya hae.
    NC HOOOOOOTT banget.

  13. Kyaaa~ akhirnya rilis juga… :)

    sbenernya udah komen sih tadi… boleh komen lagi ya min?? :)

    Annyeonghaseyo.. readers, salam kenal dari author!! ^^

    Jeongmal Gumawo udh mau baca dan komen FF saya ;) Mianhae, terlalu hot ya? kkkkk… maklum suamiku memang begitu *dilempar Elfishy lain*…. hahahahah :D

    Oia, admin Gumawo juga udh di post, kirim lagi boleh kan ya? hehe^^ tapi aku kirim udah oke lho padahal, kenapa spasi antar paragraf ga jelas jadinya ya?? *dijutekin admin kayaknya nih?? ^^v*

    kalo perlu bacaan lain… silahkan kunjungi blog saya.. blog saya dan teman tepatnya…

    http://misskyusuieworld.wordpress.com/

    ada FF NC tulisan saya yang lain, FF NC ny di protect tapi, mianhae…^^ tapi dengan minta password melalui email kita bisa saling kenal kan?? huwaaa.. seneng deh ada yang baca FF saya…

  14. Fishy romantis banget :-D

  15. hae ada2 ja lg pake tanda bgt klo.mau ngelakuin,,,, *sing f(x)* hot banget hot hot banget….
    mantap….

  16. AAAAHHH YANG MAIN SUAMI SENDIRI \M/
    Aku bahagiaa, udah lama ff donghae disini gakda T.T

    Wkwkwk, iketan rambut itu kode bgituan ya ternyata

  17. ini donghaenya mantafffff bener sih haha hot banget ini mah . paling suka adegan yg d telpon jungso tp donghaenya masih maen :p

  18. wawww Haeppa agresif banget ! >.<

  19. bener-bener HOT :D nice ff :)

  20. huahhh si abang hebat bgt sampai mau main 5ronde lg

  21. Hot…. Tapi nanggung nih heheh… Lanjutin dong….

  22. Arrwh hot hot summer !

  23. ya ampun donghae ngebet banget ya sampe minta 5 ronde hehehehe……..
    code yg unik hehehehehe………

  24. Anjir 5 kali-_- tapi hot bgt! x3

  25. hahahaha…donghae hott

  26. aisshhh~
    tiba tib kamar terasa panas..
    fiuhhhhh..

  27. aisshhh~
    tiba tiba kamar terasa panas..
    fiuhhhhh..

  28. HOT bgt hae oppa maen.a..
    cerita.a jg jelaz n bs dmengerti..

  29. lee joonssi lovely

    Thor!! tanggung jawab aku bisa bayangin Lee Donghae disini aaaah mau cepet2 nikah sama mas ikan

    • kyaaaa… dia udh nikah sama aku *dilempar reader* hihihi :) Mianhae keyadongan otak saya… ^^… Gumawo :)

      main ke blog dong… FF yang cast nya suami aku lumayan lho… *narsis* peace^^v

  30. yeboya~ ige mwoya??! T^T

    keren thor~

  31. hott bngt dh,crtany jg lmayan seru.nice ff

  32. Hrusnya diterusin smpe ronde 50

    huwehehehehe
    hot! summer!
    Oh~ hot~hot summer

  33. hahaha gila yah donghae nafsu amat :D

  34. Aish~.. –”
    HOT sangat thor.. ☉̴͡_☉̴͡
    Daebak~!! \(`▽´)>

  35. Like this . Two thumbs :D

  36. Yunjaechunjunmin

    Aigo.
    Donghae mang hot..
    Wat author’a aq acungin 2jmpl n T.O.P B.G.T..
    Fighting.!!

  37. mwoya?? 5x opppa? Kasihan ceweknya atuhhh o.O

  38. Omo~ authornya daebak yahh~ sesuatu gitu.. Wow hot banget NCnya, doyang yadong tah thor? *pletakk* ah sekali2 bikinin aku FF yadong sih thor.. *mupeng* :D

  39. CEPET NIKAH!!!!!!!!!! ^_-
    Aq jg mw ah pke code itu ama suamikyu :)
    Next part haepa nikah trs pny anak 13, ok!!!!

    Itu lanjut lg ronde’a, jng 5, 17 ronde lg ajj *eh*

  40. Ga bsa ngmong… paaasss.. *keringat dingin*

  41. wuaah, HOT ~
    Mancaaap!

  42. donghae ngapa jd yadong bgt ==’a hahhaa, bgs2 aku suka karena ada si maniak ayam muahahaha XD

    • gumawo.. ^^ entah mengapa memasukan Lee Jinki,,, krna orng di deket aku lagi ngomongin SHINee… dan lagi terpesona sm suaranya Jinki alias Onew alias mr. chicken… :) )

  43. Aaaah daebak!
    Seharusnya adegan NC ditambah setidaknya sampe ronde kedua hahahahaha pasti jadi lebih seru :p *otakyadong
    Selebihnya oke kok ;)

  44. donghae wauw!

  45. Bagus thor..

  46. Ah gokil gila . .
    Merinding aku bc.a . .haha

  47. dongghae oppa ganas ihh.

  48. sepanjang ini cuma satu ronde ya hahaha :D
    gemana kalo 5

  49. ommooo gak nyangka donghae bisa lebih yadong dari hyuki :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s