That Eye For My Marriage (3 of 3)
1. Author : Cho raim
2. Judul : That eye for my marriage
3. Kategori: NC 21, Yadong, Chapter
4. Cast:
- Choi Seunghyun a.k.a T.O.P
- Elizabeth Midford
- Member bigbang
- Park Bom
Cerita ini semua punya saya ya…
Mian ya kalo misalkan ceritanya jelek, atau kurang hot (tambahin aja cabe), ada kata-kata yang gak ngerti atau salah ketik. Maklum bikinnya jam 12 malem. Dan ini pertama kali bikin kaya ginian. Jadi maaf banget ya sebelumnya. *deep bow*
Selamat membaca, jangan lupa tinggalin koment ya.. ditunggu banget komentnya
—————————————————————————————–
Suatu hari.
Eliz terbangun dan turun dari kamarnya. Seunghyun sudah ada dibawah sedang menonton tv. Karena memang hari itu minggu jadi keduanya sedang free dari pekerjaan. Elize terbangun dengan perasaan tidak enak. Badannya lemas bahkan dia berjalan dekat dinding agar tangannya bisa berpegangan pada dinding. Dia melihat Seunghyun sedang menonton tv. Langsung mneghampirinya. Duduk disampingnnya.
“kau sudah bangun. Mau makan apa?” tanya eliz dengan nada lemas. Sebagai istri itu memang sudah kewajibannya untuk memasak. Dia tidak merasa sebagai pembantu untuk masalah satu ini. Karena memang sejak menikah segala urusan rumah memang menjadi tanggung jawabnya.
“sudah. terserah kau saja” kata Seunghyun tetap terfokus pada tvnya. Kemudian eliz beranjak dari sofa. Kemudian Seunghyun menengok melihat eliz. Merasa aneh dengan raut wajah eliz Seunghyun bertanya.
“kau sakit?” tanya Seunghyun dengan nada gelisah. Dia khawatir. Tidak biasanya wanita yang sudah beberapa minggu ini menjadi istrinya tidak bersemangat. Lemas apalagi lemah.
“tidak, aku tidak apa-apa” kata eliz berusaha menyangkal keadaan yang sebenarnnya. Tiba-tiba dia teringat sesuatu. Tatapannya tiba-tiba terpaku pada suatu hal.
Wajahnya tambah pucat, eliz langsung berjalan cepat ke kamarnya. Tak lama kemudian turun membawa sesuatu dan masuk ke kamar mandi. Kamar eliz memang tidak ada kamar mandinya. Hanya kamar Seunghyun yang ada kamar mandinya. Seunghyun yang melihat keanehan ini hanya bisa bertanya-tanya. Jika dia bertanyapun sepertinya jawaban yang diberikan juga tidak akan jauh berbeda dengan yang tadi.
Tak berselang lama eliz keluar dari kamar mandi. Kali ini raut wajahnya tambah mengelap. Dia terlihat merenung untuk beberapa saat. Kemudian dia terlihat membuang cepat sesuatu ke tong sampah yang terletak di kamar mandi. Lalu berjalan cepat ke kamarnya lagi. Seunghyun langsung tak mau buang waktu. Dia langsung berlari ke tong sampah dimana eliz membuang sesuatu yang diyakini Seunghyun sebagai sesuatu yang memperkeruh suasana hati eliz. diambilnya sesuatu itu yang terlihat mencurigakan itu. Ditelitinya barang itu. matanya menajam. Pantas eliz gelisah. Baru saja ketika eliz turun dari tangga, Seunghyun mau membuka mulutnya namun tiba-tiba teleponnnya berbunyi. Diangkatnya telepon yang ternyata dari kantornya itu.
“tidak bisakah kalian menghandel masalah itu sendiri? Baiklah” jawab Seunghyun langsung ke pointnya. “eliz, aku harus kembali ke kantor ada masalah. Tapi jangan kuatir aku akan kembali dengan cepat.” Kata Seunghyun menjelaskan kepada istrinya itu. Eliz cuma bisa mengangguk lemas. Seunghyun lansung berjalan mengambil kunci mobilnya kemudian mengambil mantelnya. Berjalan mendekati eliz. Menatapnya dengan sayang.
