When You Came Into My Life (Squel You & I) part 7
1. Author : xiahxiah
2. Judul : When You Came Into My Life (Squel You & I)
3. Kategori: NC 21, Yadong, Chapter
4. Cast:
- Hyorin (sistar)
- Cho Kyuhyun
- Song Jae In (fiksi)
- Lee sungmin
Author xiahxiah kembali dengan part 7 nya.
Mian kalau ada typo, author hanya manusia biasa yang tak luput dari salah
#author gaje
Setelah pulang dari perjalanan mendaki mount everest bareng kyu, author persembahkan When You Came Into My Life (Squel You & I) part 7.
Silakan menikmati J
————————————————————————————
Kilasan singkat cerita part 6
“terserah oppa, oppa selalu begitu, oppa tidak pernah mau mengerti aku… aku capek terus-terusan begini oppa”.
“baiklah, terserah kau saja”, kata kyu langsung meninggalkan apartment.
*kyuhyun pov
Aku tidak sanggup berada lama-lama di apartment hyorin, aku takut… aku takut ia akan menghakhiri hubungan kami…
*hyorin pov
Oppa… oppaa… aku sudah capek dengan hubungan kita, kau tidak pernah mau mendengar penjelasan ku, oppa aku capek, selalu menyembunyikan hubungan kita, aku capek, hyorin menangis dalam diam.
*sungmin pov
Sudah keluar majalahnya, aku terlihat serasi dengan hyorin… hyorin a.. neomu saranghae.. aku akan melakukan segala cara, agar kau jadi milikku.
*jae in pov
Uuugghh.. uuuggghh… hoeek… hoeeek… ige mwoya?? Apa aku.. apa aku…?
……………………………………………………………………..
Kyuhyun dan hyorin pun tidak saling mengubungi selama beberapa hari, mereka sama-sama merenungkan hubungan mereka.
*hyorin pov
Dreeettt dreeettt.. telepon hyorin bergetar, panggilan masuk dari nomor yang tidak di kenal.
“yeoboseyo..”.
“yeoboseyo, apa ini hyorin-shi?”
“ne, hyorin imnida, duguseyeo?”
“ah ne, ini jae in, istri kyuhyun”.
Huuufff, untuk apa istri kyu oppa menelepon ku?, batin hyorin.
“apa kau ada waktu hyorin-shi, aku ingin berbincang-bincang dengan mu”.
“ah ne, baiklah, jam 3 di café MN? Oh ne”. jawabku.
Jam 3 di café MN.
*author pov
Hyorin dan jae in, duduk berhadapan di meja yang terletak di sudut ruangan.
“jae in-shi apa ada yang ingin kau bicarakan?”, hyorin memecah kesunyian di antara mereka.
“hyorin-shi.. aku tidak tau apa yang harus aku katakan, banyak sekali yang ingin ku katakana tapi aku tidak tau harus mulai dari mana”, jawab jae in memasang tampang bingung nya.
“apa ada yang terjadi?”, hyorin bertanya.
“hm.. hyorin-shi, aku tau aku tidak berhak mengatakan ini padamu, tapi jebal, kumohon lepaskan kyu oppa”.
Hyorin hanya terdiam mendengar kata-kata jae in, “apa jae in mengetahui hubungan gelap ku dengan kyu oppa?”, batin hyorin.
“kau tidak perlu menutupinya lagi, aku tau hubunganmu dengan kyu oppa, aku tau aku tidak punya hak mengatakan ini, aku lah yang sudah mengancurkan hubunganmu dengan oppa, tapi kumohon, jebal… lepaskanlah kyu oppa, bujuk lah kyu oppa untuk pulang, anak ini, anak di perut ku ini butuh seorang appa”, jae in menangis.
“jae in-shi kaaaaau… sedang hamil??? Kau sedang mengandung anak oppa???”, bagai petir di siang hari, hyorin tidak pernah menyangka hubungan mereka bertiga menjadi seperti ini.
“ne hyorin-shi, aku mengandung anak oppa, ini sudah memasuki minggu ke-4, jadi kumohon hyorin shi.. anak ini membutuhkan appanya, ku mohon tinggalkanlah kyu oppa”, jae in memohon sambil berlutut.
“jae in-shi bedirilah, ini tidak baik untuk janin mu”.
“aku tidak akan berdiri sampai kau menyanggupi permintaanku”, seru jae in.
“ne baiklah, aku akan berpisah dengan kyu oppa, aku tidak ingin melibatkan anak yang tidak bersalah”, hyorin berusaha menahan air matanya. Mungkin inilah akhir dari hubunganku dengan oppa, batin hyorin.
“jeongmal gamsahamnida hyorin-shi”.
…………………………………………………
*jae in pov
“Dasar sial, sampai aku harus berlutut di depan wanita jalang itu”, gerutu jae in sambil mengendarai mobil.
“tapi tidak apa-apa sayang.. eoma akan membawa pulang ayahmu”, jae in mengelus-elus perut yang masih tampak rata itu.
………………………………………………………
“chagi aku ingin bicara”, kata kyu saat berada di apartment hyorin.
“aku tau aku seharusnya tidak marah-marah padamu, aku tau aku seharusnya mendengarkan penjelasanmu tentang………”, kata-kata kyu terpotong.
“oppa, kita berpisah saja, aku sudah tidak tahan dengan semua ini”, seru hyorin datar.
“apa maksudmu?? Berpisah.. andwae hyorin a.. aku tidak akan melepaskan mu sampai kapan pun”.
“oppa, aku tidak sanggup lagi, sampai kapan kita akan menjalani hubungan seperti ini?? Aku sudah capek oppa”.
“ooooh.. kau ingin berpisah denganku?? Kau ingin bersama dengan namja itu??”.
“ne, aku mencintainya oppa, aku jatuh cinta padanya”, jawab hyorin sambil serius menatap mata kyu.
Kyu terdiam… ini yang ia takutkan, sejak dulu kyu takut hyorin akan meninggalkan nya, ia takut hyorin hanya merasa berhutang budi padanya.
“andwae..andwae..shireo, aku tidak akan berpisah denganmu”.
“kyuhyun-shi, jebal jangan memaksa hyorin lagi”, kata sungmin.
“neo…neo.. kenapa bisa ada disini? Apa yang kau lakukan??? Apa ini???”, teriak kyu.
“tentu saja aku bisa berada di apartment yeojaku, aku menginap semalam disini”, kata sungmin sambil merangkul mesra hyorin, mengecup bibir hyorin sambil melumatnya sedikit.
Hyorin hanya terdiam, “miane oppa, miane”, batin hyorin
“yak, apa yang kau lakukan?”, kata kyu sambil mencengkram kerah baju sungmin.
“oppa, lepaskan.. apa yang kau lakukan oppa? Seru hyorin sambil memegang tangan kyu.
“mwoo?? Yeojamu??? Chagi… apa yang dikatakan namja ini benar?? Ia menginap di sini semalam??”.
“ne oppa, sungmin oppa menginap di sini semalam”, seru hyorin.
Hyorin tidak berani menatap mata kyu, hyorin terlalu takut… terlalu takut tak sanggup melepas kyu.
“jadi kumohon oppa, kita berpisah saja, aku berencana untuk menikah dengan sungmin oppa”.
“kau.. kau.. jinjja…”, darah kyu sudah naik ke ubun-ubun, kyu sudah sangat marah, di lemparkannya vas bunga yang ada di atas meja ke lantai.
Praaaang…
“apa maksudmu?? Kau… kau… kau sudah tidak mencintaiku lagi?? Kau sudah melupakanku?”.
“ne oppa, aku sudah tidak mencintaimu lagi, aku sudah melupakanmu.. apa itu sudah cukup?? Aku lelah dengan semua sikap oppa.. aku capek”.
“hyorin a.. jebal.. kau tau aku tidak bisa hidup tanpamu”, kata kyu memelas.
Hyorin hampi saja berniat memeluk kyu, tapi ia menahan perasaannya.. jantung nya terasa sakit yang amat sangat melihat kyu yang menangis.
“oppa.. oppa akan tetap menjalani hidup ini meski tanpa ku, kau tau mengapa oppa?? Karena anak oppa membutuhkan ayahnya. Apa kau tidak tau jae in sedang mengandung?? Kau sungguh suami yang buruk”.
“a…a…anak??
“ne, anak.. jadi oppa, kita berpisah saja..”
“andwae chagi.. andwae..”
“chagi, ayo kita berangkat, kopermu sudah siap”, kata sungmin.
“apa maksudnya chagi??”, seru kyu heran.
“aku akan pindah, aku akan tinggal bersama sungmin oppa”, kata hyorin. “sekarang lepaskan tanganmu oppa”, hyorin menepis tangan kyu.