“kalau ada apa-apa segera telepon” kata Seunghyun lalu mencium kening eliz lembut. Eliz kembali termenung. Seunghyun langsung berjalan cepat keluar dari rumah itu. eliz terdiam
***
pov
Para pegawai itu memang tidak bisa diandalkan. Masalah sepele saja tidak becus. Akibatnya aku harus meninggalkan eliz dalam keadaan seperti itu. Kukebut mobilku yang memang didesain untuk melaju cepat. Sesampainya dirumah langsung kuparkirkan mobil diluar. Perasaanku tidak enak. Kubuka pintu rumah, tidak dikunci. Sepertinya eliz tidak pergi ke mana-mana. Tapi kenapa tidak ada kehadiran sesorang. Biasanya eliz sedang memasak dijam-jam seperti ini. Hatiku mulai tak karuan. Sesuatu terjadi.aku berjalan mengitari dapur tapi nihil.
Kemudian aku melihat sesuatu berbaring dilantai tertutup sofa panjang. Oh tidak eliz..
“Eliz…eliza…sadarlah” kataku sambil setengah memeluk eliz. Sadar bahwa dia pingsan langsung aku angkat tubuh mungil itu. Kemudian setengah berlari aku menuju mobil. Ku kemudikan mobilku secepatnya.
***
Author pov
mondar-mandir khawatir dengan keadaan istrinya. Tidak dihubunginya kedua orang tua mereka. Saat ini dia tidak ingin memberi tahu siapapun. Biarlah masalah ini dia hadapi itu yang ada dipikiran .
Tak lama kemudian seorang dokter paruh baya keluar dari ruang periksa. Wajahnya datar, rupanya dia poker face yang hebat.
“anda siapanya?” tanya dokter itu langsung kepada . Tahu bahwa Seunghyun yang membawa eliza ke rumah sakit itu.
“suaminya dokter. Bagaimana keadaan istri saya?” tanya Seunghyun bertubi-tubi. Dia sangat khawatir dengan wanita yang sangat ia cintai itu. takut sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Si dokter malah tersenyum.
“selamat, sebentar lagi anda akan menjadi seorang ayah. Istri anda sedang mengandung kira-kira usia kandungannya 4 minggu 4 hari. Jadi masih sangat muda sekali. Dia tadi pingsan karena kekurangan darah. Seorang ibu hamil butuh asupan yang lebih banyak. Jadi mulai sekarang diperhatikan ya pola makannya. Jangan dibuat stress juga, bisa bahaya.” Wanti-wanti si dokter ke pada . Orang yang diwanti-wantipun hanya bisa mengangguk-angguk.
“boleh saya masuk kedalam dokter?” tanya . Yang kemudian disambut anggukan si dokter. Perlahan Seunghyun melangkah menuju keruang pemeriksaan itu. Disana eliz sudah terbangun dalam posisi duduk. Sadar akan kehadiran , eliz tersadar dari lamunannya. Menoleh melihat laki-laki yang baru beberapa hari jadi suaminya itu.
“kau sudah tahu?” kata eliz. Dia juga sudah tahu, bukan dari dokter tapi dari tiga tespack yang dia pakai, semuanya positif. Mengerti apa yang dibicarakan eliz Seunghyun mengangguk. “sekarang aku menambah bebanmu. Kau jadi sulit untuk menceraikanku seperti yang kau rencanakan” kata eliz namun sekarang tidak menatap manik mata . Seunghyun tersentak. Jadi ini yang membuat eliz pucat. Dia takut bahwa Seunghyun tidak mencintainya. Dan meninggalkannya serta bayi yang dikandungnya untuk seorang yang dulu dia cintai.
“Eliz, aku sudah bilang waktu itu. apa kau tidak menyadarinya?” tanya Seunghyun mendekat. Mengangkat dagu eliz. “aku mencintaimu Elizabeth celia midford, atau sekarang lebih tepatnya elizabeth choi” kata Seunghyun serius.
“aku tidak yakin . Aku tidak yakin tentang mana yang kau cintai. Aku atau anak yang aku kandung. Aku tidak mau kau harus berbohong karena anak ini. Karena aku tahu bahwa kau adalah laki-laki yang sangat bertanggung jawab. Aku tahu bahwa gara-gara anak yang aku kandung kau jadi harus terpaksa mencintaiku.” Kata eliz sambil turun dari ranjang dan berjalan pergi meninggalkan . Pikirannya sedang keruh dia ingin pergi sebentar. Dia ingin istirahat sebentar. Seunghyun yang tahu bahwa eliz butuh waktu sendiri, membiarkannya pergi. Walau dia punya kesalahpahaman yang harus dijelaskan. Menurutnya kejernihan pikiran eliz lebih penting sekarang. Dia tidak mau membuat gadis itu stress.