Kyuhyun hanya bisa terpaku melihat hyorin pergi bersama dengan sungmin.
Sesampainya di mobil sungmin, Hyorin menangis…menangis sangat keras…
“uljima ya hyorin a… uljima chagi”, sungmin memeluk hyorin.
#flashback
*sungmin pov
“yeoboseyo, sungmin-shi, aku ingin meminta bantuanmu?”, kata seorang wanita di seberang telepon.
“ne chagi, kau bisa mengandalkan ku”.
Hyorin meminta sungmin untuk membantunya, membantunya untuk menyakiti kyuhyun, hanya cara ini yang terlintas dalam benak hyorin. Karena ia tahu kyu tidak akan melepaskannya begitu saja, cara satu-satunya adalah menyakitinya.
………………………………
Hari-hari berlalu, kyu pun pulang ke apartment jae in, berusaha menjadi calon appa yang baik, bagaimana pun ia tidak tega melihat anaknya tidak memiliki appa nantinya.
“aaahh.. calon appa sudah pulang”, Tanya kyu eoma yang berada di apartment jae in dan kyu.
Eoma kyu terlihat sangat bahagia ketika mengetahui jae in hamil, ternyata memberi kyu obat perangsang memang ide yang sangat tepat, kyu eoma senyum-senyum mengingat bahwa ia yang member jae in ide ini.
“ne eoma”, jawab kyu sesopan mungkin.
Melihat eomanya dan jae in berbincang-bincang di ruang tamu, kyu memutuskan untuk tidur. Beberapa hari ini ia sangat lelah, lelah sekali.
*hyorin pov
Selama beberapa hari ini aku tinggal di rumah sungmin-shi, aku sedang mencari sewa kamar kecil dengan tabunganku yang tersisa, namun tidak kunjung kutemukan. Sungmin-shi menawarkan untuk tinggal dengannya.
“kau jangan salah paham chagiya, aku tidak akan macam-macam, kalau kau merasa sungkan, anggaplah kau menyewa kamar dirumahku”.
Jadi aku memutuskan untuk tinggal sementara di rumah sungmin-shi yang cukup luas, ani, sangat luas. Dengan kolam renang dan taman yang sangat indah.
“sungmin-shi, kau sudah bangun? Mandilah, akan ku siapkan sarapan setiap pagi selama aku tinggal disini, anggap ini sebagai balas budiku, karena kau sudah sangat membantuku beberapa hari ini”, kata ku sambil tersenyum.
“ah.. jinjaa.. aaahh.. aku akan segera mandi”, kata sungmin dengan semangatnya.
…………………..
“chagi ini enak sekali.. hehehehe..”
“apa yang kau tertawakan sungmin-shi”
“kita ini akan seperti pengantin baru, bila kau memanggilku ‘oppa’ O-P-P-A”
Uhukk..uhuukk… aku tersedak mendengar perkataan sungmin-shi.
“yaakk, sungmin-shi, kalau kau macam-macam padaku, akan aku lempar kau dengan piring”, seru hyorin kesal.
Sungmin menopang dagu dengan tangannya, menatap hyorin lembut dan tersenyum.
“chagi kau tau, aku merindukan dirimu yang semangat seperti ini, kau seperti kehilangan rohmu beberapa hari ini, kau tau aku sangat khawatir”.
Gleekk.. nafasku tercekat, rasanya sesak didadaku, jantungku berdegup cukup kencang. Apa ia lakukan ini untuk sengaja membuatku marah? Ia sengaja membuatku terlihat kesal dengan sikap jailnya?? Sungmin-shi benar-benar pria yang baik.
*sungmin pov
Akhirnya aku melihat hyorin yang kurindukan kembali. Hyorin yang selalu bersemangat kembali. Aku sangat suka membuatnya kesal. Kau tau kenapa? Karna aku terlalu kesepian selama ini. Dibalik harta kekayaanku yang melimpah ruah, aku sebenarnya sangat kesepian, aku anak tunggal dengan orang tua yang selalu pergi berbisnis, teman-teman yang mendekatiku semua memiliki maksud tertentu. tidak ada satu wanita pun yang menolakku, mereka selalu mengejar-ngejar ku, memasang senyuman palsu untuk menggodaku, aku muak sekali.