***
Eliz pov
Entah sudah berapa lama aku berjalan. Seunghyun Sudah berapa lama aku melamun. Aku tidak tahu, yang aku tahu sekarang aku sudah berada di sebuah rumah. Oh iya ini rumahku sendiri. Kumasukan kode kunci rumah ini. Gelap,sepertinya Seunghyun belum pulang. Kunyalakan lampu rumah. Dari ruang tamu, dapur hingga kamar. Tidak kutemukan Seunghyun sepertinya dia benar-benar tidak ada. Kulihat jam dinding. Sudah jam sepuluh, selama itukah aku tadi pergi. Kemana juga . Apa dia tidak pulang. Atau jangan-jangan dia…
Ehm, aku menghela nafas panjang. Jika itu pilihannya. Tiba-tiba sebuah benda menarik perhatian. Secarik kertas tertempel dinding. Kertas itu berisi tulisan-tulisan .
For: Elizabeth choi, my little wife
Maafkan aku, karena harus meninggalkanmu disaat seperti ini. Tapi aku harus pergi sebentar. Ada masalah di perusahaan cabang jepang. Aku tidak bisa membiarkannya begitu saja. Aku juga tidak bisa hanya mempercayakan hanya kepada para pegawai yang bodoh ini. Tentang semua itu, aku bersungguh-sungguh mencintaimu. Kau dan anak kita. Percayalah padaku. Aku akan pulang dua bulan lagi, semoga waktu itu cukup untuk membuatmu merindukanku.
From: choi , your stupid husband.
Elizabeth sedikit meringis, antara tersenyum senang dan menangis sedih. Tersenyum karena ada sedikit harapan kepada suaminya itu. Dan sedikit kesedihan karena harus ditinggal oleh sang suami.
***
Author Pov
Dua bulan kemudian
Dua bulan sudah cukup untuk menyadarkan eliz. Betapa bodohnya wanita itu karena tidak mempercayai . Dan betapa bodohnya dia karena telah meragukan cinta . Perhatian yang selama ini dia curahkan kepada istrinya itu. Kekhawatirannya ketika eliz sakit. Kedua orang ini akhirnya mengakui satu sama lain walau tidak secara blak-blakan. Kedua orang itu mengakui saling mencintai dengan perhatian kepada satu sama lain lewat email dan telepon. Dan hari ini Seunghyun pulang. Eliz sudah siap menyambutnya dengan berpakaian secantik mungkin namun tidak terlalu memperlihatkan tubuhnya.
Dilihatnya didaerah kedatangan. Dilihatnya dari jauh, dicarinya sosok , yang dia rindukan. Dan dia ada disana. Eliz ingin berlari menghampirinya tapi tidak berani karena dia sedang hamil jadi dia hanya bisa berjalan cepat namun sesuatu tiba-tiba menghentikannya. Seorang wanita cantik dan bohai berlari mendekati Seunghyun dan langsung memeluknya. Eliz seolah membeku. Dan yang terjadi setelahnya adalah wanita itu dengan tiba-tiba mencium . Eliz menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Diambilnya nafas panjang kemudian berbalik dan berjalan menjauh dari tempat itu. Dia berjalan secepat mungkin sebelum air matanya tumpah ditempat itu. Dilambaikan tangannya dan sebuah taksi muncul dinaikinya dengan taksi itu. Dan keluar menjauh dari bandara incheon.
***
pov
Disana aku melihatnnya. Tersenyum setelah mencari-cari sosokku dan akhirnya melihatku. Badannya sedikit berubah, wajarlah. Dandanannya masih manis seperti biasa. Dia berjalan cepat menuju kearahku. Sepertinya harus aku yang berlari ke arahnnya. Namun kemudian sesuatu menghentikanku.
“oppa..” kata seorang gadis sekarang berada dihadapanku. Memelukku dengan erat. Dan tanpa ba-bi-bu dia langsung melumat bibirku. Aku yang kaget diam untuk sesaaat. Setelah aku sadar sepenuhnya langsung kuhentikan ciuman gadis itu.
“park bom apa yang kau lakukan?” bentakku kepadanya. Sekarang gadis yang dulunya mantanku itu menangis. Aku melihat ke belakang park bom. Eliz sudah tidak ada. Dia sudah pergi. Argh..sial..kenapa..kenapa..tuhan…
“jiyong..jiyong ternyata playboy, . Dan aku baru sadar bahwa kau adalah laki-laki yang baik. Aku…aku…aku ingin kita kembali lagi seperti dulu” kata park bom mejelaskan sambil menangis. Mukaku melunak melihatnya seperti itu. Aku memang sudah lama tahu bahwa kawanku jiyong itu memang playboy.
“aku sudah tidak mencintaimu lagi. Aku sudah beristri sekarang , jadi maaf ya” kataku singkat kemudian berlari mengejar eliz yang sudah berjalan jauh didepan. Tak masalah karena sepertinya aku tahu kemana dia akan pergi. Beberapa hari ini dia memang sering kesana. Orang tuaku yang memberi tahu akan tempat itu.
Segera kuhentikan taksi, kumasukan beberapa koper dengan cepat. Kemudian kusebutkan alamat yang ingin kutuju. Semoga dugaanku benar dia ada disana. Semoga dia menungguku disana. Semoga…
***
Author pov
Eliz menatap laut itu dengan mata hitamnya dia rindu pantai. Dia rindu laut. Dia rindu deburan ombak. Dan terutama dia rindu kepada orang itu. Entah kenapa setiap kali dia rindu kepada Seunghyun dia selalu kepantai. Dan itulah yang dilakukannya selama dua bulan menunggu kedatangan Seunghyun kembali dari jepang.
Dilihatnya semburat jingga di langit. Sebentar lagi matahari akan turun menuju peraduannya. Semburat jinga dilangit dan dipantulkan oleh laut. Dialiri oleh desiran angin yang menari dengan ombak. Menabrak karang dan akhirnya menghasilkan simfoni yang tak tergantikan oleh apapun.
Eliz menutup matanya. Ia ingin mendengar simfoni itu. Tenggelam didalamnya menari bersamanya. Menyenangkan, menengelamkan dan untuk sesaat melupakan masalah yang dialaminnya. Tiba-tiba sesuatu membuatnya membuka mata. Satu sentuhan membuat konsentrasinya untuk tengelam ke dalam simfoni laut hancur. Sebuah rengkuhan menyenangkan. Kehangatan yang selama ini dinantikannya.
“. Kenapa kau disini?” tanya eliz menyadari siapa yang ada dibelakangnya yang saat ini sedang memeluknya dari belakang. Meletakan kepalannya diatas puncak kepala eliz. Tanpa menolehpun dia tahu siapa yang sedang memeluknya.
“Tentu saja menemui anak kecil sok tahu yang telah membuatku tidak bisa tidur karena rindu” jawab Seunghyun singkat sambil memejamkan mata. Menarik nafas dalam, menikmati laut juga. Tiba-tiba eliz melepaskan pelukan . Berbalik dan sekarang berhadapan dengan . Menatap bola mata itu.
“percayalah padaku, eliz hanya kau. Hanya kau yang ada disini” kata Seunghyun sambil menunjukan jantungnnya. Eliz menatap mata . Mata, selama ini mata mereka tidak pernah berbohong. Mata itu, mata . Mata itu menyiratkan segalanya. Pemberian. Pengakuan atas kepemilikan. Kasih sayang. Dan Seunghyun menatap mata yang sama. Mata eliz juga mengeluarkan cahaya yang sama. Mata yang akan menentukan apakah pernikahan mereka akan berlanjut. Dan mata itu menentukan segalannya. Keberlanjutan kisah cinta mereka.
lalu mencium lembut eliz. Perlahan dan manis. Ciuman itu sarat penyampaian suara hati mereka. Kerinduan dan kasih sayang. Ciuman itu menjadi pertanda berakhirnya perseteruan mereka. Tangan kanan dan kiri eliz sekarang berada di tengkuk Seunghyun memperdalam ciuman sedangkan tangan Seunghyun berada di pinggang eliz.
Tiba-tiba eliz menghentikan ciuman mereka bukan karena kehabisan nafas. Tapi karena sesuatu yang lain. Sesuatu yang membuatu eliz terkaget-kaget, dan heran tapi sekaligus juga senang. Menyadari hal ini Seunghyun menatap eliz dengan penuh tanda tanya. Eliz hanya menatap senghyun penuh arti. Memegang tangan kanan g mengalihkannya dari pinggang ke perutnya. Beberapa menit kemudian seakan mengerti Seunghyun tersenyum.
“apa ini yang pertama kali? Aku baru tahu bahwa dia sudah bisa seperti ini.” Kata Seunghyun sambil tersenyum bahagia. Dia terlihat terkejut sekali dengan perkembangan anaknya.
“iya, ini pertama kalinya dia menendang. Tapi sepertinya ini adalah hal yang wajar karena ini sudah memasuki bulan ke 4. Sepertinya dia juga kangen dengan ayahnya” kata eliz menjelaskan. Tersenyum sambil meraba perutnya yang sekarang sudah mulai buncit. Seunghyun langsung bersimpuh mendekatkan telinganya keperut buncit eliz. Dan mendapatkan respon yang sama sebuah tendangan. Keduanya tersenyum. Seunghyun bangkit lalu mencium eliz sekilas.