Hari itu, dimana aku sedang membantu junghyun hyung di bar nya, aku bertemu dengan wanita ini, wanita yang sangat unik, ia satu-satunya wanita yang menolakku, dan terus meolakku meskipun tau kau ini penerus perusahaan moonhae.
………………………………………..
Hyorin memasuki kampus sepeti biasa, berusaha menjalani hari-harinya tanpa oppa..
Pada saat pelajaran tambahan dengan sungmin.
“baiklah kita mulai kelas hari ini, sebelum memulai, aku ingin kalian semua cukup memangilku dengan ‘oppa’.. O-P-P-A, araji??? Sungim berkata sambil menatap hyorin.
Hyorin hanya memanyunkan bibirinya, “mengambil kesempatan dalam kesempitan”, batin hyorin.
Sungmin mengajari mereka teknik-teknik melukis yang baik, cara mencampur cat dan lain sebagainya.
“sebagai tugas, kalian harus melukis satu buah lukisan untuk menentukan kelulusan dalam semester ini, tema kali ini adalah, apa yang ada di hati kalian, apa yang kalian rasakan, neo maeumi…”.
Sepulang dari kampus, hyorin bekerja di coffee shop sebagai kasir, hyorin berusaha mengumpulkan uang agar ia bisa meninggalkan rumah sungmin lebih cepat. Selesai bekerja Hyorin pulang kerumah sungmin, sungmin pun telah menunggu di depan pintu bersandar pada dinding memasukkan satu tangannya kesaku celananya.
“kau pulang terlambat lagi.. apa yang kau lakukan diluar sana? Kau tau aku mencemaskanmu”, Tanya sungmin.
“aku hanya berkumpul dengan yunhae, membahas tugas yang kau berikan tadi siang”, kata ku berbohong.
“geojitmal… aku menelepon yunhae, dan kau tidak bersamanya, apa kau kira aku tidak tau, kau bekerja di coffee shop beberapa hari ini?” ia menaikkan suara nya.
“huuh, aku bekerja atau tidak, tidak ada urusannya denganmu, aku akan segera pindah dari sini setelah uangku cukup”, kataku sambil berjalan melewati sungmin.
“Aaakkkhhh…, appo… lepaskan”.
Sungmin menarik hyorin dengan sedikit kasar hingga menghimpin dinding, sungmin mengkunci tubuh hyorin dengan tangannya.
“sudah ku katakan berkali-kali, tinggallah disini denganku, AKU TIDAK INGIN KAU PERGI, ARRA???”
“yaaak.. kenapa kau berteriak padaku?? Lepaskan…”, hyorin berusaha melepaskan diri.
“KARENA AKU MENCINTAIMU.. APA KAU SUNGGUH BODOH HINGGA TIDAK MENYADARI AKU MENCINTAIMU???”
Hyorin terkejut mengdengar apa yang dikatakan sungmin, ia menatap mata sungmin, namun tidak ditemukan kebohongan dimatanya.
“saranghae chagiya.. jinjja jinjja saranghae”.
Sungmin mendekatkan bibirnya mendekat, mencium bibir hyorin yang basah, melumatnya pelan, sungmin mempererat pelukannya di pinggang dan punggung hyorin. Tangan sungmin masuk kedalam kaos hyorin, meraba-raba punggung hyorin yang mulus. Seketika hyorin mendorong sungmin dan mulai menangis, hyorin menangis, kakinya lemas, ia terjatuh terduduk ke lantai.
“chagi mianhae.. aku tidak akan memaksamu chagi”, sungmin yang terkejut melihat reaksi hyorin hanya bisa medekap hyorin mencoba menenangkannya.
Hyorin teringat pada kyu, kyu yang selalu ia rindukan.. kyu yang selalu ia lihat tiap hari.. kini kyu sudah tak mungkin ia jangkau.. kyu sudah terlalu jauh…
…………………………..
Malam itu hyorin memutuskan untuk melukis, rumah sungmin, memiliki suatu ruangan khusus untuk melukis, sehingga ia tidak kesulitan mencari bahan-bahan melukis.
Hyorin berkonsentrasi dan terlihat tenggelam dalam lukisannya sehingga ia tidak merasakkan sungmin berdiri di dekat pintu di belakangnya.