“dia anak yang aktif” kata Seunghyun sambil tersenyum.
***
Author pov
5 tahun kemudian
Eliz membuka tirai penutup kamar mereka. Hari sudah pagi, dan matahari sudah lama keluar dari peraduannya. Ditatapnya laki-laki yang dicintainya itu. Seunghyun sedang tertidur lelap berpelukan dengan seorang anak laki-laki berusia 4 tahun itu. wajah mereka terlihat tenang sekali. Eliz hanya bisa melihat dengan senyuman.
“eli..elison irreona (bangun) ..sudah pagi..” kata eliza membangunkan malaikat kecilnya. Mata biru anak laki-lakinya mengerjap karena terkena matahari. Ya, mata elison mirip dengan nate, kaka kaki-laki eliz.
“mau tidur. Sebentar lagi” kata eli kemudian tidur lagi. Meringkuk kedalam dekapan ayahnya.
Eliza akhirnya menyerah, lagipula hari ini hari minggu jadi dibiarkannya anak laki-laki dan suaminya itu tertidur untuk sebentar lagi. Dibelainya rambut hitam legam milik elison. Kemudian keluarlah eliza dari kamar itu. Menyiapkan makanan untuk keluarga kecil mereka.
-THE END-
Makasih ya udah mau baca.. jangan lupa koment.. ^^
Posted on February 11, 2012, in Chapter, Yadong NC 21 and tagged 2NE1, Big Bang, Bom, Chapter, NC 21, TOP, Yadong. Bookmark the permalink. 26 Comments.






Keren.. Tapi agak gantung… Sequel ya thor…
happy ending …..
emang bener mata jujur gag bakal bohong !!
keren …..
eh elison !!hahaha
ugh so sweet . .
Akhr yg bahagia
aku semakin cinta sama CHOI SEUNGHYUN XD
daebak thor FF y .
sequel thor
Aaaa ramee ramee!!
happy ending
happy ending ^^..
tapi bener kta comment sblmnya thor..
agak gantung dn konflik mrka krg kerasa..hehe mian..
Gw suka ceritanya bgs bgt tp sayang j alurny kecepetan,,agak panjang sdikit jtrs konflikny krg complicated tp g masalah siy bwt NC ny udh cukup kmrn yg hot..trs nulis lg y thor!!
Hueeee keren…
Anaknya Elison? Elison Kim ya? #BLETAK
So sweet bgd ending’a…^^
mau sequelnya… eli kan 4thn masa ga punya ade
sequeeellll thorrrr!!!!
keren banget ceritanya……..
mau dong jadi eliz hehehehehehe
SUKA…SUKA..SUKA…
AKHIRNYA HAPPY ENDING,,
ALUR CERITANYA KEREN,, SUKA,,SUKA,,,,SUKA
AUTHOR koment lagi deh,,
REQUEST SQUEL yadongnya dong,,.biar si elison punya adik
yeyeyeye happy ending ^^
woaaaa daebakkkkk,wowwwww *mian thor,cuma itu kata2 yg keluar pas baca ampe akhir –v
Keren thor…
Aku suka cara elizabeth ngomong.. .
Keren deh.. Pokok nya…
Keren(y)
Happy ending {} ^^
Sequel lagi thor (˘ʃƪ˘)
to tuitt
oh keluarga yg bahagia so sweet….
chingu emang org hamil 4 bln udah bisa nendang setau q bayi dlm kandungan yg busa nendang tu 7 bulan keatas,,, pokok y diaras 6 bln deh n bukan y klo 4 bln tu baru berbentuk janin n ditiup roh baby y…..
tu yg q tau,,,, kyk y author harus teliti lg deh…….
aku suka banget sama ceritanya…
So Sweet….
Nc.a malah sebagai pelengkap cerita bukan cerita pelengkap nc
gantung gantung gantung kyyyaaaaaaaa
sequel ! *maksa*
hahahaha
eh elison ! mata biru nan tajam ala top.. *bayangin*
kyayaaa ganteng pasti *O*
certanya kerenn ……
bagus bgt … bikin lgi yg lebih seru ya ?
Wah keren thor.
Request sequelnya lagi donk.
Agak bingung thor kenapa eliz suka kepantai apa hubngan’a ama seunghyun thor?
Uwaaaaaah!!!
ini so sweet bgt ..