Hyorin melukis apa yang ada di dalam pikirannya sekarang. Selesai melukis hyorin menangis lagi.. mengeratkan pelukan dikakinya dan menangis dalam diam. Hyorin tertidur disana, kemudian sungmin mengangkat tubuhnya, memindahkan kekasur empuk. Sungmin duduk di kursi dekat kasur, memandang hyorin yang tertidur pulas. “biarkan aku menjagamu hyorin a.. tak bisakah kau melupakannya dan berpaling padaku?”, batin sungmin mengelus pipi hyorin dan mengecup keningnya.
………………………………..
3 minggu berlalu
“yeoboseyo”
“yeoboseyo, apakah saya berbicara dengan hyorin-shi?”, Tanya yeoja di seberang telepon.
“ah ne, saya sendiri”.
“hyorin –shi cukkhae, anda memenangkan kompetisi melukis dan anda mendapatkan beasiswa ke paris”.
“hah?? Tapi aku tidak mengirimkan lukisanku”.
“kami menerima lukisan atas nama hyorin, hyorin-shi bisa mengkonfirmasikan nya ke kantor kami”.
“ne, gamsahamnida, saya akan kesana”.
…………………………………….
Sesampainya di kantor penyelengara kompetisi
“ne benar ini lukisan saya, tapi siapa yang mengirimkan lukisan ku?”, hyorin berpikir sejenak, lukisan ini, lukisan padang rumput coreopsis dimana seorang wanita dengan baju putih panjang dan rambut yang tertiup angin sepoi, memandang seorang pria yang seolah-olah berjalan terus menjauh dan menjauh, perasaan sedih terasa sangat amat, siapa pun yang memandangnya pasti dadanya terasa sesak.
…………………………………….
“ah chagi?? Mwoo?? Kau memenangkan kompetisi?? Chukkhae chagi ya”, seru sungmin di balik telepon.
“sungmin-shi kau yang mengirimkan lukisan ku?? Apa kau sengaja membuatku menang?? Kau main curang???”
“ah ani, aku memang mengirimkan lukisan mu, tapi aku tidak melakukan apa-apa di belakangnya”.
Sungmin memang tidak melakukan apa-apa, sungmin merasa lukisan hyorin sangat bagus, bahkan di akui oleh paman choi, paman choi adalah ahli lukisan.
“lukisan mu itu bagus chagiya, aku rasa kau memang pantas menang”.
………………………………………………..
*hyorin pov
“bagaimana? Apa kau akan menerima beasiswamu itu?”, Tanya sungmin.
“entah lah sungmin-shi, aku masih bingung”.
“apa kau masih memikirkan kyuhyun?”
Hyorin tercengang mendengar pertanyaan sungmin, “apa maksudmu sungmin-shi? Tidak seperti itu?”, tentu saja hyorin berbohong, tidak ada satu hari pun terlewat tanpa memikirkan kyuhyun.
“chagiya terimalah beasiswa itu, dan pergilah ke paris bersamaku, ini adalah permintaan keduaku, kau masih ingat? Kau masih hutang satu permintaan padaku”. Kata sungmin sambil mengenggam tanganku.
“chagiya menikahlah denganku dan ikutlah aku ke paris”, sungmin berlutut kemudian mengeluarkan cincin yang berhias berlian di atasnya.
Kyuhyun tidak sengaja melewati taman itu dan melihat kejadian itu, kyu tidak sanggup menyaksikan pemandangan yang menyakitkan hatinya itu lebih lama lagi. Ia segera berjalan menjauhi taman.
“sungmin-shi, aku akan menerima beasiswa itu, namun aku tidak bisa menerima lamaramu, jesonghamnida sungmin-shi”.
“ah ne”, sungmin terlihat sangat kecewaa. “aku akan tetap menunggumu chagiya”, sungmin memaksakan diri untuk tersenyum dihadapan hyorin.
…………………………………………………………
Singkat cerita hyorin pun memutuskan untuk menerima beasiswa itu, hyorin tidak tahan tinggal di korea, ia selalu teringat pada kyu oppa.
Sungmin yang tidak bisa meninggalkkan hyorin, memutuskan mengikuti hyorin ke paris. Ia masih berusaha untuk memenangkan hati hyorin.
“sungmin oppa, kau akan pergi ke paris?? Bersama hyorin??” jae in sedang berbicara di ponsel.
Tanpa sengaja kyu mendengar pembicaraan mereka. “Jae in mengenal sungmin.. hyorin??”, batin kyu.
“kau sedang di bandara sekarang?? Oppa, kau sungguh benar-benar bisa di andalkan, tidak salah aku meminta bantuanmu untuk menjebak hyorin.. ahahahhaha, akhirnya mereka berpisah, aku mendapatkan kyu dan kau mendapatkan hyorin, hahahahhaha, oh oppa, aku tutup dulu telepon nya oppa, kyu oppa akan segera pulang”, jae in menutup teleponnya.
“APA YANG KAU KATAKAN ITU??? MENJEBAK HYORIN???”, kyu marah bukan kepalang.
“DASAR WANITA BUSUK, BERANI-BERANINYA KAU MENJEBAK HYORIN, KAU YANG MERENCANAKAN SEMUA INI?”
Jae in ketakutan melihat kyu yang marah, “oppa.. oppa.. akan ku jelaskan.. opppaa.. oppa.. kajima.. kajima…”.
Tanpa menhiraukan jae in, Kyu segera menyusul hyorin ke bandara, namun ia terlambat, pesawat sudah lepas landas..
…………………………………………………..
5 tahun kemudian
…………………………………………………..
-To Be Continued-
Apa yang terjadi 5 tahun kemudian??? Apakah hyorin akan bersama dengan kyuhyun kembali ataukah hyorin akan memilih bersama dengan sungmin???
Nantiakan part 8 nya
Author pamit dulu… annyeong….
Posted on February 11, 2012, in Chapter, Yadong NC 21 and tagged Chapter, Hyorin, Kyuhyun, NC 21, Sistar, Sungmin, Super Junior, Yadong. Bookmark the permalink. 19 Comments.






Akhir nya kyu tau apa ♈ªʼnĝ dilakukan jae in
Apa kyu akan menemukan hyorin …
Ditunggu part selanjut nya thor
Kyu sudah menemukan author kok.. Akhirnya kyu bersama author hidup bahagia…
*ngakak guling-guling
Yes! Akhirnya kyu tau kebusukan jae in! Tapi… Hyorin? She’s gone
Tapi hyorin jangan nikah dulu ya sama umin. Hyorin sama kyu ajaa. Hehehe. Okee! Lanjoot!
Author pas ketik part 7 sambil dgrin lagu BOM-dear feeling dear heart…
Poor hyorin
D’follow y twit author @UriXiahXiah
makin keren aja ceritanya thor ^^
hyorin nya jadi ama sungmin aja ;D
Hehehe, Gomapta
Tar kyu n umin main suit”an, yg menang dpt hyorin
Hahaha ! Akhirnya Kyu tahu kebusukan mu Jae in ! Hahaha ! Lanjut thor jangan lama lama ! Penasaran nih ! Semoga ntar akhirnya KyuRin bisa bersatu lagi
Ayok kita sama” berdoa.. Semoga diberikan yang terbaik..
#plak apalah ni author :p
kyaa cepett banget abisnya:)) mwo ‘ima tahun kemudian semoga sungmin oppa punya anak sama hyorinn aminn
Iy 5 taon k’mudian.. Hehhehe ..
anak???
Kita tggu part 8 ny.. Xixixiixi
G seru klo author ceritakan
Hyorin coba lupain kyuhyun , ada sungmin …
Kyu coba lupain masa lalu kalian , jae in lagi mengandung anak kalian …
Ditunggu kelanjutannya …
hyorin jadinya ama sungmin aja thor kkk~
Jiaahh..TBC’a nanggung bgd thor,jd pnasaran,lanjut lh thor…^^
lebih suka hyorin ma sungmin…
kyu biarin ma jae in aja..
hehehe *maksa*
ditunggu lanjutannya
Konfliknya makin seru aja , kyu jadi sama siapa ya nanti? Semoga sama hyorin (˘ʃƪ˘)
Keren(y)
Lanjut! Next partnya jangan lama² ya thor!
Ko ak mwx dy sm sungmin yaaaaa ????
#plak (✖╭╮✖)
ketawan deh semua y,,, tapi q kasian jg sama jae in dia kan lg hamil anak kyuhyun rasa y kalo kyu ninggalin demi hyorin taga ja kyu y,,,, tp q jg mau y kyu sama.hyorin….
author bikin q bimbang nih….
akhirnya ketehuan juga…………
yaampun authooorrrr sukses galaunya !!!! aigoooooooo !! aku bingung yg paling sakit siapa.. aku ga bisa bayangin kan yg pertama nyembuhin hati hyorin kan kyuppa,kalo akhirnya ama sungminppa……….. gpp juga sih…. tapi kan……..